Balikpapan, 2026 — Tim mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pengembangan Ecobrick dan Paving Block sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Plastik dalam Mendukung Program Adiwiyata di SMA Negeri 6 Balikpapan”. Kegiatan ini merupakan bagian dari program inovasi sosial yang dilaksanakan oleh mahasiswa dari Program Studi Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Lingkungan, dan Rekayasa Keselamatan di bawah bimbingan bapak Muhammad Huzair T, S.T., M.T. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan siswa dalam mengelola sampah plastik melalui penerapan konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) serta mendukung terwujudnya sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi dan koordinasi bersama pihak SMA Negeri 6 Balikpapan yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta Km 4,5, Balikpapan Utara. Tim kemudian melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi kondisi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah serta menentukan titik-titik strategis untuk penempatan produk ecobrick dan paving block. Melalui pendekatan kolaboratif bersama pihak sekolah, area taman dipilih sebagai lokasi utama implementasi program karena memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang hijau yang lebih tertata, bersih, dan memiliki nilai edukatif bagi seluruh warga sekolah.
Setelah tahap persiapan, tim mahasiswa melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai bahaya sampah plastik dan pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Materi yang disampaikan meliputi pengertian sampah plastik, dampaknya terhadap lingkungan, konsep ecobrick, serta pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara interaktif melalui presentasi, demonstrasi produk, serta sesi diskusi dan tanya jawab sehingga siswa dapat memahami materi dengan lebih mudah dan menyenangkan.
Para siswa kemudian dilibatkan secara aktif dalam praktik pembuatan ecobrick. Sampah plastik yang telah dipilah, dibersihkan, dan dikeringkan dimasukkan ke dalam botol plastik hingga mencapai tingkat kepadatan tertentu sehingga menghasilkan ecobrick yang kuat dan siap dimanfaatkan. Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada proses pembuatan paving block berbahan limbah plastik melalui demonstrasi sederhana. Kegiatan praktik ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai cara mengolah limbah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna dan manfaat bagi lingkungan.
Setelah rangkaian sosialisasi dan pelatihan selesai dilaksanakan, tim mahasiswa ITK mulai memasuki tahap implementasi dengan memanfaatkan ecobrick dan paving block yang telah dibuat sebagai bagian dari penataan lingkungan sekolah. Produk-produk tersebut dipasang pada area taman sekolah sebagai elemen dekoratif sekaligus media edukatif yang mengingatkan warga sekolah mengenai pentingnya mengurangi dan mengelola sampah plastik secara bertanggung jawab. Pemanfaatan hasil karya siswa ini tidak hanya memberikan manfaat fungsional, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih, nyaman, dan ramah lingkungan.
Keberhasilan program dievaluasi melalui pelaksanaan pre-test dan post-test yang diberikan kepada peserta kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa memiliki tingkat pemahaman yang sangat baik mengenai pengelolaan sampah plastik, konsep 3R, pembuatan ecobrick, serta pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block. Kegiatan praktik secara langsung semakin memperkuat pemahaman siswa dan mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan di sekolah.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim mahasiswa juga menyerahkan panduan pembuatan ecobrick dan paving block kepada pihak SMA Negeri 6 Balikpapan. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ini dan berkomitmen untuk melanjutkan pengelolaan sampah plastik berbasis ecobrick sebagai bagian dari penguatan Program Adiwiyata di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, mahasiswa ITK tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan sampah plastik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui tindakan nyata. Program ini diharapkan dapat menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi oleh sekolah-sekolah lain di Kota Balikpapan maupun wilayah lainnya. Dengan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dan masyarakat, terbuka peluang besar untuk menciptakan perubahan lingkungan yang lebih luas dan berkelanjutan di masa depan.
Tim pengabdian kepada masyarakat Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan ini, khususnya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITK, Kepala Sekolah dan seluruh keluarga besar SMA Negeri 6 Balikpapan, serta dosen pembimbing bapak Muhammad Huzair T, S.T., M.T. Seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik berkat kolaborasi, dedikasi, dan kerja sama semua pihak, dan semoga kegiatan ini membawa manfaat berkelanjutan bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Tim Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat:
1. Ir. Arief Nugraha Pontoh, S.T., M.Eng.
2. Zahrotur Rahmania Firliani S.Ars., M.Ars
3. Asilia Ilyas
4. Daiva Agatha
5. Annisa Rahma Nurhalima Ekananda Rhiestandy
6. Elda Seftiyana
7. Mayzwa Wahidiyah
8. Ragama Tajus Nabawi
9. Devina Dwi Winata
10. Elisa Rusdyana
11. Firda Juliana Siregar
12. Eka Maya Silvia
1. Meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pengelolaan sampah plastik.
2. Mengurangi volume sampah plastik di lingkungan sekolah.
3. Mendukung pelaksanaan Program Adiwiyata di SMA Negeri 6 Balikpapan.
4. Membiasakan siswa untuk memilah dan memanfaatkan sampah plastik.
5. Mengembangkan kreativitas siswa dalam membuat EcoBrick.
6. Menjadikan EcoBrick sebagai media pembelajaran lingkungan yang praktis.
7. Mengubah sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna.
8. Menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.
9. Menumbuhkan budaya peduli lingkungan bagi seluruh warga sekolah.
10. Mendukung upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.