Dalam upaya mengoptimalkan pengembangan sumber daya umbi porang yang ada di Balikpapan terutama dalam lingkungan masyarakat RT 10 Kelurahan Manggar. Dilakukan kuliah kerja nyata sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan berbagai program kerja yang diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat kedepannya dalam pengolahan Umbi Porang. Program Kuliah Kerja Nyata ini berlangsung berdasarkan hasil penelitian dari salah satu dosen Program Studi Teknologi Pangan ITK Yaitu Anggela, S.TP., M.Sc., M.Sc. Dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini terdapat berbagai program kerja yaitu pertama pembukaan KKN yang dilanjutkan dengan kegiatan Forum Group Discussion, kedua Pelatihan Branding, ketiga Pendampingan kepada warga sekitar RT 10 Kelurahan Manggar, selanjutnya kegiatan sosialisasi pengolahan porang dan demonstrasi Pembuatan Nugget dengan Penambahan Tepung glukomanan sebanyak 1,5% dan yang terakhir, dilakukan kegiatan Penutupan KKN. Dari berbagai program kerja ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dan masyarakat, tetapi juga memberikan solusi terhadap permasalahan yang terdapat pada RT 10. Kelurahan Manggar, serta berkontribusi dalam peningkatan gizi masyarakat.
Gambar 1. Pembukaan KKN dan FGD
Kegiatan diawali dengan acara pembukaan KKN, yang dihadiri oleh Ibu RT, Petani Porang, dan warga setempat. Dalam Pembukaan ini, banyak warga yang mengapresiasi upaya mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal. Kegiatan ini Dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD), forum ini menjadi wadah diskusi interaktif antara mahasiswa, warga, dan Petani Porang. Tujuannya adalah mengidentifikasi kebutuhan serta potensi RT 10 dalam pengolahan umbi porang. Hasil dari FGD ini adalah banyak warga yang belum mengetahui terkait tempat penjualan porang mentah, kemudian warga belum mengetahui cara pengolahan porang agar bisa dijual dengan harga tinggi, selanjutnya Para petani banyak yang beralih ke tanaman lain yang lebih mudah dijual dan mengeluhkan mahalnya harga bibit porang saat ini.
Gambar 2. Pelatihan Branding
Sebagai langkah awal dalam pengembangan nilai tambah produk porang, mahasiswa memberikan Pelatihan Branding kepada warga dengan mengundang narasumber yang sudah ahli dalam hal branding atau pemasaran suatu produk yaitu ibu Astrid Aldila Octariska (Manager Sales & Marketing Manutung Sukses). Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan terkait pentingnya membangun identitas merek untuk produk olahan porang, mulai dari pemilihan nama merek, desain logo, hingga strategi pemasaran yang efektif. Harapannya, warga mampu memasarkan hasil olahan porang atau porang mentah secara lebih profesional dan kompetitif.
Gambar 3. Pendampingan Internsif
Tahap berikutnya dalam program kuliah kerja nyata ini adalah Pendampingan intensif kepada warga RT 10, yang mencakup kunjungan ke lahan perkebunan porang, pelatihan pengolahan umbi porang menjadi chips, proses pembuatan tepung glukomanan, hingga pengolahan tepung menjadi produk pangan seperti nugget. Dalam pendampingan ini, warga dilatih mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, hingga pengemasan akhir. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis kepada warga, tetapi juga mendorong mereka untuk aktif mengaplikasikan teknik yang dipelajari, sehingga mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Selanjutnya, kegiatan Sosialisasi pengolahan porang dengan tujuan memberi pemahaman kepada masyarakat RT.10 Kelurahan Manggar untuk mengolah dan memanfaatkan lagi porang yang banyak tumbuh di wilayah sekitar. Materi sosialisasi berisi tata cara pengolahan porang dan manfaat olahan porang bagi masyarakat di bidang ekonomi maupun bidang industri. Selain sosialisasi, Salah satu inovasi unggulan dalam program ini adalah demonstrasi pembuatan nugget dengan substitusi tepung glukomanan sebanyak 1,5%. Kegiatan ini memperlihatkan potensi porang sebagai bahan dasar yang tidak hanya sehat tetapi juga ekonomis. Warga sangat antusias dalam mengikuti proses pembuatan nugget, yang mudah diaplikasikan di rumah sekaligus memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan. Dengan mengembangkan inovasi produk olahan menggunakan tepung porang diharapkan dapat menambah nilai jual dari porang itu sendiri dibandingkan hanya dijual oleh masyarakat setempat secara mentah dan harganya relatif murah. Juga yang diharapkan dari demonstrasi ini meningkatnya keterampilan masyarakat dalam mengolah porang dan kemampuan menghasilkan produk berkualitas yang siap dipasarkan secara luas.
Program diakhiri dengan Penutupan KKN bersama para Warga RT 10 setelah dilakukannya sosialisasi tentang pengolahan umbi porang dan demonstrasi pembuatan nugget dengan substitusi penambahan tepung glukomanan sebanyak 1,5%. Para warga menyampaikan rasa syukur dan harapan agar setelah adanya program KKN ini memberikan dampak jangka panjang terhadap perekonomian mereka dan semoga dapat berkelanjutan untuk kedepannya
Program pengabdian masyarakat ini diharapkan menjadi katalisator bagi warga RT 10 Kelurahan Manggar dalam mengolah potensi porang secara optimal. Dengan keterampilan yang diperoleh, masyarakat tidak hanya mampu memanfaatkan porang sebagai bahan konsumsi, tetapi juga sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Diharapkan juga masyarakat dapat mengaplikasikan pengolahan produk porang menjadi produk pangan sehingga dapat membantu perekonomian masyarakat dan petani porang. Sinergi antara mahasiswa dan warga diharapkan terus berlanjut, membangun kemandirian masyarakat dan menggerakkan roda ekonomi lokal..
Mengoptimalkan pengembangan sumber daya umbi porang yang ada di Balikpapan terutama dalam lingkungan masyarakat RT 10 Kelurahan Manggar