Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Bank Sampah Dharma Bakti RT 55, Kelurahan Muara Rapak, berfokus pada upaya optimalisasi pengolahan sampah organik melalui pembuatan eco-enzyme. Program ini lahir dari keprihatinan terhadap kebiasaan masyarakat yang masih kerap membakar sampah organik untuk mengurangi volumenya. Praktik tersebut tidak hanya menghasilkan polusi udara, tetapi juga berdampak buruk bagi kesehatan serta menurunkan kualitas lingkungan sekitar.
Untuk menjawab masalah ini, tim PMMD ITK hadir dengan pendekatan edukatif dan praktis melalui pengenalan eco-enzyme—sebuah cairan hasil fermentasi sampah organik yang memiliki banyak manfaat, mulai dari pembersih alami hingga pupuk cair ramah lingkungan. Program ini tidak hanya mengenalkan konsepnya, tetapi juga mengajak warga untuk memahami proses produksinya secara sederhana namun efektif.
Kegiatan diawali dengan observasi lapangan dan diskusi bersama Ketua RT setempat untuk memahami kondisi dan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah. Berdasarkan temuan awal, sampah organik di wilayah ini belum ditangani secara maksimal, meskipun tersedia Bank Sampah yang aktif. Limbah rumah tangga seperti kulit buah dan sayuran lebih sering dibuang bercampur atau ditumpuk di area kosong, sehingga potensi pemanfaatannya belum tergali.
Setelah persiapan dilakukan, kegiatan sosialisasi eco-enzyme dilaksanakan dan diikuti oleh warga RT 55. Pada pertemuan ini, tim menjelaskan konsep dasar eco-enzyme, manfaatnya bagi lingkungan, serta alasan mengapa metode fermentasi ini lebih baik dibandingkan pembakaran sampah. Warga menunjukkan ketertarikan besar, terutama karena proses pembuatannya yang mudah dan bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah.
Sesi berikutnya adalah pengumpulan bahan organik dari rumah warga. Kulit jeruk, lemon, apel, dan sisa sayuran dikumpulkan sementara gula merah dan air disiapkan sebagai bahan fermentasi. Tim kemudian memperkenalkan prototipe tangki eco-enzyme yang dibuat dari ember kedap udara dan selang gas sederhana. Alat ini dirancang untuk menjaga proses fermentasi tetap higienis dan aman, serta memudahkan pengeluaran gas tanpa membuka wadah.
Warga diajak melihat langsung proses pencampuran bahan dengan rasio 1:3:10 (gula merah : sampah organik : air). Kegiatan ini menjadi momen penting karena warga dapat memahami bahwa sampah dapur yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi produk bernilai. Setelah proses pencampuran selesai, wadah fermentasi disimpan untuk melalui proses pembentukan eco-enzyme selama tiga bulan.
Sambil menunggu masa fermentasi, tim melakukan pengecekan berkala terhadap kondisi larutan, memastikan pH berada pada kisaran 3,5–4,5 dan aroma khas fermentasi muncul tanpa indikasi kontaminasi. Hasil eco-enzyme yang telah matang kemudian diuji dan diperlihatkan kepada warga agar mereka mengetahui ciri-ciri kualitas produk yang baik.
Tidak berhenti pada pembuatan eco-enzyme cair, tim juga memberikan pelatihan pemanfaatan lanjutannya, yakni pembuatan sabun cair berbasis eco-enzyme. Dengan mencampurkan eco-enzyme yang sudah matang dengan bahan pembersih alami, warga dapat menghasilkan sabun ramah lingkungan yang aman digunakan sehari-hari. Kegiatan ini membuka wawasan baru bahwa eco-enzyme tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi produk rumah tangga bahkan peluang usaha kecil.
Melalui kegiatan ini, warga RT 55 memahami bahwa pengolahan sampah organik bukanlah hal yang rumit. Dengan teknologi sederhana dan pengetahuan yang tepat, sampah dapur dapat menjadi produk bernilai guna dan mengurangi praktik pembakaran sampah secara signifikan. Program eco-enzyme ini diharapkan menjadi langkah awal transformasi pola pikir warga terhadap pengelolaan sampah yang lebih bijak dan berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan sosialisasi hasil fermentasi dan pembagian produk sabun eco-enzyme kepada warga sebagai bentuk implementasi nyata dari apa yang telah dipelajari. Bank Sampah Dharma Bakti kini berpotensi menjadi pusat edukasi eco-enzyme bagi lingkungan sekitar, sehingga manfaatnya dapat meluas ke wilayah lain.
Tim Pelaksana Pengabdian:
Tim Dosen
Ir. Rulliannor Syah Putra, S.T., M.Ars.
Tim Mahasiswa
1 Zain Achmad Kahfi 05221022 / Teknik Kimia
2 Dita Yausfi Anisah 12221026 / Teknik Industri
3 M Anugrah Salfian 12221109 / Teknik Industri
4 Daniel Yossia R 03221084 / Teknik Mesin
5 Nathanael Noel G M 04221030 / Teknik Elektro
6 Kevin Hotman S N 18221080 / Rekayasa Keselamatan
7 Rachel Octaviani 05221067 / Teknik Kimia
8 M Helmi Al Aziz 05221093 / Teknik Kimia
9 Putri Maharani 18221056 / Rekayasa Keselamatan
1. Mengurangi praktik pembakaran sampah organik di lingkungan.
2. Menurunkan volume sampah rumah tangga melalui pemanfaatan limbah dapur.
3. Menghasilkan eco-enzyme yang bermanfaat sebagai pembersih alami dan pupuk cair.
4. Mendorong warga memahami pengelolaan sampah organik yang lebih ramah lingkungan.
5. Memberikan keterampilan baru kepada masyarakat dalam membuat eco-enzyme dan sabun cair.
6. Meningkatkan kebersihan dan kualitas lingkungan pemukiman.
7. Membuka peluang pengembangan produk ramah lingkungan sebagai potensi ekonomi lokal.