Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (PRIMKOPTI) memainkan peran strategis dalam pasokan kedelai dan bahan baku bagi industri tahu dan tempe di Sentra Industri Kecil Somber (SIKS). Namun, metode konvensional yang selama ini diterapkan dalam pengadaan bahan baku—yang bergantung pada permintaan dan ketersediaan stok—telah menunjukkan ketidakefisiensiannya. Proses pemesanan mingguan yang dilakukan sering kali menghasilkan kuantitas yang tidak ideal, yang dapat mengancam kelangsungan produksi. Selain itu, fluktuasi harga dan ketidakpastian pasokan kedelai impor, menciptakan tantangan yang signifikan bagi para produsen dalam menjaga stabilitas operasional mereka.
Dalam menghadapi tantangan ini, penting bagi PRIMKOPTI untuk memastikan ketersediaan bahan baku yang memadai, agar para produsen tahu dan tempe tidak terhambat dalam menjalankan operasional mereka. Fluktuasi harga kedelai dan biaya penyimpanan yang tinggi menuntut adanya keseimbangan antara jumlah pemesanan dan biaya yang dikeluarkan. Oleh karena itu, pengembangan sistem informasi manajemen stok gudang menjadi langkah krusial untuk memonitor kondisi persediaan dan mengoptimalkan frekuensi pemesanan.
Langkah awal dalam pengembangan sistem ini adalah merancang prototipe berdasarkan analisis pengalaman pengguna (UX) dengan metode User Centered Design (UCD). Dalam proses ini, tujuh kategori pengguna telah diidentifikasi, masing-masing dengan kebutuhan fungsional yang berbeda, mulai dari anggota yang ingin memesan hingga pengurus, keuangan, gudang, super admin, ekspedisi, dan importir. Fitur-fitur seperti pembuatan pesanan, laporan stok, dan komunikasi antar pengguna akan diintegrasikan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing user.
Prototipe telah dilakukan uji coba menggunakan metode System Usability Scale (SUS) dan memperoleh nilai rata-rata 82.17 (Good/Baik). Sebagian besar responden merasa bahwa fitur-fitur yang ada dalam prototipe mampu membantu mereka dalam menjalankan tugasnya dengan efektif. Namun, ada catatan penting dari beberapa pengguna lansia yang merasa kesulitan memahami alur aplikasi. Hal ini menjadi perhatian utama dalam pengembangan lebih lanjut untuk menciptakan interface yang lebih sederhana dan intuitif.
Menciptakan prototype sistem informasi manajemen stok barang ditinjau dari kebutuhan pengguna serta fact-finding terkait manajemen inventory khususnya pada industri tempe tahu.