Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama SDGs nomer 7 mengenai energi terbarukan (EBT). EBT merupakan solusi penting dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan dan terbatas jumlahnya. Pengembangan EBT juga mendukung mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan emisi gas rumah kaca. Di Indonesia, pemanfaatan EBT memiliki potensi besar mengingat melimpahnya sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan, seperti energi matahari, angin, air, biomassa, dan panas bumi.
Meski memiliki potensi besar, pemanfaatan EBT di Indonesia belum optimal. Energi angin, misalnya, masih belum menjadi pilihan utama karena kecepatan angin di berbagai wilayah, termasuk Balikpapan, cenderung rendah, yaitu sekitar 2-4 m/s. Kecepatan angin ini tergolong rendah dan membutuhkan teknologi turbin yang dirancang khusus agar dapat mengoptimalkan energi kinetik angin menjadi energi mekanik. Salah satu solusi yang cocok untuk kondisi ini adalah penggunaan turbin angin tipe vertikal, khususnya turbin angin Savonius. Keunggulan utama turbin ini adalah kemampuannya untuk menghasilkan torsi tinggi meskipun pada kecepatan angin yang rendah, struktur yang sederhana, biaya produksi yang relatif murah, serta kemudahan dalam instalasi dan perawatan.
Savonius memiliki berbagai tipe desain bilah, salah satunya adalah tipe L. Desain tipe L memiliki luas permukaan bilah yang lebih besar dan kelengkungan khusus yang dapat menangkap lebih banyak energi angin. Hal ini menghasilkan torsi yang lebih besar dibandingkan dengan desain lainnya. Selain itu, kelengkungan angular pada bilah tipe L memberikan efek angular yang signifikan dengan variasi dan ketebalan bilah yang optimal, meningkatkan efisiensi konversi energi angin menjadi energi mekanik.
Penelitian yang dirancang oleh tim turbin angin teknik material bertujuan untuk mengembangkan desain turbin angin Savonius tipe L dengan variasi sudut kelengkungan pada ujung bilah untuk meningkatkan torsi dan daya yang dihasilkan. Pendekatan yang dilakukan melibatkan pengoptimalan kelengkungan bilah, analisis distribusi angin pada permukaan bilah, dan simulasi numerik menggunakan finite element methode (FEM) untuk memvalidasi performa desain. Dengan desain ini, diharapkan turbin mampu bekerja lebih efisien pada kondisi kecepatan angin rendah seperti di Balikpapan.
Penelitian ini diharapkan memberikan solusi desain inovatif pada turbin angin Savonius, khususnya tipe L, yang mampu mengoptimalkan energi angin dengan kecepatan rendah. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi alternatif pengembangan energi terbarukan di Balikpapan, mendukung pemanfaatan potensi angin di wilayah tersebut, serta mendorong pengurangan ketergantungan pada energi fosil. Secara keseluruhan, penelitian ini dapat berkontribusi pada upaya pengembangan teknologi energi terbarukan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia.