Tim Pengabdian kepada Masyarakat Gabungan dari Program Studi Teknik Kimia, Teknik Elektro dan Teknik Mesin, Institut Teknologi Kalimantan (ITK), melaksanakan kegiatan bertajuk “Implementasi dan Sosialisasi Alat Filter Cerdas Berbasis Internet of Things (IoT) untuk Pengolahan dan Monitoring Air Sumur Bor di Kebun Wisata Edukasi KM 12”. Kegiatan ini merupakan upaya penerapan teknologi tepat guna dalam meningkatkan kualitas air bersih sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi digital di bidang pengolahan air. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 25 peserta terdiri dari Gabungan Kelompok Tani Makmur KM 12, staff pekerja Kebun Edukasi wisata KM 12, dan para siswa magang dari SMKN 19 samarinda jurusan pertanian.
Latar Belakang Kegiatan
Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama dalam menunjang aktivitas sehari-hari maupun keberlangsungan kegiatan pertanian dan perkebunan. Kebun Edukasi Wisata KM 12 yang berlokasi di Balikpapan memanfaatkan air sumur bor sebagai sumber utama untuk memenuhi kebutuhan air. Namun, berdasarkan hasil observasi lapangan, kualitas air yang digunakan masih menunjukkan kondisi yang kurang optimal. Air sumur bor yang tersedia memiliki tingkat kekeruhan yang cukup tinggi dan belum melalui proses pengolahan maupun pemantauan kualitas secara berkala.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan apabila digunakan secara terus-menerus. Kandungan padatan terlarut (Total Dissolved Solids/TDS) yang tinggi serta nilai pH yang tidak sesuai standar dapat memengaruhi kualitas air, meningkatkan risiko gangguan kesehatan, serta menyebabkan terbentuknya endapan yang dapat mempercepat kerusakan peralatan dan menurunkan kualitas hasil perkebunan. Selain itu, perubahan kualitas air akibat faktor lingkungan tidak dapat diketahui secara cepat karena proses pemantauan masih dilakukan secara konvensional dan membutuhkan pengukuran secara manual.
Melihat kondisi tersebut, Tim Inovasi Sosial Institut Teknologi Kalimantan menghadirkan solusi berupa Smart Water Treatment berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini mengintegrasikan teknologi filtrasi air dengan sistem monitoring kualitas air secara real-time. Proses filtrasi dilakukan menggunakan beberapa media penyaring untuk mengurangi kekeruhan dan kandungan zat terlarut dalam air, sedangkan sensor pH dan sensor TDS yang terhubung dengan mikrokontroler ESP32 digunakan untuk memantau kualitas air secara berkelanjutan. Data hasil pengukuran kemudian ditampilkan melalui aplikasi thingsboard.cloud pada smartphone sehingga kondisi air dapat dipantau dengan mudah kapan saja dan di mana saja.
Melalui penerapan teknologi ini, diharapkan kualitas air sumur bor di Kebun Edukasi Wisata Pak Agus KM 12 dapat meningkat sehingga lebih aman dan layak digunakan. Selain itu, pemanfaatan teknologi berbasis IoT diharapkan mampu meningkatkan kesadaran serta kemandirian mitra dalam mengelola sumber daya air secara efektif dan berkelanjutan.
Inovasi Teknologi Filter Cerdas Berbasis IoT
Melalui kegiatan pengabdian ini, tim Institut Teknologi Kalimantan (ITK) merancang dan mengimplementasikan Smart Water Treatment System yang mengintegrasikan teknologi filtrasi air dengan sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT). Inovasi ini dikembangkan sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas air sumur bor sekaligus mempermudah proses pemantauan kondisi air secara berkelanjutan.
Sistem yang dikembangkan terdiri atas beberapa komponen utama, yaitu unit filtrasi bertingkat yang berfungsi untuk menyaring partikel tersuspensi dan mengurangi kandungan zat terlarut pada air sumur bor. Proses penyaringan dilakukan menggunakan beberapa media filtrasi yang disusun secara berlapis sehingga mampu meningkatkan kualitas air sebelum digunakan oleh mitra.
Selain sistem filtrasi, teknologi ini juga dilengkapi dengan sensor kualitas air berupa sensor pH dan sensor Total Dissolved Solids (TDS) yang terintegrasi dengan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pengolahan data yang memiliki modul Wi-Fi sehingga dapat mengirimkan data dengan bantuan internet. Data hasil pengukuran kemudian dikirim secara otomatis ke platform thingsboard.cloud sehingga pengguna dapat memantau kondisi kualitas air secara real-time melalui smartphone. Sistem ini memungkinkan pengguna mengetahui perubahan kualitas air dengan lebih cepat serta mempermudah proses evaluasi terhadap kinerja sistem filtrasi yang telah dipasang.
Keunggulan utama dari Smart Water Treatment System ini adalah kemampuannya dalam menyediakan informasi kualitas air secara kontinu tanpa memerlukan pengukuran manual yang berulang. Dengan adanya sistem monitoring berbasis IoT, pengguna dapat memperoleh data kualitas air secara lebih praktis, efisien, dan akurat. Selain itu, data yang tersimpan dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk memastikan bahwa air hasil pengolahan tetap berada pada kondisi yang aman dan layak digunakan.
Penerapan teknologi ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas air di Kebun Edukasi Wisata Pak Agus KM 12, tetapi juga mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna yang mudah dioperasikan serta mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu:
1. Survei dan Identifikasi Kebutuhan

Gambar 1. Survei Lokasi
Tim melakukan observasi lapangan untuk mengidentifikasi kondisi sumber air sumur bor, kebutuhan pengguna, serta permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan air di lokasi mitra. Selain melakukan pengamatan secara langsung, tim juga berdiskusi dengan pemilik dan pengelola Kebun Edukasi Wisata Pak Agus KM 12 untuk memperoleh informasi mengenai pemanfaatan air serta kendala yang selama ini dihadapi.
Selain observasi lapangan, tim juga melakukan wawancara dengan pengelola kebun untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam penggunaan air sumur bor. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa air yang digunakan sering terlihat keruh, belum pernah dilakukan pengujian kualitas secara berkala, dan belum tersedia sistem pemantauan yang dapat memberikan informasi kondisi air secara real-time.
2. Instalasi Alat Filter Cerdas

Gambar 2. Instalasi IoT
Setelah proses perancangan selesai, tim melakukan instalasi sistem Smart Water Treatment di area Kebun Edukasi Wisata Pak Agus KM 12. Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan unit filtrasi air dengan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau kualitas air secara berkelanjutan.
Proses instalasi mencakup pemasangan unit filtrasi bertingkat, sensor pH dan Total Dissolved Solids (TDS), mikrokontroler ESP32, serta jaringan komunikasi data yang terhubung dengan platform thingsboard.cloud. Seluruh komponen dirakit dan diuji untuk memastikan sistem dapat beroperasi dengan baik dalam kondisi lapangan.
Melalui implementasi ini, air sumur bor yang semula belum melalui proses pengolahan dapat disaring terlebih dahulu sebelum digunakan. Selain itu, pengguna juga dapat memantau parameter kualitas air secara real-time melalui perangkat smartphone, sehingga perubahan kondisi air dapat diketahui dengan lebih cepat dan akurat.
3. Pengujian Kinerja Sistem
Setelah proses instalasi selesai, tim melakukan pengujian untuk memastikan seluruh komponen sistem dapat berfungsi dengan baik. Pengujian dilakukan pada unit filtrasi maupun sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) guna mengevaluasi kinerja alat dalam mengolah air sumur bor serta memantau parameter kualitas air secara berkelanjutan.
Pada tahap ini, dilakukan pengukuran terhadap parameter kualitas air seperti pH, Total Dissolved Solids (TDS), dan kekeruhan (Turbidity) sebelum dan sesudah proses filtrasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan kualitas air secara signifikan. Nilai pH air yang semula berada pada rentang 4,2–4,6 meningkat menjadi 7,1–7,4 setelah proses filtrasi sehingga berada pada rentang netral yang sesuai untuk air bersih. Selain itu, kandungan TDS mengalami penurunan dari rata-rata 512 mg/L menjadi 186 mg/L atau sebesar 63,7%. Tingkat kekeruhan air juga menurun dari 5 NTU menjadi 0 NTU dengan efisiensi penyisihan mencapai 100%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem filtrasi yang diterapkan efektif dalam meningkatkan kualitas air sumur bor sehingga lebih layak digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional di Kebun Edukasi Wisata Pak Agus KM 12.
Selama proses pengujian, sistem monitoring berbasis IoT menunjukkan performa yang baik dengan tingkat keberhasilan transmisi data mencapai 98,7%. Data hasil pengukuran dapat ditampilkan secara real-time melalui dashboard thingsboard.cloud sehingga memudahkan pengguna dalam memantau perubahan kualitas air tanpa perlu melakukan pengukuran manual secara berkala.
4. Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Alat
Sebagai bagian penting dari program pengabdian, tim Institut Teknologi Kalimantan (ITK) juga melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan kepada pengelola Kebun Edukasi Wisata Pak Agus KM 12. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mitra mengenai pentingnya pengelolaan air bersih serta mendukung keberlanjutan pemanfaatan teknologi yang telah diterapkan.
Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga kualitas air bagi kesehatan dan lingkungan, prinsip kerja sistem filtrasi air, serta pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pemantauan kualitas air secara real-time. Selain itu, tim juga memberikan penjelasan mengenai cara pengoperasian dan perawatan alat, serta cara membaca dan menginterpretasikan data hasil monitoring yang ditampilkan melalui platform thingsboard.cloud.
Kegiatan pelatihan dilakukan secara interaktif dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan praktik langsung dalam mengoperasikan sistem yang telah dipasang. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelola Kebun Edukasi Wisata Pak Agus KM 12 dapat memahami cara kerja alat serta mampu melakukan pengoperasian dan perawatan sistem secara mandiri setelah program pengabdian selesai dilaksanakan.

Gambar 4. Sosialisasi dan Pelatihan
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan memberikan dampak positif terhadap pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan air bersih dan pemanfaatan teknologi IoT. Tingkat pemahaman peserta meningkat dari 54,3% sebelum pelatihan menjadi 87,6% setelah pelatihan. Selain itu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap program mencapai 92,4%, yang menunjukkan bahwa teknologi yang diterapkan diterima dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi mitra.
Dampak dan Manfaat Kegiatan
Implementasi Smart Water Treatment berbasis Internet of Things (IoT) di Kebun Edukasi Wisata Pak Agus KM 12 memberikan berbagai manfaat bagi mitra maupun masyarakat sekitar. Kehadiran sistem ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas air, tetapi juga mendukung pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan sumber daya air secara lebih efektif dan berkelanjutan.
1. Meningkatkan Kualitas Air
Sistem filtrasi yang diterapkan mampu meningkatkan kualitas air sumur bor secara signifikan. Nilai pH meningkat dari kondisi asam menjadi netral pada rentang 7,1–7,4. Kandungan Total Dissolved Solids (TDS) berhasil diturunkan sebesar 63,7% dari 512 mg/L menjadi 186 mg/L, sedangkan tingkat kekeruhan menurun dari 5 NTU menjadi 0 NTU. Hasil ini menunjukkan bahwa air hasil pengolahan memiliki kualitas yang lebih baik dan lebih layak digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional.
2. Monitoring Real-Time
Melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT), data kualitas air seperti nilai pH dan Total Dissolved Solids (TDS) dapat dipantau secara langsung melalui platform thingsboard.cloud. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengetahui kondisi air secara cepat dan melakukan tindakan yang diperlukan apabila terjadi perubahan kualitas air.
3. Efisiensi Operasional
Sistem monitoring yang terintegrasi memungkinkan proses pengawasan kualitas air dilakukan secara otomatis tanpa harus melakukan pengukuran manual secara rutin. Dengan demikian, pengelolaan air menjadi lebih praktis, efisien, dan mudah dilakukan oleh pengguna.
4. Peningkatan Literasi Teknologi Masyarakat
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan oleh tim Institut Teknologi Kalimantan (ITK) memberikan wawasan baru kepada mitra mengenai pentingnya kualitas air bersih serta pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam mendukung pengelolaan sumber daya air. Melalui kegiatan ini, diharapkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam mengoperasikan teknologi tepat guna dapat terus meningkat.
5. Mendukung Pengembangan Wisata Edukasi Berbasis Teknologi
Keberadaan sistem Smart Water Treatment dapat menjadi sarana pembelajaran bagi pengunjung mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan dan penerapan transformasi digital dalam pengolahan air bersih. Dengan demikian, Kebun Edukasi Wisata Pak Agus KM 12 tidak hanya berfungsi sebagai kawasan wisata dan perkebunan, tetapi juga sebagai media edukasi mengenai pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Melalui implementasi teknologi tepat guna berbasis Internet of Things (IoT), Institut Teknologi Kalimantan terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi inovatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur.
Penutup

Program Implementasi dan Sosialisasi Alat Filter Cerdas Berbasis Internet of Things (IoT) KM 12 merupakan salah satu bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi teknologi yang bermanfaat dan tepat guna. Melalui kegiatan ini, mitra tidak hanya memperoleh sistem pengolahan air yang lebih baik, tetapi juga mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Diharapkan program ini dapat menjadi model penerapan teknologi lingkungan berbasis masyarakat yang dapat direplikasi pada wilayah lain yang menghadapi permasalahan serupa terkait kualitas dan ketersediaan air bersih. Dengan adanya kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat, inovasi teknologi diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi peningkatan kualitas hidup dan pembangunan berkelanjutan. Tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Kalimantan (ITK) atas dukungan pendanaan melalui Program Masyarakat Mengabdi Desa (PMMD) Tahun Anggaran 2026 dengan nomor kontrak 12765/IT10.L1/PPM.04/2026. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Program Studi, mahasiswa peserta Proyek Implementasi Mata Kuliah Inovasi Sosial Tahun Akademik 2026.
Dosen Pembimbing Inovasi Sosial :
• Dr.Eng. Lusi Ernawati, S.T.M.Sc.
• Dr.Eng. Rizqy Romadhona Ginting, S.T.M.T.
• Riza Alviany, S.T.M.T.
Tim Mahasiswa Inovasi Sosial :
1. Hafidz Syaifullah NIM 04231037 (Ketua Tim)
2. Ferry Ramadhan NIM 03231032 (Anggota Tim)
3. Abdul Khafi NIM 04231001 (Anggota Tim)
4. Stefanus Pabarrung NIM 04231082 (Anggota Tim)
5. Catherina San Gabrelia NIM 05231015 (Anggota Tim)
6. Elshanda Nur Alifiyani NIM 05231020 (Anggota Tim)
7. Khairiyah Maulidia Al Faiza NIM 05231039 (Anggota Tim)
8. Majesty Heral Torambung NIM 05231048 (Anggota Tim)
1. Meningkatkan Kualitas Air
Sistem filtrasi yang diterapkan mampu meningkatkan kualitas air sumur bor secara signifikan. Nilai pH meningkat dari kondisi asam menjadi netral pada rentang 7,1–7,4. Kandungan Total Dissolved Solids (TDS) berhasil diturunkan sebesar 63,7% dari 512 mg/L menjadi 186 mg/L, sedangkan tingkat kekeruhan menurun dari 5 NTU menjadi 0 NTU. Hasil ini menunjukkan bahwa air hasil pengolahan memiliki kualitas yang lebih baik dan lebih layak digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional.
2. Monitoring Real-Time
Melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT), data kualitas air seperti nilai pH dan Total Dissolved Solids (TDS) dapat dipantau secara langsung melalui platform thingsboard.cloud. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengetahui kondisi air secara cepat dan melakukan tindakan yang diperlukan apabila terjadi perubahan kualitas air.
3. Efisiensi Operasional
Sistem monitoring yang terintegrasi memungkinkan proses pengawasan kualitas air dilakukan secara otomatis tanpa harus melakukan pengukuran manual secara rutin. Dengan demikian, pengelolaan air menjadi lebih praktis, efisien, dan mudah dilakukan oleh pengguna.
4. Peningkatan Literasi Teknologi Masyarakat
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan oleh tim Institut Teknologi Kalimantan (ITK) memberikan wawasan baru kepada mitra mengenai pentingnya kualitas air bersih serta pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam mendukung pengelolaan sumber daya air. Melalui kegiatan ini, diharapkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam mengoperasikan teknologi tepat guna dapat terus meningkat.
5. Mendukung Pengembangan Wisata Edukasi Berbasis Teknologi