Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada upaya peningkatan keselamatan dan kapasitas operasional nelayan pesisir di Kawasan Manggar, Balikpapan Timur. Permasalahan utama yang dihadapi oleh komunitas nelayan setempat mencakup keterbatasan armada transportasi laut yang layak, rendahnya stabilitas mekanis alat tangkap tradisional saat menghadapi gelombang tinggi, serta minimnya akses terhadap pemanfaatan teknologi tepat guna yang terjangkau. Guna mengatasi permasalahan tersebut, tim pelaksana melaksanakan program perancangan dan manufaktur satu unit perahu bercadik fungsional berbasis kearifan lokal yang dikombinasikan dengan perhitungan rekayasa struktur modern. Metode pelaksanaan program pengabdian ini dirancang secara partisipatif dengan melibatkan kelompok nelayan mitra (Cikal Bahari) dalam seluruh tahapan kegiatan, yang meliputi:
1. Survei lapangan dan Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan kebutuhan spesifik dimensi perahu serta kondisi riil perairan.
2. Perancangan desain teknis perahu bercadik yang ergonomis
3. Proses konstruksi fisik perahu secara gotong royong
4. Uji coba performa hidrodinamika di laut, evaluasi teknis, dan visualisasi retensi pengetahuan nelayan melalui mekanisme pelatihan terstruktur.
Konstruksi fisik perahu bercadik memanfaatkan material lokal Balikpapan pilihan berupa kayu ulin dan kayu meranti sebagai komponen struktural utama lambung, serta modifikasi pipa PVC 6 inci dan styrofoam sebagai bahan pengapung komponen cadik. Desain cadik menerapkan konfigurasi double outrigger yang secara teoretis mampu mengompensasi gaya oleng melintang dan meningkatkan stabilitas melintang kapal kecil hingga 40% dibandingkan dengan perahu konvensional tanpa cadik. Hingga laporan kemajuan ini disusun, seluruh rangkaian kegiatan fisik telah mencapai progres signifikansi sebesar 90%, di mana unit perahu telah selesai diuji coba di laut dan diserahterimakan kepada kelompok nelayan.
Tabel 1. Pre-Test Post Test Pemahaman Nelayan Manggar
|
No |
Aspek Penilaian |
Rata-rata Pre-test (%) |
Rata-rata Posttest (%) |
Peningkatan (%) |
|
1 |
Pengetahuan konstruksi perahu bercadik |
38 |
82 |
+44 |
|
2 |
Pemahaman prinsip keselamatan laut |
42 |
89 |
+47 |
|
3 |
Teknik manuver perahu di perairan terbuka |
35 |
78 |
+43 |
|
4 |
Pemeliharaan dan perawatan perahu |
40 |
85 |
+45 |
|
5 |
Navigasi dasar dan orientasi arah angin |
30 |
72 |
+42 |
|
Rata-rata Keseluruhan |
37 |
81,2 |
+44,2 |
|
Untuk mengukur efektivitas transfer pengetahuan, dilakukan pengujian melalui instrumen pre-test dan post-test kepada para nelayan peserta pelatihan. Berdasarkan data evaluasi terhadap 8 orang nelayan dan perwakilan, Seperti pada table 1, diperoleh hasil rekapitulasi penilaian sebagai berikut:

Gambar 1. Grafik Perbandingan Pre-Test & Post Test
Hasil pengujian tersebut menunjukkan adanya lonjakan pemahaman nelayan yang sangat signifikan, dengan kenaikan rata-rata kumulatif sebesar 44,2 poin persentase (dari 37% menjadi 81,2%).

Gambar 2. Presentase Jawaban Benar per Nomor Soal
Kenaikan tertinggi diraih pada aspek pemahaman keselamatan laut (+47%), yang membuktikan bahwa integrasi metode peragaan visual (experiential learning) jauh lebih responsif diterapkan pada komunitas pesisir dibandingkan dengan metode penyuluhan tekstual konvensional. Melalui keterlaksaan program ini, luaran wajib berupa 1 unit perahu fungsional telah terpenuhi, dan sisa tahapan 10% kegiatan akan difokuskan pada finalisasi administrasi luaran jurnal nasional SEPAKAT, pendaftaran HAKI Desain Kapal Perahu Bercadik kegiatan outreach_09, serta kompilasi video dokumenter kegiatan.
Dokumentasi:
Berikut adalah dokumentasi visual dari pelaksanaan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat pembuatan perahu bercadik:

Gambar 3. Keterlibatan Aktif Mahasiswa dan Pengrajin Lokal dalam Konstruksi Rangka Dasar dan Pemasangan Dinding Lambung Perahu

Gambar 4. Proses Modifikasi dan Pemasangan Sistem Cadik Ganda (Double Outrigger) Berbahan Dasar Pipa PVC dan Styrofoam Insulasi

Gambar 5. Serah Terima Resmi Unit Perahu Bercadik Fungsional dan Penandatanganan Berita Acara Bersama Nelayan Mitra
Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat
1. Ir. Ahmad Azwar Mas’ud M, S.T., M.T. (Teknik Sistem Perkapalan/JTK)
2. Muhammad Anjas Syam, S.T., M.T. (Teknik Sistem Perkapalan/JTK
3. Ir. Chris Jeremy Verian Sitorus, S.T., M.T. (Teknik Perkapalan/Teknologi Kemaritiman/ITK)
4. Zakaria Rezeki Sinaga (Teknik Perkapalan/Teknologi Kemaritiman/ITK)
5. Ahmad Ashraf (Teknik Perkapalan/Teknologi Kemaritiman/ITK)
6. Mohammad Defan Ramadan (Teknik Perkapalan/Teknologi Kemaritiman/ITK)
7. Agung Jeremia Sitorus (Teknik Perkapalan/Teknologi Kemaritiman/ITK)
8. Obet Cahyono Sagala (Teknik Perkapalan/Teknologi Kemaritiman/ITK)
9. Samuel Leonardo Saputra Purba (Teknik Perkapalan/Teknologi Kemaritiman/ITK)
10. Tobangun Allo Toparante (Teknik Perkapalan/Teknologi Kemaritiman/ITK)
11. Muhammad Arsyad Azzakir (Informatika/Teknologi Informasi/ITK)
12. Martselino Tegar Barus (Teknik Perkapalan/Teknologi Kemaritiman/ITK)
1. Meningkatkan kapasitas armada transportasi laut dan keselamatan kerja nelayan di kawasan pesisir Manggar, Balikpapan Timur, melalui penerapan teknologi tepat guna perahu bercadik yang disesuaikan dengan karakteristik gelombang lokal.
2. Menyediakan desain perahu bercadik yang ergonomis dan memenuhi prinsip stabilitas hidrodinamika outrigger ganda (double outrigger) sebagai acuan teknis pembuatan kapal nelayan skala kecil yang aman di perairan berombak sedang hingga tinggi.
3. Meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis nelayan mitra mengenai prinsip keselamatan laut, teknik manuver perahu di perairan terbuka, serta metode pemeliharaan berkala sarana transportasi tangkap secara mandiri.
4. Mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat daerah, khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 14 (Ekosistem Lautan) bagi komunitas pesisir.