Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di RT 54 KM 11 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Wilayah ini dipilih karena memiliki potensi dan permasalahan lingkungan yang cukup kompleks, terutama terkait pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat. Tim mahasiswa berkolaborasi dengan warga setempat untuk melaksanakan berbagai program yang bersifat edukatif, kreatif, dan lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan limbah rumah tangga.
Program pertama yang dijalankan adalah pembukaan dan sosialisasi peduli lingkungan. Pada tahap ini, tim pengabdian memberikan pemahaman kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, bahaya penumpukan sampah rumah tangga, serta peluang pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan mereka dalam diskusi mengenai permasalahan lingkungan yang selama ini terjadi di sekitar tempat tinggal mereka.
Tahap kedua adalah pelatihan pemanfaatan plastik flakes. Masyarakat diajak terlibat dalam proses pengumpulan, pemilahan, pencucian, hingga pencacahan sampah plastik menjadi bentuk flakes yang lebih mudah diolah. Hasil plastik flakes tersebut kemudian digunakan untuk membuat produk sederhana seperti gantungan kunci dan wadah serbaguna. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh keterampilan dasar dalam mendaur ulang plastik serta memahami nilai ekonomis dari produk daur ulang yang dapat dijual kembali.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pemanfaatan minyak jelantah sebagai tahap ketiga. Pelatihan ini meliputi proses penjernihan minyak jelantah melalui penyaringan dan pemanasan, kemudian dilanjutkan dengan teknik pembuatan lilin aromaterapi. Peserta diberikan kesempatan untuk mencampur minyak dengan pewarna, pewangi, dan menuangkan ke dalam cetakan hingga menjadi lilin aromaterapi yang menarik. Produk lilin yang dihasilkan memiliki kualitas baik dan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.
Tahap terakhir adalah pelatihan pembuatan akun Shopee sebagai bentuk edukasi pemasaran digital. Peserta diajarkan cara membuat akun, mengatur tampilan toko, mengunggah foto produk, menuliskan deskripsi yang menarik, serta menetapkan harga dan metode pengiriman. Pelatihan ini memberikan bekal penting bagi warga agar mampu memasarkan produk daur ulang plastik maupun lilin aromaterapi secara online, sehingga jangkauan pemasaran mereka dapat lebih luas dan berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat, tetapi juga memberikan keterampilan praktis serta peluang usaha baru yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Seluruh rangkaian program kemudian ditutup melalui kegiatan penutupan pengabdian masyarakat yang dihadiri warga dan perangkat RT, berisi presentasi Website Profile RT 54 yang telah dikembangkan untuk mendukung digitalisasi informasi warga, penyampaian hasil program kerja, pengisian kuesioner evaluasi, serta penyerahan kenang-kenangan berupa tempat sampah dan buku sebagai simbol keberlanjutan program. Acara penutupan ini menjadi momen refleksi sekaligus apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat, menegaskan bahwa kegiatan pengabdian ini telah memberikan dampak positif baik dari sisi lingkungan, keterampilan, maupun pemberdayaan ekonomi warga.
Tim Pelaksana Pengabdian:
1. Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mengelola sampah dengan benar.
2. Memberikan keterampilan baru kepada warga dalam memanfaatkan plastik flakes menjadi produk bernilai ekonomis.
3. Mengajarkan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sehingga mengurangi limbah berbahaya dan menambah peluang usaha.
4. Membekali warga dengan kemampuan pemasaran digital agar dapat menjual produk secara online dan meningkatkan peluang usaha dari pemanfaatan limbah rumah tangga.