Pemanfaatan Limbah Botol Oli Bengkel Berbahan Plastik HDPE Menjadi Produk Meja dan Tatakan Gelas Melalui Program REPLASTO

  • Ketua Pengabdian: Dr. Eng. Yunita Triana, M.Si.
  • Tahun Pengabdian: 2026

Deskripsi

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Salah satu permasalahan lingkungan yang masih banyak dijumpai di wilayah perkotaan adalah meningkatnya jumlah limbah plastik, termasuk limbah botol oli bekas dari aktivitas bengkel kendaraan bermotor. Limbah botol oli bekas memerlukan perhatian khusus karena masih mengandung residu oli yang dapat mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

 

Permasalahan tersebut menjadi perhatian mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) melalui program sosial bernama REPLASTO. Program ini berfokus pada pemanfaatan botol oli bekas berbahan plastik High Density Polyethylene (HDPE) untuk diolah menjadi produk perabotan rumah tangga berupa meja dan tatakan gelas. HDPE dipilih karena memiliki karakteristik kuat, tahan lama, dan masih dapat diolah kembali melalui proses daur ulang.

 

Ketua Kelompok REPLASTO, Aslam, menyampaikan bahwa ide program ini berangkat dari kondisi Kota Balikpapan yang terus berkembang. Peningkatan mobilitas masyarakat turut berdampak pada bertambahnya penggunaan kendaraan bermotor dan aktivitas bengkel. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah limbah botol oli bekas juga semakin meningkat.

 

“Balikpapan terus berkembang, mobilitas masyarakat semakin tinggi, dan penggunaan kendaraan bermotor juga ikut meningkat. Dari situ, aktivitas bengkel semakin banyak dan limbah botol oli bekas pun pasti bertambah,” ujar Aslam.

 

Aslam menilai bahwa botol oli bekas tidak hanya perlu dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai peluang untuk menghasilkan produk baru yang bermanfaat. Botol oli berbahan HDPE masih dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna apabila melalui proses pengolahan yang tepat.

 

“Kami melihat ini bukan hanya sebagai masalah lingkungan, tetapi juga sebagai peluang karena botol oli berbahan HDPE masih bisa diolah menjadi produk yang berguna,” katanya.

 

Kegiatan produksi REPLASTO dilaksanakan sejak 19 April hingga 22 Juni 2026 di Bank Sampah Sekolah Pantai Indonesia (SPI) Balikpapan. Lokasi kegiatan berada di kawasan SMKN 5 Balikpapan, Jalan Mulawarman No. 65, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur. Dalam pelaksanaannya, SPI Balikpapan berperan sebagai mitra utama yang mendukung kegiatan pengumpulan, pengolahan, serta edukasi pengelolaan limbah kepada masyarakat.

 

Gambar 1. Kegiatan pemilahan dan pemotongan botol oli bekas sebagai tahap awal proses pengolahan limbah HDPE

 

Melalui program ini, tim REPLASTO berhasil mengumpulkan sekitar 8 karung botol oli bekas. Berdasarkan hasil penimbangan, total limbah botol oli yang terkumpul mencapai sekitar 79,25 kg. Limbah tersebut kemudian diproses menjadi produk meja dan tatakan gelas berbahan plastik HDPE daur ulang. Produk hasil inovasi ini juga telah dipamerkan dalam kegiatan Expo Inovasi Sosial ITK pada 23 Juni 2026.

 

Proses pengolahan botol oli bekas dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dimulai dengan penimbangan karung berisi botol oli sebelum dibersihkan. Setelah itu, tim melakukan pemotongan botol oli menjadi beberapa bagian, pengupasan stiker merek, serta pencucian untuk membersihkan sisa kotoran dan residu oli yang masih menempel pada permukaan botol.

 

Setelah botol oli selesai dibersihkan, karung botol oli kembali ditimbang untuk mengetahui jumlah limbah yang siap diolah. Tahap berikutnya adalah pencacahan botol oli menggunakan mesin pencacah hingga menjadi serpihan plastik HDPE. Serpihan plastik tersebut kemudian masuk ke tahap pelelehan dan pencetakan menggunakan metode hot press hingga menjadi produk baru.

 

Gambar 2. Proses pencacahan botol oli bekas menjadi serpihan plastik HDPE sebelum tahap pelelehan dan pencetakan

 

Salah satu produk yang dihasilkan dalam program REPLASTO adalah tatakan gelas. Produk ini memiliki ukuran 9 cm x 8 cm x 5 mm. Setiap tatakan gelas memiliki berat sekitar 40 g dan membutuhkan sekitar 50 g serpihan plastik HDPE pada proses pembuatannya. Proses pelelehan tatakan gelas dilakukan menggunakan hot press selama sekitar 40 menit pada suhu sekitar 150°C, kemudian dilanjutkan dengan curing time selama 30 menit.

 

Gambar 3. Produk tatakan gelas berbahan plastik HDPE daur ulang hasil pengolahan limbah botol oli bekas

 

Selain tatakan gelas, tim REPLASTO juga menghasilkan produk meja. Meja tersebut memiliki ukuran 70 cm x 70 cm x 2 cm. Produk meja memiliki berat sekitar 8 kg dan membutuhkan sekitar 8 hingga 8,5 kg plastik HDPE daur ulang dalam proses pembuatannya. Proses pelelehan meja dilakukan selama sekitar 1 jam 30 menit pada suhu 260°C, kemudian dilanjutkan dengan curing time selama 1 jam.

 

Gambar 4. Produk meja berbahan plastik HDPE daur ulang hasil inovasi program REPLASTO

 

Melalui proses tersebut, limbah botol oli bekas yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan dapat diubah menjadi produk rumah tangga yang fungsional. Program ini tidak hanya membantu mengurangi limbah plastik, tetapi juga menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui pendekatan teknologi sederhana, kreativitas, dan kolaborasi bersama mitra masyarakat.

 

Program REPLASTO didampingi oleh tim pengabdian ITK, yaitu Dr. Eng. Yunita Triana, M.Si., Amilita Medisa Rizky Dharmayanti, M.Si., dan Rachmad Sulaksono Prabowo, S.T., M.T. Program ini juga melibatkan 10 mahasiswa dari berbagai program studi. Keterlibatan mahasiswa dalam program ini menjadi bagian dari upaya penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.

 

Sebagai bagian dari implementasi program, produk REPLASTO dipamerkan dalam kegiatan Expo Inovasi Sosial ITK pada 23 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan hasil inovasi kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah plastik, khususnya botol oli bekas, masih dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna.

 

Gambar 5. Pameran produk REPLASTO dalam kegiatan Expo Inovasi Sosial ITK pada 23 Juni 2026.

 

Aslam berharap REPLASTO tidak berhenti hanya sebagai proyek mahasiswa, tetapi dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengelola limbah plastik secara kreatif dan bermanfaat.

 

“Harapannya, REPLASTO tidak berhenti hanya sebagai proyek mahasiswa, tetapi bisa menjadi contoh bahwa pengelolaan limbah dapat dilakukan secara kreatif dan bermanfaat,” tutupnya.

 

Dokumentasi:

Foto bersama tim pengabdian Institut Teknologi Kalimantan, Kelompok REPLASTO, dan mitra Bank Sampah Sekolah Pantai Indonesia (SPI) Balikpapan.

 

Dokumentasi tim REPLASTO bersama mitra Bank Sampah SPI Balikpapan dalam pelaksanaan program pengolahan limbah botol oli bekas

 

Tim Pelaksana Pengabdian:
Dosen Pembimbing
1. Dr. Eng. Yunita Triana, M.Si. (Teknik Material dan Metalurgi, Fakultas Rekayasa Teknologi Industri)
2. Amilita Medisa Rizky Dharmayanti, M.Si. (Teknik Material dan Metalurgi, Fakultas Rekayasa Teknologi Industri)
3. Rachmad Sulaksono Prabowo, S.T., M.T.


Mahasiswa (Kelompok REPLASTO)
1.    Aslam (Teknik Material dan Metalurgi, Jurusan Teknologi Industri)
2.    Valentine Pasila (Teknik Industri, Jurusan Teknologi Industri)
3.    Slamat Zainuddin (Teknik Mesin, Jurusan Teknologi Industri)
4.    Marles Paelongan (Teknik Kimia, Jurusan Rekayasa Industri)
5.    Gadis Jiemria Amara (Teknik Kimia, Jurusan Rekayasa Industri)
6.    Muhammad Eridho Triwahyuda (Teknik Mesin, Jurusan Teknologi Industri)
7.    Diva Aulia Darmawan (Teknik Material dan Metalurgi, Jurusan Teknologi Industri)
8.    Ernayanti (Rekayasa Keselamatan, Jurusan Rekayasa Industri)
9.    Nur Hafizah Cantika Putri (Rekayasa Keselamatan, Jurusan Rekayasa Industri)
10.    Mutiyah Ramadhani (Teknik Industri, Jurusan Teknologi Industri)


Manfaat

Manfaat dari kegiatan pengabdian masyarakat melalui program REPLASTO mencakup peningkatan kepedulian terhadap pengelolaan limbah plastik, pemanfaatan limbah botol oli bekas menjadi produk bernilai guna, serta penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan mitra masyarakat. Adapun manfaat kegiatan ini adalah sebagai berikut:

 

1. Pemanfaatan limbah botol oli bekas berbahan plastik High Density Polyethylene (HDPE) membantu mengurangi potensi pencemaran lingkungan akibat limbah bengkel yang masih mengandung residu oli.

2. Pengolahan botol oli bekas menjadi produk meja dan tatakan gelas memberikan nilai guna baru terhadap limbah plastik yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah dan mencemari lingkungan.

3. Program ini menerapkan teknologi sederhana dalam pengelolaan limbah plastik melalui tahapan pengumpulan, pemotongan, pencucian, pencacahan, pelelehan, dan pencetakan menggunakan metode hot press.

4. Kegiatan ini mendorong terbentuknya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, di mana limbah tidak lagi dipandang sebagai bahan buangan, tetapi sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali.

5. Kolaborasi dengan Bank Sampah Sekolah Pantai Indonesia (SPI) Balikpapan mendukung proses pengumpulan, pengolahan, serta edukasi pengelolaan limbah kepada masyarakat.

6. Kegiatan pengabdian ini memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat, khususnya dalam bidang pengelolaan limbah plastik.

 

Melalui kegiatan ini, limbah botol oli bekas yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan dapat diolah menjadi produk rumah tangga yang fungsional. Selain memberikan manfaat lingkungan, program REPLASTO juga berpotensi mendorong kreativitas masyarakat dalam mengelola sampah plastik secara produktif dan berkelanjutan.

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya