Variabel pendapatan keuangan dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu pendapatan akademik dan pendapatan non akademik yang saling berinteraksi dalam sistem. Pendapatan akademik yang dipengaruhi oleh dana uang kuliah yang terdiri dari dana IPI, yang dibayar oleh mahasiswa 1x pada awal masuk menjadi mahasiswa baru, serta dana UKT, yang dibayar oleh mahasiswa tiap semester, dan pendapatan non akademik yang berasal dari non akademik aset, yang terdiri dari UPT di bawah pengelolaan kampus, dan non akademik non aset, yang terdiri dari berbagai dana hibah kajian serta bantuan dari pemerintah. Pengeluaran Institut Teknologi Kalimantan dikelompokkan menjadi 3 komponen utama yaitu total belanja pegawai, total belanja barang, dan total belanja modal yang mencakup berbagai kebutuhan operasional Institut Teknologi Kalimantan. Selain itu terdapat pendapatan dari APBN dialokasikan secara khusus untuk membayar gaji dan tunjangan dosen serta tenaga kependidikan (tendik). Penerapan yang dilakukan dengan scenario terbaik ialah mengaktifkan skenario pendapatan akademik (Uang Kuliah Tunggal Non Beasiswa, Uang Kuliah Beasiswa, dan Dana IPI) dan non akademik aset (UPT Bahasa, Uji Lab, Asrama, Auditorium A, Auditorium Labter, Fasilitas Olahraga, Gym, Institut Teknologi Kalimantan Press, Sewa Bangunan, Sewa Lahan), sementara pendapatan non akademik non aset (Pendapatan Hibah Kajian) dapat disesuaikan.
Tim Peneliti
1. Bayu Nur Abdallah, S.T., M.T. (Bisnis Digital)
2. Ir. Christopher Davito Prabandewa Hertadi, S.Si., M.T. (Teknik Industri)
3. Riza Hadi Saputra, S.T., M.T. (Teknik Elektro)
Sebagai bahan pertimbangan, usulan, dan informasi bagi pimpinan terkait dalam rangka pengambilan keputusan dan kebijakan pimpinan terhadap pendapatan ITK dalam bertansformasi menjadi status BLU