Peningkatan jumlah penduduk dalam suatu daerah tidak hanya memberikan dampak positif melainkan membawa dampak negatif yang turut dirasakan khususnya bagi kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan sendiri merupakan suatu tolak ukur dalam menentukan apakah suatu individu berada dalam kondisi sejahtera. Indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat kesejateraan masyarakat terdiri dari 8 bidang, antara lain kependudukan, kesehatan dan gizi, pendidikan, ketenagakerjaan, taraf dan pola konsumsi, perumahan dan lingkungan, kemiskinan serta sosial. Dalam hal ini 8 indikator yang disampaikan tidak lepas kaitannya dengan pengaruh ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dalam suatu wilayah mampu mendorong pertumbuhan nilai dari ke 8 bidang tersebut. Meningkatnya ekonomi akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat sehingga hal ini dapat diartikan bahwa masyarakat tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan dasar. Artinya, semakin tinggi ekonomi masyarakat dalam suatu wilayah mampu mempengaruhi pertumbuhan aspek kesejahteraan yang lainnya.
Balikpapan merupakan salah satu kota yang berada di provinsi Kalimantan Timur dengan total jumlah penduduk yang mengalami kenaikan tahun 2023 berdasarkan Disdukcapil mencapai angka 733.396 jiwa. Jumlah penduduk ini mengalami kenaikan sebesar 2% dari tahun 2022 yang mencapai 14.973 jiwa. Kenaikan jumlah penduduk tersebut disebabkan oleh 2 faktor yakni kelahiran dan pendatang. Salah satu wilayah di Balikpapan yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan memiliki dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Balikpapan adalah Kelurahan Klandasan Ilir. Kondisi lingkungan di wilayah ini masih bisa terbilang kurang baik. Kondisi ini bisa dilihat dari tempat pembuangan sampah yang tidak ditemukan dengan mudah, masih banyak masyarakat yang membuang sampah di laut, kurangnya fasilitas pengelolaan sampah, pengelolaan limbah yang kurang baik dan kurangnya kesadaran warga atas kebersihan lingkungan.
Berdasarkan permasalahan yang ditemukan dengan melihat adanya peluang yang ada terkait sampah, maka kondisi ini bisa dimanfaatkan dalam peningkatan kesejahteraan warga yang bisa dikolaborasikan antara 3 pihak yakni pemerintah, akademis, dan masyarakat sebagai pelaku bisnis. Dimana peran pemerintah sebagai fasilitator kegiatan, akademis selaku tim pelaksana dan tim ahli terkait lingkungkan serta teknologi, dan masyarakat sebagai pelaku utama atas suksesnya kegiatan pengabdian. Tujuan kegiatan dicapai dengan melakukan inisiasi kepada warga dalam bentuk sosialisasi. Sosialisasi diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan edukasi dan kesadaran warga dalam mengelola sampah secara bijak. Sosialisasi akan dilakukan dengan mendatangkan narasumber sesuai dengan keahliannya dalam bidang sampah baik dalam bidang jenis sampah anorganik dan organik.
Berkaitan dengan upaya peningkatan kesejahteraan, tim pengabdian membuat TTG dalam bentuk aplikasi digital. Aplikasi difungsikan sebagai alat bantu mengelola sampah terpilah. Dimana, untuk sampah yang dihasilkan diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyrakat kelurahan klandasan ilir.
1. Memberikan edukasi pengelolaan sampah
2. Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan
3. Peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat