Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Membangun Desa (PMMD) Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Tahun 2025–2026 yang dilaksanakan melalui skema Inovasi Sosial. Program ini bertujuan mendorong penerapan teknologi tepat guna dan pemberdayaan masyarakat melalui solusi yang sesuai dengan potensi serta kebutuhan mitra. Salah satu bentuk implementasi program tersebut dilakukan di P4S ABAS FARM KM. 12 melalui pembangunan sistem aquaponik yang memanfaatkan air kolam budidaya ikan lele sebagai sumber nutrisi bagi tanaman kangkung. P4S ABAS FARM KM. 12 merupakan salah satu tempat yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lokasi penerapan sistem pertanian terpadu. Di tempat ini terdapat kolam budidaya ikan lele yang airnya masih dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Sebelumnya, air kolam lele belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber nutrisi tanaman. Padahal, air kolam tersebut mengandung sisa metabolisme ikan dan bahan organik dari kegiatan budidaya yang dapat digunakan sebagai nutrisi alami. Oleh karena itu, kegiatan Inovasi Sosial ini dilakukan dengan membuat instalasi aquaponik yang menggabungkan budidaya lele dan tanaman kangkung dalam satu sistem sirkulasi air.
Aquaponik adalah sistem budidaya yang menggabungkan ikan dan tanaman dalam satu rangkaian. Pada sistem ini, air dari kolam ikan dialirkan ke tanaman, lalu tanaman memanfaatkan unsur hara dari air tersebut untuk tumbuh. Setelah itu, air dialirkan kembali ke kolam. Sistem ini dapat menjadi cara sederhana untuk memanfaatkan air kolam lele agar lebih berguna, mengurangi kebutuhan nutrisi tambahan pada tanaman, dan membantu sirkulasi air di kolam. Dalam kegiatan ini, tanaman yang digunakan adalah kangkung karena mudah tumbuh dan cocok untuk sistem berbasis air.
Instalasi aquaponik di P4S ABAS FARM dibuat menggunakan pipa PVC sepanjang kurang lebih 3 meter dengan 15 lubang tanam. Air dari kolam lele dialirkan menggunakan pompa air listrik menuju sistem filter sebelum masuk ke pipa tanaman. Sistem filter yang digunakan terdiri dari dua drum berkapasitas 60 liter. Filter pertama berisi pasir malang dan dilengkapi dengan sistem backwash, sedangkan filter kedua berisi jaring, batu kerikil, batu zeolit, busa, dan dakron. Penggunaan dua filter ini bertujuan agar air yang masuk ke pipa tanaman lebih bersih dan tidak membawa banyak endapan.
Pada awal kegiatan, instalasi hanya menggunakan satu filter. Namun, setelah lima hari digunakan, filter tersebut cepat jenuh dan menyebabkan endapan menumpuk, terutama di bagian akar tanaman kangkung yang berada di dalam pipa. Kondisi ini membuat instalasi harus dibersihkan ulang dan dapat menyulitkan mitra jika terus dibiarkan. Oleh karena itu, sistem kemudian diperbaiki dengan menambahkan filter pasir malang yang memiliki sistem backwash. Setelah menggunakan dua filter, endapan pada akar dan pipa sudah tidak terlihat secara fisik, aliran air menjadi lebih lancar, dan tanaman kangkung dapat tumbuh dengan baik.
Berdasarkan hasil uji kualitas air, sistem filtrasi pada instalasi aquaponik menunjukkan adanya perubahan pada beberapa parameter air. Nilai Total Suspended Solid (TSS) mengalami penurunan dari 92 mg/L sebelum filtrasi menjadi 33 mg/L setelah filtrasi. Penurunan ini menunjukkan bahwa filter mampu mengurangi padatan tersuspensi yang berasal dari kotoran, sisa pakan, maupun partikel organik dari kolam lele. Selain itu, kadar nitrat sebagai N mengalami peningkatan dari 0,65 mg/L menjadi 0,78 mg/L. Peningkatan nitrat ini menunjukkan bahwa air hasil filtrasi masih mengandung unsur hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman kangkung sebagai nutrisi alami.
Tabel 1. Hasil Uji Kualitas Air Sebelum dan Sesudah Filtrasi
|
Parameter |
Satuan |
Metode Uji |
Sebelum Filter |
Sesudah Filter |
|
Total Suspended Solid (TSS) |
mg/L |
APHA 2540 D - 2023 |
92 |
33 |
|
Nitrat (NO₃) |
mg/L |
APHA 4500-NO₃ B - 2023 |
0,65 |
0,78 |
Berdasarkan pengamatan selama 14 hari, sistem aquaponik yang telah diperbaiki menunjukkan hasil yang cukup baik. Tanaman kangkung dapat tumbuh tanpa tambahan nutrisi khusus karena kebutuhan nutrisinya berasal dari air kolam lele. Kondisi ikan lele juga terlihat normal dan tidak menunjukkan gangguan secara fisik selama pengamatan. Selain itu, sirkulasi air yang dibantu pompa listrik membuat air kolam tidak diam, sehingga sistem ini juga dapat berfungsi sebagai pengganti aerator sederhana.
Walaupun sistem ini memberikan hasil yang baik, tetap diperlukan perawatan secara rutin. Filter pasir malang perlu dilakukan backwash setiap 2–3 hari agar tidak jenuh dan tidak menyebabkan penyumbatan. Kendala yang ditemukan saat proses backwash adalah sumber air yang digunakan berasal dari air sumur tanpa filter. Karena itu, air perlu dialirkan terlebih dahulu sekitar 15–30 menit sampai lebih bersih agar tidak membuat sistem mampet. Dengan jadwal perawatan yang teratur, kendala ini masih bisa dikelola oleh mitra.
Kegiatan Inovasi Sosial ini juga memiliki nilai edukasi karena P4S ABAS FARM merupakan tempat yang memiliki banyak pengunjung. Instalasi aquaponik yang dibuat dapat menjadi contoh langsung penerapan pertanian terpadu antara budidaya ikan dan tanaman. Selain itu, kegiatan ini juga membantu meningkatkan pemahaman peserta mengenai sistem aquaponik. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat 15 peserta yang mengikuti kegiatan dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 64,67% dan nilai rata-rata post-test sebesar 78,67%. Kenaikan nilai sebesar 14 poin persentase atau sekitar 21,65% menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan praktik langsung dapat membantu peserta memahami konsep dan cara perawatan aquaponik dengan lebih baik.
Tabel 2. Persentase Jawaban Benar Peserta pada Pre-Test dan Post-Test Kegiatan Aquaponik
|
No |
Pertanyaan Pre-test dan Post-test |
Persentase Jawaban Benar (Pre-test) |
Persentase Jawaban Benar (Post-test) |
|
1. |
Sistem aquaponik adalah gabungan dari: |
60% |
80% |
|
2. |
Prinsip utama aquaponik adalah |
66,67% |
86,67% |
|
3. |
Jika filtrasi tidak bekerja dengan baik, maka: |
53,33% |
73,33% |
|
4. |
Fungsi utama filter pasir malang adalah: |
73,33% |
73,33% |
|
5. |
Fungsi zeolit dalam filtrasi adalah: |
60% |
60% |
|
6. |
Air yang sudah disaring dan digunakan tanaman akan: |
66,67% |
93,33% |
|
7. |
Urutan sistem aquaponik yang benar adalah: |
80% |
80% |
|
8. |
Keunggulan utama aquaponik adalah: |
40% |
80% |
|
9. |
Tujuan backwash pada filter adalah: |
66,67% |
80% |
|
10. |
Keberhasilan aquaponik dipengaruhi oleh: |
80% |
80% |
Secara keseluruhan, kegiatan pemanfaatan kolam lele melalui sistem aquaponik di P4S ABAS FARM KM. 12 telah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi mitra. Sistem ini dapat membantu produksi tanaman kangkung, mengurangi kebutuhan nutrisi tambahan, membantu sirkulasi air kolam lele, serta menjadi media edukasi bagi pengunjung. Dengan adanya pengelolaan lanjutan dari pihak mitra, instalasi aquaponik ini berpotensi untuk terus dikembangkan sebagai contoh inovasi sosial berbasis pertanian terpadu yang sederhana, efisien, dan berkelanjutan.
Dokumentasi :
(1) Dokumentasi Pembuatan Instalasi Aquaponik

(2) Dokumentasi Sistem Filtrasi Aquaponik

(3) Dokumentasi Hasil Pertumbuhan Kangkung

Tim Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat:
1. Jendrik Pardede (Teknik Lingkungan/Jurusan Teknologi Kemaritiman)
2. Khairunisya Janatul Nadiah (Teknik Lingkungan/Jurusan Teknologi Kemaritiman)
3. Alvin Glorio Sampe (Teknik Lingkungan/Jurusan Teknologi Kemaritiman)
4. Noor Soniya Saruna (Teknik Lingkungan/Jurusan Teknologi Kemaritiman)
5. Karen Cleovenna Sitepu (Teknik Lingkungan/Jurusan Teknologi Kemaritiman)
6. Daffa Agra Sudanta Sonjaya (Teknik Perkapalan/Jurusan Teknologi Kemaritiman)
7. Girindra Aulia Kadhafi (Teknik Perkapalan/Jurusan Teknologi Kemaritiman)
8. Fiqri Pawae (Teknik Perkapalan/Jurusan Teknologi Kemaritiman)
9. Muhammad Agims (Teknik Perkapalan/Jurusan Teknologi Kemaritiman)
10. Ahmad Adrian Syahputra (Teknik Perkapalan/Jurusan Teknologi Kemaritiman)
11. Husein Syahab, S.T., M.T. (Teknik Perkapalan/Jurusan Teknologi Kemaritiman)
12. Muhammad Anjas Syam, S.T. M.T. (Sistem Perkapalan/Jurusan Teknologi Kemaritiman)
1. Memberikan alternatif penerapan sistem aquaponik dengan memanfaatkan air kolam lele sebagai sumber nutrisi alami bagi tanaman kangkung.
2. Meningkatkan efisiensi penggunaan air melalui sistem resirkulasi sehingga mengurangi kebutuhan nutrisi tambahan pada tanaman.
3. Membantu meningkatkan kualitas air melalui sistem filtrasi mekanis dan biologis sehingga mendukung pertumbuhan ikan dan tanaman.
4. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengoperasikan serta merawat sistem aquaponik secara mandiri.
5. Menjadi media edukasi bagi pengelola dan pengunjung P4S Abas Farm mengenai penerapan
6. Pertanian terpadu yang berkelanjutan.
7. Menjadi contoh inovasi sosial berbasis teknologi tepat guna yang sederhana, mudah diterapkan, dan berpotensi direplikasi oleh masyarakat.