ABSTRAK
Di era pembelajaran yang semakin terdigitalisasi, penggunaan teknologi menjadi fokus utama untuk meningkatkan interaktivitas dan akses informasi. Namun demikian, aspek ergonomi dalam pengaturan ruang kelas dan peralatan sering terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait cara mengatasi ketidak-ergonomisan di ruang kelas SMA Negeri X Balikpapan, yang mana sering mengakibatkan masalah kesehatan fisik seperti nyeri punggung dan nyeri leher. Solusi yang diusulkan adalah implementasi program pendidikan ergonomi kepada siswa dan staf pengajar untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang posisi duduk ergonomis dan penggunaan peralatan sesuai dengan kebutuhan fisik siswa. Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko masalah kesehatan jangka panjang serta meningkatkan kenyamanan dan konsentrasi selama proses belajar mengajar. Metode penelitian mencakup penyuluhan kepada siswa dan staf pengajar tentang ergonomi, evaluasi pemahaman dengan wawancara sebelum dan sesudah sosialisasi, serta pre-test dan post-test menggunakan kuesioner untuk mengukur efektivitas program penyuluhan. Hasil menunjukkan bahwa secara keseluruhan terdapat peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai konsep-konsep dasar ergonomi. Hal ini terlihat dari persentase jawaban benar yang lebih tinggi yaitu 71.4% dibandingkan jawaban salah yaitu 28.6% pada post-test-nya.
Kata Kunci: Ergonomis, Posisi Duduk, Kenyamanan
LATAR BELAKANG
Pendidikan di Sekolah Menengah Atas merupakan fase kritis dalam pembentukan generasi muda yang tangguh dan kompeten. Di tengah dinamika pembelajaran yang semakin terdigitalisasi, penggunaan teknologi menjadi pilar utama dalam menyediakan akses informasi dan meningkatkan interaktivitas dalam proses belajar mengajar. Namun, di balik kemajuan ini, aspek kesehatan fisik siswa terutama dalam konteks ergonomi seringkali terabaikan. Yang dimana diartikan bahwa Ergonomi adalah disiplin ilmu, seni dan teknologi yang digunakan untuk menyeimbangkan atau menyelaraskan segala jenis fasilitas yang digunakan baik saat bekerja maupun bersantai dengan kemampuan dan keterbatasan fisik dan mental manusia untuk meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan (Tarwaka, Bakri & Sudiajeng, 2004). Melalui hal itu dapat dikatakan bahwa ergonomi sangat penting dalam proses belajar mengajar untuk memastikan interaksi yang optimal antara siswa, Guru, dan lingkungan kelas.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Yohana Rani Hartati et al. (2022) di Jakarta Barat nyeri punggung disebabkan oleh pengetahuan yang kurang tentang posisi ergonomis pada saat belajar. Dimana dinyatakan bahwa siswa yang memiliki pengetahuan yang baik tentang posisi ergonomis dan melakukan perilaku ergonomis fisik yang baik dapat mengurangi keluhan nyeri punggung pada siswa. Pengetahuan yang kurang baik pada siswa disebabkan karena kurangnya kesadaran siswa dalam mencari informasi untuk meningkatkan pengetahuan. Situasi ini diperparah oleh kurangnya penyesuaian infrastruktur sekolah, seperti kursi dan meja yang kurang ergonomis atau tidak disesuaikan dengan ukuran dan kebutuhan siswa. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah jangka panjang seperti postur tubuh yang buruk atau gangguan muskuloskeletal lainnya, yang tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik tetapi juga kinerja akademis dan kesejahteraan umum siswa. Dampak dari masalah ergonomi ini tidak hanya bersifat individual tetapi juga memiliki implikasi sosial dan pendidikan yang lebih luas. Siswa yang mengalami ketidaknyamanan fisik cenderung kurang fokus dan kurang produktif dalam belajar. Hal ini dapat berdampak negatif pada hasil akademis mereka serta mengurangi efektivitas proses pembelajaran secara keseluruhan di sekolah.
Oleh karena itu, Penelitian ini dilakukan dengan mengukur postur kerja anak Sekolah Menengah Atas SMA Negeri di kota Balikpapan saat proses belajar mengajar menggunakan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Dengan mengetahui pengukuran postur tersebut dapat dilakukan analisis dan evaluasi untuk meningkatkan produktivitas dan fokus pada proses belajar mengajar serta kemudian memberikan saran kepada pihak sekolah untuk kearah yang lebih baik lagi, terkait postur kerja nyaman dalam proses belajar mengajar di ruang kelas SMA Negeri yang ada di Balikpapan.
METODE
Pada pengabdian masyarakat ini disampaikan sosialisasi terkait posisi ergonomi dan keterampilan tanggap darurat, terkhususnya pemberitahuan terkait menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Peserta pengabdian masyarakat ini adalah siswa dan siswi kelas 12 yang berjumlah 51 siswa dan siswi. Tahapan dalam melaksanakan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan Pre-Test yang diisi 51 responden. Setelah siswa/siswi selesai mengisi Pre-Test, perwakilan mahasiswa rekayasa keselamatan memberikan materi terkait edukasi posisi ergonomi mulai dari pengertian ergonomi, prinsip ergonomi, postur tubuh janggal, risiko postur tubuh janggal, hingga rekomendasi postur ergonomi yang benar. Setelah memberikan materi dan simulasi, siswa/siswi mengisi Post-test yang diisi oleh 38 responden, persentase jawaban benar yang lebih tinggi yaitu 71.4% dibandingkan jawaban salah yaitu 28.6%. dari hasil Post-test ini dapat diketahui bahawa siswa/siswi mulai memiliki pengetahuan yang cukup mengenai posisi ergonomis
HASIL
Sosialisasi ergonomi yang dilakukan di SMAN X berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang ergonomi. Hal ini dibuktikan dengan hasil pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam jumlah jawaban benar siswa. Sebelum pemaparan materi, siswa diberikan pre-test untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang ergonomi. Setelah itu, pemaparan materi dilakukan melalui presentasi dan sesi diskusi yang aktif.
Gambar 1. Diagram Hasil Pre-Test Ergonomi
Berdasarkan diagram lingkaran pada gambar 2 didapatkan hasil bahwa secara keseluruhan, siswa SMA X Balikpapan pada pre-test masih memiliki tingkat pemahaman yang cukup rendah mengenai konsep-konsep dasar ergonomi. Hal ini terlihat dari persentase jawaban salah yang lebih tinggi yaitu 52.5% dibandingkan jawaban benar yaitu 47.5%.
Gambar 2. Diagram Hasil Post-Test Ergonomi
Berdasarkan diagram lingkaran pada gambar 3 didapatkan hasil bahwa secara keseluruhan, siswa SMA X Balikpapan pada post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai konsep-konsep dasar ergonomi. Hal ini terlihat dari persentase jawaban benar yang lebih tinggi yaitu 71.4% dibandingkan jawaban salah yaitu 28.6%.
KESIMPULAN
Kegiatan sosialisasi tentang edukasi posisi ergonomis dapat meningkatkan pemahaman siswa-siswi tentang prinsip-prinsip ergonomi, meningkatkan pemahaman, dan kesadaran tentang posisi duduk ergonomis serta penggunaan peralatan yang sesuai, seperti kursi dan meja. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan mendukung bagi semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan di sekolah.
DOKUMENTASI
Untuk memberikan pengetahuan terkait cara mengatasi ketidak-ergonomisan di ruang kelas SMA Negeri X Balikpapan