Pembuatan Paving Block dari Sampah Plastik untuk Pemberdayaan Pondok Pesantren Syaichona Cholil Sepinggan

  • Ketua Pengabdian: Riza Alviany, S.T., M.T.
  • Tahun Pengabdian: 2026

Deskripsi

Berdasarkan hasil survei awal, lingkungan Pondok Pesantren Syaichona Cholil Sepinggan menghasilkan sampah plastik dalam jumlah yang relatif banyak. Untuk menanggapi permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat (Tim Revora) menginisiasi program inovasi sosial yang berfokus pada pengolahan sampah plastik pondok pesantren menjadi produk yang lebih bermanfaat, yakni paving block.

 

Gambar 1. Survey Lokasi Pondok Pesantren Syaichona Cholil Sepinggan

 

Proses pengolahan ini melibatkan beberapa tahapan utama, mulai dari pengumpulan sampah, pencacahan, pemanasan plastik hingga meleleh, hingga pencampuran dengan material lain (oli/pasir). Dalam inovasi ini, pasir digunakan untuk memberikan tekstur dan membentuk pori-pori drainase pada paving, sementara oli bekas ditambahkan sebagai bahan pengikat antara plastik cair dan pasir. Pihak mitra, khususnya para santri, turut berpartisipasi aktif dalam seluruh tahapan ini sebagai bentuk pembelajaran dan edukasi lingkungan secara langsung.

 

Gambar 2. Pembuatan Paving Block Bersama Santri

 

Melalui serangkaian uji coba, tim berhasil memproduksi tiga jenis paving block dengan variasi komposisi campuran plastik, pasir, dan oli bekas. Komposisi plastik yang lebih dominan menghasilkan paving yang padat dan permukaannya licin, sedangkan penambahan pasir menghasilkan paving dengan struktur yang lebih kasar dan memiliki pori-pori yang baik untuk serapan air. Ke depannya, program ini direncanakan untuk terus berlanjut melalui pengembangan alat pirolisis dan alat press paving block untuk meningkatkan kualitas serta efisiensi produksi di lingkungan pesantren.

 

Gambar 3. Tampak Depan & Belakang Komposisi Paving Block 1

 

Paving pertama dibuat dengan menggunakan 1.750 gram plastik dan 750 gram pasir. Pada tahap awal, plastik terlebih dahulu dipanaskan di atas wajan dan tungku hingga meleleh. Setelah plastik berubah menjadi cair, material tersebut kemudian dituangkan ke dalam cetakan, lalu ditambahkan pasir sebagai campuran. Selanjutnya, campuran tersebut didiamkan hingga mengeras dan membentuk paving. Hasil paving yang diperoleh memiliki permukaan bagian atas yang relatif licin dan kurang berpori. Hal ini disebabkan oleh komposisi plastik yang lebih dominan dibandingkan pasir, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih padat dan halus pada permukaan paving.

 

Gambar 4. Tampak Depan & Belakang Komposisi Paving Block 2

 

Paving kedua dibuat dengan komposisi 1.875 gram plastik, 200 ml oli bekas, dan 450 gram pasir Malang. Proses pembuatannya dilakukan dengan metode yang sama seperti pada paving pertama, yaitu plastik terlebih dahulu dipanaskan hingga mencair di atas wajan dan tungku. Setelah plastik menjadi cair, oli bekas ditambahkan ke dalam campuran sebagai bahan pengikat, kemudian pasir Malang dimasukkan dan diaduk hingga merata. Selanjutnya, campuran tersebut dituangkan ke dalam cetakan dan diamkan hingga mengeras. Hasil paving yang diperoleh memiliki permukaan yang halus, sedikit berpori, serta memiliki struktur yang padat. Hal ini dipengaruhi oleh penambahan oli bekas yang berfungsi sebagai pengikat tambahan antara plastik dan pasir, sehingga menghasilkan campuran yang lebih homogen dan kuat.

 

Gambar 5. Tampak Depan & Belakang Komposisi Paving Block 3

 

Paving ketiga dibuat dengan menggunakan campuran 1.730 gram plastik, 125 ml oli bekas, dan 645 gram pasir Malang. Proses pembuatannya dilakukan dengan perlakuan yang sama seperti pada pembuatan paving sebelumnya. Plastik terlebih dahulu dipanaskan hingga mencair, kemudian dicampurkan dengan oli bekas sebagai bahan pengikat, serta pasir Malang yang berfungsi memberikan tekstur pada campuran. Setelah seluruh bahan tercampur secara merata, adonan dituangkan ke dalam cetakan dan didiamkan hingga mengeras. Hasil paving yang diperoleh menunjukkan bahwa permukaan atas memiliki tekstur yang lebih kasar serta pori-pori yang lebih terasa dibandingkan dengan dua paving sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh komposisi bahan, khususnya peningkatan proporsi pasir yang membuat struktur paving menjadi lebih berpori dan tidak terlalu padat.

 

Dokumentasi :

 

Dokumentasi Sosialisasi dan Pembukaan Inovasi Sosial

 

Dokumentasi Kegiatan Pembuatan Paving Block

Tim Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat :
Mahasiswa:

1.    Andi Fikri Fauzan Djaelani Ibrahim (Teknik Perkapalan/JTK)
2.    Ahmad Faisal Rashid Jaelani (Teknik Perkapalan/JTK)
3.    Ervan Gibran Al Hakim (Teknik Perkapalan/JTK)
4.    Muhammad Zikri Faizal (Teknik Perkapalan/JTK)
5.    Aditya Ridho Nugroho (Informatika/JTEIB)
6.    Eka Purnamasari Arfat (Informatika/JTEIB)
7.    Muhammad Rivaldi (Informatika/JTEIB)
8.    Nabilla Nur Aini (Informatika/JTEIB)
9.    Rosita Dewi Safitri (Teknik Lingkungan/JTK)
10.    Salwa Derima (Teknik Lingkungan/JTK)
Dosen Pembimbing:
1.    Riza Alviany, S.T., M.T. (Teknik Kimia/JRI) 

 


Manfaat

1. Mengurangi jumlah sampah plastik yang sulit terurai dan menekan tingkat pencemaran lingkungan di area pondok pesantren.

2. Menghasilkan inovasi produk berupa paving block yang dapat digunakan sebagai alternatif material penutup permukaan tanah (halaman atau jalan) dan membantu mengurangi potensi genangan air.

3. Memberikan edukasi langsung kepada masyarakat dan santri mengenai pentingnya pengelolaan sampah serta pemanfaatan limbah menjadi barang bernilai guna tinggi.

4. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan konsep daur ulang (recycle) dan mendorong kreativitas dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
 

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya