Transformasi Digital: Efisiensi Pengadaan Bahan Baku Melalui Prototype Aplikasi Manajemen Stok

  • Fokus Riset: Smart City

  • Ketua Peneliti: Luh Made Wisnu Satyaninggrat S.Kom, M.T | Anggota : Prasis Damai Nursyam Hamijaya, S.P., M.M. dan Khairunnisa Rahmah S.E., M.M.
  • Tahun Penelitian: 2024

Deskripsi

Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (PRIMKOPTI) memainkan peran strategis dalam pasokan kedelai dan bahan baku bagi industri tahu dan tempe di Sentra Industri Kecil Somber (SIKS). Namun, metode konvensional yang selama ini diterapkan dalam pengadaan bahan baku—yang bergantung pada permintaan dan ketersediaan stok—telah menunjukkan ketidakefisiensiannya. Proses pemesanan mingguan yang dilakukan sering kali menghasilkan kuantitas yang tidak ideal, yang dapat mengancam kelangsungan produksi. Selain itu, fluktuasi harga dan ketidakpastian pasokan kedelai impor, menciptakan tantangan yang signifikan bagi para produsen dalam menjaga stabilitas operasional mereka.

 

Dalam menghadapi tantangan ini, penting bagi PRIMKOPTI untuk memastikan ketersediaan bahan baku yang memadai, agar para produsen tahu dan tempe tidak terhambat dalam menjalankan operasional mereka. Fluktuasi harga kedelai dan biaya penyimpanan yang tinggi menuntut adanya keseimbangan antara jumlah pemesanan dan biaya yang dikeluarkan. Oleh karena itu, pengembangan sistem informasi manajemen stok gudang menjadi langkah krusial untuk memonitor kondisi persediaan dan mengoptimalkan frekuensi pemesanan.

 

Langkah awal dalam pengembangan sistem ini adalah merancang prototipe berdasarkan analisis pengalaman pengguna (UX) dengan metode User Centered Design (UCD). Dalam proses ini, tujuh kategori pengguna telah diidentifikasi, masing-masing dengan kebutuhan fungsional yang berbeda, mulai dari anggota yang ingin memesan hingga pengurus, keuangan, gudang, super admin, ekspedisi, dan importir. Fitur-fitur seperti pembuatan pesanan, laporan stok, dan komunikasi antar pengguna akan diintegrasikan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing user.

 

Prototipe telah dilakukan uji coba menggunakan metode System Usability Scale (SUS) dan memperoleh nilai rata-rata 82.17 (Good/Baik). Sebagian besar responden merasa bahwa fitur-fitur yang ada dalam prototipe mampu membantu mereka dalam menjalankan tugasnya dengan efektif. Namun, ada catatan penting dari beberapa pengguna lansia yang merasa kesulitan memahami alur aplikasi. Hal ini menjadi perhatian utama dalam pengembangan lebih lanjut untuk menciptakan interface yang lebih sederhana dan intuitif.


Manfaat

Menciptakan prototype sistem informasi manajemen stok barang ditinjau dari kebutuhan pengguna serta fact-finding terkait manajemen inventory khususnya pada industri tempe tahu.

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya