Inovasi dari Daun Bambu: Pelatihan Pembuatan Kompos di Wisata Hutan Bambu Balikpapan

  • Ketua Pengabdian: M. Uswah Pawara, S.T., M.Sus Sci | Anggota: Alamsyah, ST., MT, Andi Mursid Nugraha Arifuddin ST., MT
  • Tahun Pengabdian: 2024

Deskripsi

Institut Teknologi Kalimantan (ITK) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian di Wisata Hutan Bambu, RT 26, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Program ini berfokus pada pemanfaatan limbah daun bambu menjadi kompos organik, sebuah langkah inovatif untuk mengatasi permasalahan sampah sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan.

 

Pengabdian masyarakat ini menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Pati Jaya Lestari, yang selama ini menghadapi tantangan dalam mengelola limbah organik. Sampah daun bambu, yang seringkali hanya dibakar, menyebabkan polusi udara dan mengurangi kenyamanan di area wisata. Melalui pelatihan ini, masyarakat diajak mengubah limbah tersebut menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomi dan ekologis.

 

Dalam pelatihan, tim pengabdian masyarakat ITK memberikan pengetahuan mendalam tentang manfaat kompos, teknik dasar pengolahan daun bambu, dan langkah-langkah pembuatan kompos yang efektif. Prosesnya meliputi pencacahan daun bambu kering, pencampuran bahan seperti EM4, molase, air, dan pupuk kandang, hingga fermentasi yang diawasi dengan cermat untuk menghasilkan kompos berkualitas tinggi.

 

Praktik langsung menjadi salah satu keunggulan program ini. Peserta diajak mempraktikkan pembuatan kompos secara langsung, mulai dari persiapan bahan hingga pemantauan fermentasi. Pendampingan intensif ini membantu masyarakat memahami setiap tahap proses, memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri di masa depan.

 

Hasil pelatihan ini diaplikasikan langsung pada lahan pertanian di sekitar RT 26. Kompos yang dihasilkan digunakan untuk menanam berbagai jenis bibit tanaman. Uji coba ini menunjukkan peningkatan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman secara signifikan, membuktikan bahwa kompos dari daun bambu dapat menjadi solusi ramah lingkungan bagi petani lokal.

 

Kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Dengan kemampuan memproduksi kompos secara mandiri, KWT Pati Jaya Lestari kini memiliki potensi untuk memasarkan pupuk organik ke daerah sekitar. Langkah ini tidak hanya membantu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat.


Namun, perjalanan program ini tidak lepas dari tantangan. Keterbatasan alat dan bahan sempat menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan. Meski demikian, dengan kerja sama yang solid antara tim ITK dan masyarakat, hambatan tersebut dapat diatasi, memastikan program berjalan lancar dan mencapai target.


Sebagai langkah lanjutan, tim pengabdian ITK berencana mendukung KWT dalam meningkatkan skala produksi kompos dan memperluas jangkauan pemasarannya. Selain itu, pelatihan tambahan tentang pengelolaan bisnis diharapkan dapat membantu masyarakat memaksimalkan potensi ekonomi dari produk kompos yang mereka hasilkan.

 

Program ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Membangun Desa (PMMD) yang didanai oleh hibah LPPM ITK Tahun 2024. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan solusi inovatif dan berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat RT 26 dan lingkungan sekitarnya.


Melalui program ini, ITK membuktikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan menciptakan perubahan positif di tengah masyarakat. Semangat inovasi dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program ini, membawa dampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan warga Balikpapan Utara.

 

Dokumentasi:

 

 



 


Manfaat

1. Mengatasi permasalahan pengelolaan limbah daun bambu yang selama ini dibakar. Dengan mengolahnya menjadi kompos
2. Membantu meningkatkan kualitas tanah di sekitar RT 26. Penerapannya dalam pertanian mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih optimal dan berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
3. Memberikan keterampilan praktis dalam memproduksi kompos secara mandiri. Pengetahuan ini memberikan kemampuan baru yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
4. Menciptakan peluang tambahan penghasilan bagi warga setempat dan mengurangi biaya pembelian pupuk organik dari luar.

 

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya