Pengairan Tanaman Sistem Tetes Dengan Menggunakan Sensor Kelembaban Tanah Berbasis Arduino

  • Ketua Pengabdian: Amalia Ika Wulandari, ST., MT. dan Mahasiswa
  • Tahun Pengabdian: 2020-2021

Deskripsi

Pelaksanaan Program Mahasiswa Mengabdi Desa dari Institut Teknologi Kalimantan telah berhasil dilaksanakan di Kelurahan Karang Joang KM. 12 tepatnya di kebun milik Bapak Agus dengan tema “Pengairan Tanaman Sistem Tetes dengan Menggunakan Sensor Kelembaban Tanah Berbasis Arduino”. Tema “Pengairan Tanaman Sistem Tetes dengan Menggunakan Sensor Kelembaban Tanah Berbasis Arduino” didasarkan pada permasalahan yang sedang dialami yaitu sulitnya mendapatkan air saat musim kemarau tiba, sehingga para petani memanfaatkan cara konvensional untuk mengatasi permasalahan tersebut. Akan tetapi cara tersebut tidak menghasilkan air yang cukup untuk menyiram seluruh tanaman perkebunan, sehingga pada akhirnya para petani pun memanfaatkan air di selokan. Hal ini disebabkan karena kurang efektifnya penyiraman yang dilakukan para petani yang masih menggunakan selang secara berkeliling dengan letak pompa air yang jauh dari posisi penyiraman, menyebabkan air yang keluar secara berlebihan dan terbuang sia – sia. Adapun persiapan yang dilaksanakan yakni dimulai dengan melakukan survey lapangan terkait kondisi kebun milik Pak Agus. Kemudian menyiapkan komponen-komponen yang dibutuhkan, dilanjutkan dengan perancangan alat dan pemrograman menggunakan software Arduino. Setelah itu, merangkai alat dan melakukan uji coba sistem untuk memastikan bahwa kinerja alat dapat berfungsi sesuai yang diharapkan.

 

Pengambilan data dilakukan dengan mengambil sampel tanah berupa tanah kering dan tanah basah. Dari sampel tanah tersebut, dilakukan pengecekkan kelembaban tanah menggunakan sensor soil moisture, yang mana apabila sensor mendeteksi tanah kering maka pompa akan menyala, dan apabila sensor mendeteksi tanah basah maka pompa akan mati. Data kelembaban tanah dapat dilihat pada tampilan LCD. Berdasarkan hasil uji coba alat yang didapatkan bahwa alat bekerja sesuai dengan program koding yang dimasukkan. Apabila kelembaban tanah dalam rentang angka 0 – 225 kondisi tanah dalam keadaan basah, sehingga pompa dalam keadaan mati. Lalu, uji coba kelembaban tanah dalam rentang angka 226 – 500 kondisi tanah dalam keadaan normal, sehingga pompa dalam keadaan mati. Selanjutnya pada uji coba kelembaban tanah dalam rentang angka 501 – 1023 kondisi tanah dalam keadaan kering, sehingga kondisi pompa dalam keadaan menyala. Setelah dilakukan uji coba alat, maka selanjutnya diadakan sosialisasi kepada para petani yang dimulai dengan memaparkan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini, lalu pengenalan terkait pengairan tanaman sistem tetes dengan menggunakan sensor kelembaban tanah berbasis arduino hingga melakukan simulasi alat yang telah dibangun dilapangan secara langsung, Hal ini dilakukan agar para petani dapat melihat secara langsung proses kerja alat dari pengairan tanaman sistem tetes dengan menggunakan sensor kelembaban tanah berbasis arduino.

 

Kemudian di tutup dengan foto bersama dengan Bapak Agus selaku pemilik kebun bersama dengan para petani lainnya. Dengan menerapkan Pengairan Tanaman Sistem Tetes dengan Menggunakan Sensor Kelembaban Tanah Berbasis Arduino ini dapat menjadi solusi dari permasalahan yang terjadi di kebun milik Bapak Agus saat musim kemarau tiba serta para petani dapat melakukan penyiraman tanaman secara otomatis dengan waktu yang lebih efektif.


Manfaat

  1. Memudahkan para petani untuk melakukan penyiraman tanaman dengan sistem tetes secara otomatis.
  2. Meminimalisir penggunaan air secara berlebihan dalam penyiraman tanaman saat musim kemarau.
  3. Menghemat waktu dalam menyiram tanaman dengan sistem tetes secara otomatis