Dari Kayu Jadi Kenangan, Inovasi Merchandise Woodcraft Untuk Wana Wisata Meranti Bersama Tim Shorea

  • Ketua Pengabdian: Eko Agung Syaputra, S.Ds., M.Ds.
  • Tahun Pengabdian: 2026

Deskripsi

Merch Woodcraft adalah inovasi merchandise dari tim Shorea yang mengembangkan cinderamata wisata meranti dengan menggunakan kayu laban sebagai bahan bakunya. Inovasi ini dilaksanakan oleh Tim Shorea yang dibimbing langsung oleh Bapak Eko Agung Syaputra, S.Ds., M.Ds dan selaku Dosen pembimbing Inovasi Sosial. Adapun Tim Shorea yang berjumlahkan 10 yakni Anggraini Arta Rohani Simbolon sebagai ketua tim, Denny Pasulle, Fitryan Nur Akbar, Rehan Gathfan, Ratq Surya Siddiq, Asma Nurhalisa, Fauziah Azahra, Roby Manda Pasalongan, Citra Alyshia Queensha, dan Rian Ramadhan.

 

Tim Shorea telah melakukan survei pada Wisata Meranti yang berlokasi di Kampung Banyumas/Jalan Giri Rejo KM 15, Kelurahan Karang Joang dan menemukan masalah yang perlu diselesaikan. Usaha cinderamata pernah dilakukan oleh warga Wisata Meranti namun belum menjadi prioritas utama mereka karena kondisi mata pencaharian masyarakat yang sebagian besar berfokus pada sektor lain, sehingga penjualan cinderamata sebagai identitas wisata tidak berlanjut secara optimal.

 

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan meningkatkan sumber daya pada Wana Wisata Meranti Etam Balikpapan, mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yakni Tim Shorea menghadirkan program pelatihan pengembangan produk cinderamata yang memiliki potensi di Wisata Meranti. Penggunaan kayu laban menjadi bahan baku produk memiliki potensi yang bagus dalam pembuatan inovasi merchandise ini karena mempunyai tekstur yang kuat untuk dijadikan sebagai produk. Bapak Setyo Pranoto selaku Pengelola Wisata Meranti menyetujui penggunaan laban untuk produk inovasi karena kayu laban adalah pohon liar yang tumbuh di wilayah pohon meranti. Selain itu, penggunaan kayu laban dinilai tahan lama, kuat, dan memiliki corak yang unik.

 

 

Tim Shorea melakukan serangkaian kegiatan bersama dimulai dari melakukan survey lapangan untuk mengetahui kebutuhan wisata, pengujian bahan baku produk, melakukan eksplorasi produk dengan bahan baku yang tersedia, penyediaan alat dan bahan pembuatan produk seperti pemotongan, pengamplasan, dan material yang dibutuhkan, kemudian melakukan perancangan desain merchandise dan kemasan produk, hingga proses produksi merchandise dan juga implementasi. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sosialisasi dan edukasi lewat pelatihan kepada pengurus dan masyarakat Wana Wisata Meranti Etam mengenai pentingnya branding, desain visual dan strategi pemasaran yang efektif. Dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan, tim secara aktif ikut turun dan melatih masyarakat dalam penggunaan alat untuk pembuatan produk. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan booth penjualan merchandise “Meranti Woodcraft” dan alat kepada pihak pengelola Wana Wisata Meranti di minggu akhir sebagai tanda penyelesaian kegiatan Inovasi sosial.

 

 

 

Hasil yang diharapkan dari kegiatan Inovasi Sosial ini adalah terciptanya produk merchandise dan kemasan yang lebih menarik, fungsional, dan memiliki nilai jual tinggi. Selain itu, warga dan pengurus diharapkan mampu memahami serta mengembangkan strategi branding secara mandiri ke depannya. Dengan demikian, keberadaan merchandise tidak hanya menjadi simbol identitas wisata, tetapi juga dapat mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan meningkatkan daya tarik Wisata Meranti.

 

Adapun manfaat dari pelaksanaan program inovasi sosial dari tim Shorea adalah masyarakat diharapkan mendapatkan ilmu kreatif yang dapat mengoptimalisasi dan mengembangkan kekayaan lokal khususnya warga sekitar “Wisata Meranti”. Dengan adanya inovasi sosial ini, diharapkan tercipta dampak positif bagi masyarakat berupa peningkatan daya tarik wisata yang pada akhirnya mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan Wana Wisata Meranti Etam serta menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari secara langsung di masyarakat. Kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Program ini bukan hanya sekadar kegiatan, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung kemajuan ekonomi daerah melalui inovasi dan kreativitas.

 

Tim Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat:
1.    Eko Agung Syaputra, S.Ds., M.Ds. (Desain Komunikasi Visual/JTSP) 
2.    Anggraini Arta Rohani Simbolon (Desain Komunikasi Visual/JTSP)
3.    Denny Pasulle (Teknik Elektro/JTIP)
4.    Fitryan Nur Akbar (Teknik Elektro/JTIP)
5.    Rehan Gathfan (Teknik Elektro/JTIP)
6.    Ratq Surya Siddiq (Teknik Sipil/JTSP)
7.    Asma Nurhalisa (Arsitektur/JTSP)
8.    Fauziah Azahra (Arsitektur/JTSP)
9.    Roby Manda Pasalongan (Arsitektur/JTSP)
10.    Citra Alyshia Queensha (Desain Komunikasi Visual/JTSP)
11.    Rian Ramadhan (Desain Komunikasi Visual/JTSP)

 


Manfaat

Inovasi sosial ini bermanfaat bagi masyarakat dan pengelola Wana Wisata Meranti agar dapat melanjutkan penjualan merchandise wisata sekaligus membuat produk merchandise sesuai dengan pelatihan yang telah Tim Shorea laksanakan.

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya