Semakin berkembanganya waktu dan teknologi yang terjadi, maka semakin besar pula dibutuhkannya Sumber Daya Manusia yang mampu mengoptimalkan segala sesuatu agar mampu dimanfaatkan. Kota Balikpapan merupakan kota yang menjadi pintu gerbang Provinsi Kalimantan Timur menyebabkan semakin padatnya masyarakat yang tinggal menetap di dalamnya. Masyarakat di kota ini juga banyak yang membuka Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM).

Namun, semakin padatnya penduduk, limbah yang dihasilkan semakin menumpuk. Limbah ini dapat berupa limbah hasil sisa rumah tangga dan UMKM yang dapat diusahakan cara dalam pemanfaatan dan pendauran ulangnya. Salah satu Kelurahan di Kota Balikpapan yaitu, Kelurahan Muara Rapak Kampung Toga yang merupakan pemukiman warga dan juga tempat berdirinya salah satu UMKM yang menghasilkan limbah organik, menyebabkan harusnya ada urgensi untuk tindakan yang dapat mencegah semakin maraknya hasil limbah ini.

Dalam mempercepat proses pengolahan sampah menjadi kompos, berdasarkan faktor ukuran partikel sebaiknya sampah organik dicacah atau dipotong-potong terlebih dahulu sebelum dimasukan kedalam mesin komposter, sehingga dibutuhkan suatu alat atau mesin untuk memudahkan proses pencacahan tersebut yaitu mesin pencacah sampah organik. Mesin pencacah sampah organik berfungsi untuk memotong dan mencacah sampah menjadi potongan-potongan kecil sehingga memudahkan dalam proses pengomposan.
Dengan pengelolaan yang tepat, sampah organik dapat diubah menjadi sumber daya yang berharga dan membantu mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan. Kampung Toga RT 49 berlokasi di Kelurahan Muara Rapak merupakan Kampung yang aktif selama 2 tahun akan pengembangan UMKM sehingga menimbulkan berbagai sampah organik dan anorganik. Dikarenakan banyaknya sampah organik dan anorganik inilah masyarakat di kampung toga memanfaatkannya menjadi kompos namun pengerjaannya masih menggunakan alat manual. Oleh karena itu untuk mengurangi sampah organik dan anorganik di Kampung Toga kami mengonsepkan untuk membuat alat pencacah kompos. Diharapkan konsep ini mampu membantu secara khusus di Kampung Toga di dalam pengelolaan sampah khususnya sampah organik dalam jumlah relatif besar. Mesin ini dirancang untuk mencacah sisa sampah hasil dari produksi UMKM yang umumnya dalam keadaan basah dan alot. Selain itu dilakukan pengujian terhadap hasil perancangan dan pembuatan yang meliputi pengujian persentase sampah tercacah, kapasitas output hasil cacahan.
