Institut Teknologi Kalimantan (ITK) melalui mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Perumahan Taman Sari RT. 25, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan. Kelompok 3I Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang dibimbing oleh Ibu Memik Dian Pusfitasari, S.T., M.T. mengambil kegiatan berjudul “Pembuatan Sistem Aquaponik dan Pemanfaatan Olahan dari Hasil Aquaponik di Perumahan Taman Sari RT. 25 Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan”.
Gambar 1. Foto bersama antara mahasiswa ITK dan warga RT 25 Kelurahan Graha Indah
Potensi yang ada di Perumahan Taman Sari RT 25 adalah adanya kolam ikan dan hidroponik yang dalam kurun waktu tertentu sempat tidak terkelola. Kedua potensi ini dapat dijadikan satu kesatuan menjadi aquaponik. Sistem aquaponik dipilih karena penggabungan antara budidaya ikan dengan hidroponik yang menyebabkan lebih efisiennya nutrisi yang diterima oleh ikan dan tanaman hidroponik. Pada pengelolaannya budidaya ikan dan hidroponik ini mengalami masalah yang serius dimana green house yang dipakai rusak terkena angin yang sangat kencang pada saat hujan. Selain itu sistem pengelolaan yang tidak teratur menyebabkan kurang terawatnya ikan dan tanaman. Pentingnya pembuatan sistem aquaponik dan green house yang kokoh serta sistem pengelolaan sistem aquaponik yang tepat merupakan tujuan utama KKN 3I ITK. Sistem aquaponik yang dibangun kemudian dilengkapi dengan tenaga listrik dari panel surya yang sebelumnya telah dimiliki oleh warga RT 25 yang sebelumnya belum termanfaatkan untuk menggerakkan pompa dan penerangan di dalam green house.
Gambar 2 Green House Aquaponik yang Selesai dibangun
Tidak hanya berhenti sampai disana, Produk turunan dikembangkan untuk meningkatkan nilai jual dari hasil tanaman aquaponik. Selain itu juga dilakukan pengenalan dan pemasaran produk turunan agar masyarakat mengenal produk turunan yang sudah di buat. Produk turunan yang dibuat adalah nugget dari ikan lele. Ikan lele diambil dagingnya saja kemudian ditambahkan tepung terigu, tepung kanji, telur, bumbu halus sesuai takaran pembuatan nugget. Daging lele dan tepung dicampur secara merata kemudian dibuat berbentuk balok. Terakhir bagian luar nugget dilumuri tepung panir dan disimpan dalam wadah tertutup dan dimasukkan ke dalam kulkas. Selain nugget lele, juga ada produk turunan yang menggunakan bahan dasar sawi yakni keripik sawi. Keripik sawi dibuat dengan cara memisahkan setiap helai daun yang kemudian dilumuri dengan tepung terigu dan tepung kanji. Pada tepung terigu ditambahkan bumbu-bumbu dan penyedap rasa untuk memberikan rasa gurih pada keripik sawi.
Gambar 3 Hasil pelatihan produk turunan hasil aquaponik : nugget lele (kiri) dan keripik sawi (kanan)
Pelaksanaan kegiatan KKN pembuatan aquaponik dan pemanfaatan produk turunan secara garis besar berjalan dengan baik. Faktor yang sangat membantu dalam kelancaran semua kegiatan KKN ini adalah dukungan serta partisipasi dari pihak mitra maupun dosen pembimbing. Pihak mitra yang sangat membantu dalam pembuatan aquaponik dimana mitra telah banyak menyisihkan waktu dan tenaga dalam membantu program kerja KKN. Arahan dari dosen sangat membantu saat terjadi kebingungan dalam kegiatan kegiatan yang akan dilakukan pada tiap minggunya. Diharapkan semua program kerja yang telah dilakukan dapat berdampak baik pada masyarakat dan terus berkelanjutan.
1. Mengenalkan teknologi budidaya ikan sekaligus sayur secara terintegrasi sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan dalam hal ini kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan sayur dan ikan.
2. Memberikan alternatif usaha berbasis hasil aquaponik dan produk turunannya.