Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata Pampang Samarinda Menuju Desa Wisata Berkelanjutan

  • Ketua Pengabdian: Olivia Febrianty Ngabito, M.Sn | Anggota : Sherlia, S.T., M.Eng, Fulkha Tajri M, S.Pd., M.Sn. , Wahyu Firmansyah , dan Arif Fathurrahman
  • Tahun Pengabdian: 2024

Deskripsi

Desa Wisata Pampang di Kota Samarinda dikenal sebagai salah satu destinasi budaya yang menawarkan keindahan alam serta kekayaan tradisi suku Dayak Kenyah. Desa ini menarik sekitar 5.000-7.000 wisatawan per tahunnya yang ingin menikmati pengalaman budaya autentik, mulai dari tarian tradisional hingga kerajinan tangan khas seperti anyaman, ukiran kayu, dan perhiasan tradisional. Namun, meskipun memiliki potensi besar, Desa Wisata Pampang masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan pariwisata dan sektor kerajinan tangan yang berkelanjutan. Salah satu daya tarik utama adalah Lamin Adat, rumah adat Dayak yang sering menjadi tempat pertunjukan budaya dan tarian tradisional. Fasilitas di Desa Pampang mencakup area parkir, toilet umum, dan kios-kios penjual suvenir. Namun, beberapa fasilitas ini masih memerlukan peningkatan untuk memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi wisatawan. Aksesibilitas yang buruk dan kurangnya fasilitas pendukung seperti akomodasi dan rumah makan juga dapat membatasi pertumbuhan sektor pariwisata. Selain itu, kurangnya pelatihan dalam pelayanan wisata juga dapat mengurangi kualitas pengalaman wisatawan di desa ini.

 

Tim pengabdian masyarakat telah melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Wisata Pampang di Kota Samarinda, dengan fokus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya Dayak. Dalam program ini, tim pengabdian melakukan tiga langkah utama: pertama, pembuatan merchandise berbasis budaya Dayak, seperti seni resin dan kerajinan tangan, dengan target menghasilkan minimal lima jenis produk, meningkatkan pendapatan masyarakat sebesar 20%, dan menjual hingga 500 unit dalam enam bulan pertama; kedua, pelatihan manajemen pembukuan keuangan yang menargetkan 80% peserta mampu mengelola keuangan usaha secara transparan, dengan peningkatan profitabilitas usaha hingga 15% dalam enam bulan; dan ketiga, pelatihan pengembangan media promosi melalui sosial media, yang diharapkan meningkatkan keterampilan pemasaran digital bagi 80% peserta, serta meningkatkan penjualan online produk sebesar 25% dalam enam bulan pertama. Dengan pendekatan ini, diharapkan Desa Pampang dapat memperkuat perekonomian lokal sekaligus meningkatkan daya tariknya sebagai destinasi wisata budaya berkelanjutan.

 

Melalui program ini, Desa Wisata Pampang diharapkan mampu menjadi desa wisata berkelanjutan yang tidak hanya melestarikan budaya Dayak, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Pendekatan yang terintegrasi antara pengembangan produk, manajemen usaha, dan promosi digital memberikan fondasi yang kuat untuk memaksimalkan potensi pariwisata budaya di desa ini, sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan dan memberikan dampak positif jangka panjang.

 


Manfaat

1. Peningkatan Keterampilan Produksi
Membantu masyarakat menghasilkan produk budaya Dayak yang berkualitas tinggi, seperti merchandise berbasis seni resin dan kerajinan khas lainnya.

2. Pelatihan Manajemen Usaha
Melatih masyarakat dalam manajemen pembukuan keuangan untuk mengelola usaha secara efektif dan transparan, mendukung keberlanjutan usaha jangka panjang.

3. Pengembangan Kemampuan Pemasaran
Memberikan pelatihan pemasaran digital melalui media sosial untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan, dan memperkenalkan budaya Dayak kepada audiens yang lebih luas.

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya