Teh Kulit Salak, Inovasi Lokal dengan Cita Rasa dan Manfaat Tinggi

  • Fokus Riset: Pertanian dan Pangan

  • Ketua Peneliti: Ni’matus Sholihah S.TP, M.T.P
  • Tahun Penelitian: 2025

Deskripsi

Kulit salak yang selama ini kita buang ternyata menyimpan potensi besar sebagai minuman sehat? Penelitian menunjukkan bahwa kulit salak kaya antioksidan, flavonoid, tannin, dan senyawa bioaktif lainnya. Dari sinilah lahir inovasi baru: teh kulit salak, minuman fungsional yang tidak hanya lezat, tetapi juga ramah lingkungan. Biasanya, ketika kita makan salak, kulitnya langsung masuk ke tempat sampah. Padahal, bagian yang kita anggap limbah ini memiliki kandungan antioksidan tinggi yang bermanfaat bagi tubuh—mulai dari menangkal radikal bebas hingga berpotensi mendukung kesehatan metabolik. Dengan mengolah kulit salak menjadi teh, masyarakat tidak hanya mendapatkan minuman sehat, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi limbah pangan.

 

Seperti minuman herbal lainnya, teh kulit salak cukup sensitif. Faktor-faktor seperti oksidasi, aktivitas mikroba, dan suhu penyimpanan dapat memengaruhi kualitasnya. Jika tidak dikontrol, teh bisa cepat berubah rasa, menurun kadar antioksidannya, atau bahkan rusak. Penelitian ini mempelajari bagaimana kualitas teh kulit salak berubah selama penyimpanan, dengan memerhatikan tiga parameter: antioksidan, pH, dan kadar gula (°Brix).

 

Antioksidan dalam teh kulit salak menurun seiring waktu, tetapi penyimpanan di suhu chiller (±4°C) menjaga stabilitasnya lebih baik dibanding suhu ruang. Ini berarti manfaat kesehatan teh lebih terjaga bila disimpan dalam kondisi dingin.Penggunaan sodium benzoate dan calcium propionate terbukti membantu mempertahankan kualitas minuman, terutama kadar antioksidan dan kestabilan pH. Kombinasi kedua pengawet tidak selalu lebih baik, namun masing-masing pengawet tunggal memberikan perlindungan yang cukup baik.

 

Pada suhu ruang, pH teh turun lebih cepat dan kadar gula ikut berkurang, kemungkinan akibat aktivitas mikroba atau fermentasi awal. Hal ini menunjukkan bahwa penyimpanan dingin jauh lebih efektif mempertahankan mutu. Teh kulit salak adalah contoh nyata bagaimana inovasi sederhana dapat memberikan dampak besar—baik bagi kesehatan, lingkungan, maupun perekonomian. Dengan penyimpanan dan pengolahan yang tepat, minuman ini berpotensi menjadi produk fungsional unggulan dari Indonesia. Inovasi ini membuka peluang besar dalam pengembangan minuman herbal berbasis kearifan lokal—sekaligus mendukung konsep zero waste dalam industri pangan.

 

Hasil penelitian ini memberikan gambaran penting bagi pelaku UMKM, peneliti pangan, dan industri minuman herbal:

1. Teh kulit salak lebih stabil jika disimpan di chiller.
2. Penggunaan pengawet aman seperti sodium benzoate atau calcium propionate dapat meningkatkan daya simpan.
3. Produk ini memiliki peluang besar sebagai minuman fungsional ramah lingkungan dengan kualitas yang bisa dikendalikan.

 

Dengan inovasi ini, limbah kulit salak yang awalnya tidak memiliki nilai kini dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat, sehat, dan bernilai ekonomi tinggi.


Manfaat

Manfaat :
1. Mendorong Pengembangan Produk Fungsional Lokal
2. Mendukung Pengurangan Limbah Pangan
3. Memberikan Panduan Penyimpanan yang Tepat
4. Menjadi Dasar Pengembangan Standar Mutu
5. Mengedukasi Masyarakat tentang Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya