Limbah Kopi Disulap Jadi Pupuk Organik, Inovasi Sosial Mahasiswa ITK di Balikpapan

  • Ketua Pengabdian: Prasis Damai Nursyam Hamijaya, S.P, M.M
  • Tahun Pengabdian: 2025

Deskripsi

Balikpapan - Pertumbuhan coffee shop di Kota Balikpapan membawa dampak ganda. Di satu sisi, aktivitas ekonomi semakin hidup, namun di sisi lain muncul persoalan limbah ampas kopi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Menyikapi kondisi tersebut, tim mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menggagas sebuah inovasi sosial dengan mengolah ampas kopi menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi masyarakat.
 

Kegiatan ini dilaksanakan di Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, pelaku usaha, dan masyarakat. POTOKOFFIE berperan sebagai mitra penyedia bahan baku, sementara petani anggrek di kawasan Ringroad Balikpapan serta warga sekitar menjadi penerima manfaat utama dari program ini. 
 

 

 

Gambar 1 Dokumentasi Penerimaan Limbah Ampas Kopi kepada Tim
 

 

Kolaborasi dengan POTOKOFFIE menjadi titik awal kegiatan inovasi sosial ini. Ampas kopi yang dihasilkan dari aktivitas harian coffee shop dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku pupuk organik. Bagi mitra usaha, keterlibatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam upaya pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab, sekaligus memperkuat peran usaha lokal dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. 
 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa produk pupuk, tetapi juga menjalani proses pembelajaran langsung di lapangan. Kegiatan pengolahan limbah kopi menjadi pupuk organik menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kepedulian sosial, kemampuan kolaborasi, serta pemahaman terhadap isu lingkungan yang dekat dengan kehidupan masyarakat perkotaan.
  

 

 

Gambar 2 Distribusi Pupuk Organik kepada Petani Anggrek di Ringroad Balikpapan dan Warga Sekitar
 

 

Dampak paling nyata dari program ini terlihat pada tahap distribusi pupuk organik kepada masyarakat. Pupuk yang dihasilkan disalurkan kepada petani anggrek di kawasan Ringroad Balikpapan, Kalimantan Timur, serta kepada warga sekitar yang aktif berkebun. Penyaluran ini dilakukan secara langsung dan menjadi momen interaksi antara mahasiswa dan penerima manfaat.
 

Bagi petani anggrek, pupuk organik berbahan ampas kopi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas media tanam dan mendukung pertumbuhan tanaman secara lebih berkelanjutan. Sementara itu, bagi warga sekitar, pupuk ini menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan terjangkau untuk menunjang kegiatan berkebun skala rumah tangga. Melalui interaksi langsung tersebut, tim mahasiswa juga berbagi pengetahuan singkat mengenai pemanfaatan pupuk organik, sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti pada produk, tetapi juga pada peningkatan pemahaman masyarakat.
 

Melalui rangkaian kegiatan ini, limbah kopi yang sebelumnya dipandang sebagai sisa tak berguna berhasil diubah menjadi sumber daya yang bernilai. Inovasi sosial yang digagas mahasiswa ITK ini menunjukkan bahwa kolaborasi sederhana antara dunia akademik, pelaku usaha, dan masyarakat dapat melahirkan solusi berkelanjutan yang berdampak nyata bagi lingkungan dan kehidupan sosial di Kota Balikpapan.
 

Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk mengembangkan inisiatif serupa, sehingga pengelolaan limbah berbasis kolaborasi dapat terus diperluas dan memberi manfaat yang lebih luas.

 

 

Tim Pelaksana Pengabdian :

1.    Prasis Damai Nursyam Hamijaya, S.P, M.M / NIP 198709272022031001 (Bisnis Digital/FSTI/ITK)
2.    Muhammad Abu Yazid C. R / NIM 20231043 (Bisnis Digital/JTEIB/ITK)
3.    Reza Ardian / NIM 20231066 (Bisnis Digital/JTEIB/ITK)
4.    Ahcmad Alvian Yahya / NIM 20231005 (Bisnis Digital/JTEIB/ITK)

 


Manfaat

1. Kegiatan ini membantu mitra dalam mengelola limbah ampas kopi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Ampas kopi yang sebelumnya dibuang sebagai sampah kini diolah menjadi produk pupuk organik bernilai guna. Selain mengurangi timbulan limbah organik, program ini juga memberikan nilai tambah citra (branding positif) bagi POTOKOFFIE sebagai pelaku usaha yang peduli terhadap lingkungan dan menerapkan prinsip ekonomi sirkular, tanpa menambah beban operasional harian mitra.

 

2. Pupuk organik hasil pengolahan ampas kopi memberikan alternatif pupuk ramah lingkungan yang mudah diaplikasikan dan terjangkau. Bagi petani anggrek, pupuk ini membantu meningkatkan kesuburan media tanam, memperbaiki struktur tanah, serta mendukung pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan. Sementara itu, bagi warga sekitar, terutama yang melakukan kegiatan berkebun dan menanam tanaman hias atau sayuran, pupuk organik ini dapat menekan biaya pembelian pupuk kimia sekaligus meningkatkan kesadaran akan pemanfaatan limbah organik di lingkungan sekitar.

 

3. Kegiatan ini berkontribusi dalam mengurangi volume limbah organik yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan mengolah ampas kopi menjadi pupuk organik, program ini mendukung upaya pengelolaan sampah berkelanjutan, mengurangi potensi pencemaran lingkungan, serta mendorong praktik ramah lingkungan berbasis daur ulang limbah.

 

4. Program ini memperkuat hubungan antara pelaku usaha, mahasiswa, dan masyarakat dalam satu ekosistem kolaboratif. Distribusi pupuk disertai edukasi singkat mengenai cara penggunaan pupuk organik memberikan peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pertanian berkelanjutan dan ekonomi sirkular.

 

5. Bagi tim pelaksana, kegiatan ini menjadi sarana penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan secara langsung di masyarakat, khususnya dalam bidang inovasi sosial dan bisnis berkelanjutan. Model kegiatan yang sederhana dan aplikatif juga berpotensi direplikasi oleh coffee shop lain maupun komunitas masyarakat di wilayah berbeda.

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya