Wisata Meranti merupakan salah satu kawasan ekowisata yang berlokasi di Kilometer 15, Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Kawasan ini menawarkan daya tarik berupa vegetasi hutan yang asri, udara yang sejuk, serta keanekaragaman hayati yang menjadi nilai jual bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Sejak tahun 2023, jumlah kunjungan wisatawan mengalami kenaikan yang signifikan, diperkirakan sekitar 15-30% setiap tahunnya, khususnya pada hari Sabtu dan Minggu dengan adanya pasar yang diadakan setiap hari libur serta kegiatan komunitas pelajar dan mahasiswa.
Peningkatan jumlah pengunjung ini berbanding lurus dengan meningkatnya volume timbunan sampah yang dihasilkan setiap minggunya, baik sampah organik dari sisa makanan maupun sampah anorganik berupa kemasan plastik, botol, dan kertas. Namun sistem tata kelola sampah di Wisata Meranti masih sangat elementer dan menghadapi sejumlah kendala kritis: keterbatasan akses ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang letaknya jauh, ketiadaan sistem pengangkutan yang mapan, serta belum adanya teknologi tepat guna untuk mereduksi volume sampah di lokasi.
Kondisi ini mendorong pengelola untuk mengambil jalan pintas dengan membakar sampah secara terbuka (open burning), yakni membakar sampah langsung di ruang terbuka tanpa menggunakan alat pengendali emisi. Padahal, pembakaran terbuka pada suhu rendah tidak menghancurkan materi sampah secara sempurna, melainkan menghasilkan asap pekat yang mengandung senyawa beracun seperti dioksin dan furan, terutama dari sampah plastik. Di kawasan hutan seperti Wisata Meranti, praktik ini juga berisiko memicu kebakaran lahan yang lebih luas. Dampak yang ditimbulkan mencakup tiga aspek: penurunan kualitas udara dan kesuburan tanah (dampak lingkungan), gangguan pernapasan akut/ISPA pada pengunjung dan pengelola (dampak kesehatan), serta penurunan kepuasan dan jumlah kunjungan wisatawan (dampak ekonomi pariwisata).
Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang terdiri dari tiga dosen pembimbing dan sepuluh mahasiswa merancang dan menerapkan teknologi Incinerator Tanpa Asap skala kecil sebagai solusi pengelolaan sampah langsung di lokasi (on-site). Incinerator ini bekerja menggunakan sistem double chamber (ruang bakar ganda) dengan pengaturan aliran udara dan temperatur tertentu, sehingga proses pembakaran berlangsung lebih sempurna dan menghasilkan asap yang minimal dibandingkan dengan pembakaran terbuka. Alat ini juga dilengkapi mekanisme penyaringan gas yang berfungsi menangkap partikel berbahaya sebelum dilepaskan ke lingkungan, dan dapat membakar jenis sampah basah maupun kering tanpa harus melalui proses pengeringan terlebih dahulu.
Pelaksanaan program dilakukan melalui delapan tahapan sistematis: (1) identifikasi masalah melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pengelola; (2) analisis kebutuhan bersama Pokdarwis; (3) perancangan program berbasis kajian literatur; (4) penyusunan proposal; (5) persiapan alat dan bahan; (6) pembuatan dan uji coba fungsional incinerator; (7) sosialisasi dan pembekalan kepada pengurus Wisata Meranti; serta (8) monitoring dan evaluasi sebanyak dua kali pendampingan untuk memastikan keberlanjutan penggunaan alat.
Mitra kegiatan, yakni Pengurus Wisata Meranti, berperan aktif di seluruh tahapan mulai dari penyediaan informasi kondisi lapangan, penyediaan lokasi penempatan alat, hingga menjadi operator utama incinerator setelah program berakhir. Keberhasilan program diukur melalui tiga indikator: tersedianya unit incinerator yang berfungsi baik, tingkat kepuasan mitra yang positif berdasarkan survei, dan terlaksananya sosialisasi secara menyeluruh. Dengan penerapan incinerator tanpa asap ini, diharapkan volume sampah residu di Wisata Meranti dapat dikurangi secara signifikan, praktik pembakaran terbuka dapat dihentikan, serta kualitas udara dan kenyamanan kawasan wisata dapat ditingkatkan demi menjaga keberlanjutan Wisata Meranti sebagai destinasi ekowisata yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Dokumentasi:
(1) Dokumentasi Observasi Lapangan dan Identifikasi Masalah

(2) Dokumentasi Pembuatan dan Perakitan Incinerator

(3) Dokumentasi Uji Coba Fungsional Incinerator

(4) Dokumentasi Kegiatan Sosialisasi dan Pembekalan

(5) Foto Bersama Tim dan Mitra

Tim Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat:
Dosen Pembimbing:
1. Alfi Suci Dirgantari, S.Pd., M.Pd. (Fisika/JSAD/ITK)
2. Healty Susantiningdyah, S.Pd., MAppLing. (Teknik Industri/JTI/ITK)
3. Hilga Clararissa AS., S.S., M.A. (Teknik Industri/JTI/ITK)
Mahasiswa Pelaksana:
1. Rezky Pratama (TMM/06231078)
2. Syifa Salsabila Eka Nor Yuwono (Arsitektur/15231052)
3. Farid Fajar (TMM/06231032)
4. Imelda Marcelle Junita (DKV/22231022)
5. Khaira Nabigha Nareswari Hanggono (DKV/22231027)
6. Muhammad Fajri Ilham (TMM/06231057)
7. Fitroh Ardian Syaviri (TMM/06231036)
8. Achmad Nun Dayyan (DKV/22231001)
9. Iesta Qhuni Maheswari (DKV/22231021)
10. Dion Alfito Kadang (TMM/06231021)
1. Memberikan solusi pengelolaan sampah yang efektif dan ramah lingkungan bagi pengelola Wisata Meranti melalui penerapan teknologi incinerator tanpa asap skala kecil.
2. Meningkatkan literasi lingkungan pengelola dan masyarakat sekitar mengenai bahaya pembakaran terbuka (open burning) serta pentingnya pemilahan sampah.
3. Mengurangi volume sampah residu di kawasan wisata secara signifikan dan menghentikan praktik pembakaran sampah terbuka yang mencemari udara dan berisiko kebakaran.
4. Menjadi model penerapan teknologi tepat guna pengelolaan sampah yang dapat diadaptasi oleh kawasan wisata lain yang memiliki keterbatasan infrastruktur pembuangan.
5. Mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).