Mengabdi di tengah masyarakat, tim Inovasi Sosial ITK (tim sinergi) bergerak nyata menjawab tingginya angka putus sekolah pada fase transisi SD-SMP-SMA di Kota Balikpapan hingga luar daerah. Guna mengikis risiko lahirnya generasi tanpa keterampilan akibat sistem kesetaraan nonformal yang selama ini masih manual dan kurang dilirik industri, kami menghadirkan program pengabdian "Inovasi Sistem Pembelajaran Fleksibel Berbasis Vokasi" melalui wadah Kejuruan Terbuka. Dalam program Inovasi Sosial ini, kami menjembatani hulu-ke-hilir dengan mengintegrasikan PKBM (Paket A, B, dan C) bersama LPK untuk membekali warga belajar keahlian praktis siswa. Pengabdian ini diperkuat dengan optimalisasi perancangan dan pembuatan aplikasi MyKT, di mana tim sinergi turun langsung mengembangkan fitur, menguji coba, hingga menyempurnakan sistemnya agar ratusan warga belajar bisa mengakses modul digital secara fleksibel. Kelancaran program ini juga didukung penuh oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan yang memfasilitasi ruang Aula dinas sebagai lokasi pembelajaran luring interaktif, lewat sesi sharing motivasi bersama Ibu C.I. Ratih Kusuma W. selaku Kepala Disporapar guna membangun produktivitas dan kesadaran lingkungan warga belajar serta yayasan Sigentara yang memberi arahan lapangan kepada tim sinergi.
Tim sinergi sendiri berhasil merangkul dan mendampingi sekitar 200–300 siswa yang kini resmi terdaftar dalam pembelajaran aktif, yang dimana hingga memasuki bulan Juni 2026, kuota kelas reguler paralel terus menarik minat teman teman putus sekolah dan yang tidak punya ijazah, sehingga tim sinergi berupaya untuk terus fokus menjaga kualitas pendampingan belajar para siswa. Dampak nyata pengabdian kami terlihat dari keaktifan kelas virtual via Zoom setiap hari Sabtu (pukul 07.00 s.d. 12.00 WITA) yang terus meningkat tajam. Keaktifan siswa inilah yang dapat menjadi acuan cerminan bagaimana sistematis pengajaran oleh tim sinergi berjalan, dengan kepuasan para siswa dan dengan interaksi yang baik antara pengajar dan juga siswa menjadi bukti bahwa strategi pengajaran tim Inovasi Sosial sukses mempertahankan motivasi dan memulihkan semangat belajar dari teman teman paket kejuruan.
Dokumentasi:


Tim Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat:
Dafa Vieri Rizky Fitrah (Teknik Elektro/FSTI)
Arief Rahmansyah Firdaus (Teknik Elektro/FSTI)
Dhian Rafita Wulan Purnama (Teknik Elektro/FSTI)
Jamal Nur Fikri (Teknik Kimia/FRTI)
Ade Nurista Br Ginting (Teknik Sipil/FPB)
Nidaa Riqqa Zahraa (Teknik Sipil/FPB)
Hadri Harazit (Informatika/FSTI)
Nurul Assyifah (Informatika/FSTI)
Agung Andhika Mulya (Rekayasa Keselamatan/FRTI)
Andi Nafisha Azzahra (Rekayasa Keselamatan/FRTI)
Dengan dilaksanakannya program Inovasi Sistem Pembelajaran Fleksibel Berbasis Vokasi melalui wadah Kejuruan Terbuka, diharapkan program ini dapat:
1. Meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi siswa putus sekolah dengan menyediakan alternatif pembelajaran yang adaptif dan inklusif bagi ratusan warga belajar Paket A, B, dan C.
2. Menyediakan manajemen data belajar yang transparan dan Real-Time dengan mengoptimalkan pemantauan progres belajar, rekapitulasi nilai otomatis, secara terstruktur melalui platform MyKT yang telah disempurnakan oleh tim mahasiswa.
3. Membekali siswa dengan kompetensi kerja berstandar nasional, dengan memastikan para lulusan memperoleh keahlian teknis siap pakai.