Struktur Winching Point, Papan Petunjuk Parkiran dan Kampanye Kebersihan Sebagai Bentuk Kegiatan Pengabdian untuk Mendukung Aktivitas Nelayan dan Wisata Pantai Seraya

  • Ketua Pengabdian: Fachreza Akbar
  • Tahun Pengabdian: 2025

Deskripsi

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pantai Seraya, Balikpapan, dengan tujuan meningkatkan fungsi pantai sebagai area wisata sekaligus fasilitas bagi aktivitas nelayan. Upaya utama dilakukan melalui penerapan sistem winching point untuk membantu proses penarikan perahu ke darat dan penataan fasilitas pendukung wisata. Desain teknologi tepat guna dengan sistem winching point menggunakan mesin bensin serbaguna dengan daya 6 horse-power, dan konfigurasi gear reduction sejajar yang dipilih karena lebih mudah difabrikasi oleh bengkel lokal dibandingkan sistem worm gear, namun tetap memberikan torsi tinggi dan efisiensi penarikan yang memadai. Selain itu, dibuat anchor point di sepanjang garis pantai untuk mengoptimalkan jangkauan sistem penarikan. Peningkatan fasilitas wisata juga dilakukan melalui pemasangan papan petunjuk, penyusunan peta kawasan, serta distribusi flyer edukatif untuk meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap kebersihan dan keteraturan area pantai. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan rekayasa terapan dengan dukungan masyarakat lokal dapat memberikan solusi efektif dan berkelanjutan bagi pengelolaan kawasan pesisir.

 

Tim KKN kelompok R5 ITK merancang dan melaksanakan pengadaan alat winching point serta papan penunjuk arah toilet dan area parkir kendaraan dengan melibatkan pihak terkait di lokasi kegiatan. Proses pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dan terkoordinasi, meliputi survei awal kebutuhan, perencanaan desain, koordinasi dengan mitra setempat, tahap pemasangan, hingga serah terima fasilitas. Kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan aspek keselamatan, keteraturan, dan kenyamanan lingkungan, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sarana pendukung yang fungsional serta memperkuat kolaborasi antara Tim KKN dan masyarakat dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

 

Kami mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Kalimantan atas dukungan dan fasilitasi yang telah diberikan, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
 
 


Gambar 1. Kondisi eksisting area parkir perahu Pantai Seraya
Sumber: Penulis, 2025

 

Sebelum dilaksanakannya kegiatan Tim KKN R5 melakukan pembahasan awal dengan mitra dilakukan untuk mendapatkan informasi serta feedback terkait dengan rencana awal yang sudah diinformasikan kepada mitra. Pembahasan dilakukan bersama dengan Ketua RT.28 kelurahan sepinggan dan didapatkan beberapa masukan diantaranya adalah perlunya fasilitas yang memudahkan warga untuk dapat menaikkan perahu dari laut ke darat. Adapun program pengabdian yang diputuskan melalui pembahasan bersama mitra adalah sebagai berikut:
 

1.    Pembuatan Struktur Winching Point
2.    Pembuatan papan Penunjuk parkir, penunjuk toilet, dan tempat sampah
3.    Pembuatan Brosur/Flyer menjaga kebersihan dan peta wilayah pantai

 

Gambar 2. Pertemuan untuk mendapatkan feedback dari mitra
Sumber: Penulis, 2025

 

 

Tim KKN R5 membuat desain awal untuk struktur winching point yaitu dengan menggunakan sistem worm-gear dengan mesin bensin. Sistem reduksi dengan worm gear atau disebut juga sebagai sistem gigi-cacing dikenal memiliki sistem reduksi gear yang rendah dan memiliki torsi yang kuat (Muis, 2024). Selain itu sistem worm-gear memiliki sistem self-lock sehingga penggulung dapat terkunci dan tidak lepas apabila tidak diberikan tarikan dari mesin.


Gambar 3. (a) Ilustrasi Sistem Worm-Gear (Arif, 2024)
(b) aplikasi worm-gear pada winch 1500lbs

 

 

Gambar 4. Pengadaan material, dan arrangement alat
Sumber: Penulis, 2025

 

Tim KKN R5 melakukan pengujian dengan sistem worm-gear dengan kapasitas 1500 lbs, dengan brushless cordless-drill dengan torsi 60 Nm menunjukan sistem tersebut cukup untuk menarik perahu kayu-fiber berkating dengan panjang perahu 7-8 meter. Pada proses penarikan, perahu kayu diberikan bantalan pipa PVC/HDPE dengan istilah lokal disebut sebagai gulung- gulung untuk mengurangi friksi terhadap pasir pantai. Namun dalam proses perakitan mesin penarik dengan motor bensin, terdapat kendala pada penggunaan sistem worm-gear dimana sistem worm-gear memerlukan perubahan sumbu As yang mengubah arah sumbu menjadi tegak lurus. Dalam perakitan yang dilakukan oleh bengkel fabrikasi professional, hal tersebut umumnya tidak menjadi kendala. Namun, karena proses pembuatan dilakukan oleh bengkel fabrikasi lokal, sistem reduksi worm-gear diubah menjadi gir reduksi biasa dengan menggunakan rantai karena lebih mudah dan sumbu penggerak hingga sumbu drum-penarik dapat dibuat secara paralel atau sejajar.
 
Sistem winch akhir yang dibuat dengan menggunakan sistem reduksi gir biasa dengan susunan sumbu atau As sejajar. Sistem worm-gear yang membutuhkan perubahan arah sumbu menjadi tegak lurus menyulitkan bengkel lokal untuk difabrikasi, sehingga sistem reduksi-gir biasa menjadi pilihan yang lebih memungkinkan. Jumlah total reduksi gir adalah 3 buah gir reduksi. Kopling sentrifugal juga diberikan pada sisi mesin untuk memberikan keamanan yang lebih baik pada pengguna winch. Sistem kopling sentrifugal tersebut memungkinkan untuk mesin tetap diam pada kondisi idle mesin penggerak, sehingga drum penarik tali tidak langsung bergerak saat mesin dinyalakan. Meskipun tidak dilakukan uji dengan metode saintifik (dengan load-cell), namun hasil pengujian menunjukkan sistem ini memiliki kemampuan menarik beban yang cukup untuk perahu, seperti halnya pada winch worm-gear, dan dengan teknologi yang lebih mudah untuk dirawat oleh nelayan.

 

Gambar 5. Winch penarik Perahu yang selesai dirakit
Sumber: Penulis, 2025

 

Selain dengan pembuatan mesin dan sistem which-point, kegiatan yang meningkatkan fungsi pariwisata dilakukan dalam bentuk pembuatan papan penunjuk arah parkir seperti pada Gambar 8, pembuatan flyer/brosur dalam format A5 seperti pada Gambar 9, dan peta wilayah wisata pantai seraya seperti yang ditunjukkan pada Gambar 10. Flyer/brosur dicetak dan dibagikan ke setiap pengunjung yang memasuki wilayah pantai melalui gerbang dengan harapan mendapatkan informasi yang cukup tentang fasilitas pantai seraya dan terhimbau untuk memungut sampah dan menjaga kebersihan pantai.
 

 

Gambar 6. Pembuatan Penunjuk Arah Parkir Pantai Seraya
Sumber: Penulis, 2025


 

Gambar 7. Desain Brosur/Flyer untuk dibagikan ke pengunjung Pantai
Sumber: Penulis, 2025
 

 

Gambar 8. Desain Peta Wilayah Pantai Wisata Seraya
Sumber: Penulis, 2025

 

 

Tim Pelaksana Pengabdian:

1. Septian Adi Nugroho (Teknik Sipil/JTSP/ITK)

2. Duwi Auria (Teknik Sipil/JTSP/ITK)

3. Nabilla Desviana Daud (Arsitektur/JTSP/ITK)

4. Aura Calista Jannah (Teknik Sipil/JTSP/ITK)

5. Marietha Narezvari (PWK/JTSP/ITK)

6. Vien Natasya Br. Sinaga (PWK/JTSP/ITK)

7. Khairul Faturrahman (Teknik Sipil/JTSP/ITK)

8. Valdy Febrian Saputra (Teknik Sipil/JTSP/ITK)


Manfaat

1. Membantu nelayan dalam menjalankan aktivitas penarikan dan penurunan perahu dengan lebih aman melalui keberadaan struktur winching point.

 

2. Meningkatkan keteraturan kawasan pantai dengan adanya papan petunjuk parkiran yang memudahkan masyarakat dan pengunjung.

 

3. Menambah kenyamanan dan kemudahan akses bagi wisatawan saat beraktivitas di kawasan Pantai Seraya.

 

4. Menumbuhkan kesadaran masyarakat dan pengunjung terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir melalui kampanye kebersihan.

 

5. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan.

 

6. Memperkuat kerja sama antara mahasiswa tim KKN R5, nelayan, dan masyarakat setempat dalam upaya mendukung kegiatan sosial dan ekonomi lokal.

 

7. Mendukung terciptanya lingkungan pantai yang lebih tertata, bersih, dan berkelanjutan.

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya