Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) Karang Joang, Balikpapan, menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan perkebunan. Keterbatasan sumber daya air, sistem irigasi manual, hingga kualitas air hujan yang tidak layak untuk pertanian menjadi kendala utama. Selain itu, akses listrik yang terbatas memperburuk situasi, membuat kegiatan irigasi semakin tidak efisien. Tak hanya itu, ketiadaan subsidi pupuk kimia juga menambah beban petani, mempengaruhi kualitas hasil panen dan meningkatkan biaya produksi.
Menjawab berbagai tantangan tersebut, Tim Prisma ITK hadir dengan inovasi teknologi yang relevan. Teknologi Rainwater Harvesting (RWH) diperkenalkan untuk memanfaatkan air hujan sebagai solusi pasokan air. Sistem ini dilengkapi dengan filter berbahan ijuk, pasir silika, batu zeolit, dan karbon aktif dari limbah kayu ulin, yang mampu menyaring air hujan hingga layak digunakan untuk irigasi maupun kebutuhan sehari-hari. Teknologi ini dikombinasikan dengan sistem irigasi sprinkle berbasis energi surya menggunakan Pompa PLTS Off Grid. Dengan memanfaatkan panel surya untuk mengoperasikan pompa air, sistem ini dirancang untuk efisiensi penyiraman dan hemat energi.
Sebagai solusi tambahan, Tim Prisma ITK juga menciptakan pupuk organik cair (POC) berbahan dasar limbah biomassa lokal. Pupuk ini diproduksi melalui proses fermentasi sederhana, menjadikannya alternatif ramah lingkungan untuk menggantikan pupuk kimia. Inovasi ini diharapkan tidak hanya meringankan beban biaya petani tetapi juga mendukung pengelolaan perkebunan yang lebih berkelanjutan.
Implementasi inovasi ini membawa dampak baik bagi KTPA. Sistem Pompa PLTS memberikan pasokan air pertanian yang stabil, mengatasi ketergantungan pada air hujan dan ancaman musim kering. Selain itu, pemanfaatan energi surya membantu mengurangi ketergantungan pada energi konvensional, sekaligus mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi energi jangka panjang. “Pengelolaan perkebunan kami jadi jauh lebih mudah. Teknologi yang diberikan, terutama sistem irigasi dan pembuatan pupuk organik cair, sangat membantu mengatasi kendala yang selama ini kami hadapi,” ujar Pak Sumarno selaku ketua KTPA.
Penulis: Gusti Umindya Nur Tajalla, S.T., M.T., Riza Hudayarizka, B.Sc., M.Sc., Ismi Khairunnissa Ariani, B.Sc., M.Sc., Yosua Anjupaian Situmeang, Bimo Surya Lesmana, Yurischa Deify Utami, Muhammad Yazid Abyan Rahim
Meningkatkan ketersediaan air untuk penyiramanan tanaman dengan RWH, optimalisasi penyiraman dengan sistem irigasi tetes semi-otomatis, meningkatkan kualitas air dengan penggunaan media filter, pemanfaatkan tenaga suryasebagai energi penggerak pompa air yang menyuplai untuk sistem irigasi tetes, Meningkatkan pengetetahuan dan keterampilan dalam pembuatan pupuk organik yang berasal dari limbah biomassa, dan Memperbaiki sistem pemupukan dengan mengintegrasikannya
dengan sistem irigasi.