Rancang Bangun Alat Plasma Dingin Untuk Meningkatkan Laju Difusi Partikel Kunyit (Curcuma Longa) Dalam Air.

  • Fokus Riset: Pertanian dan Pangan

  • Ketua Peneliti: Dian Mart Shoodiqin, S.Si., M.Si. | Anggota : Fadli Robiandi, S.Si., M.Si. dan Agus Rifani, S.Si., M.Si.
  • Tahun Penelitian: 2024

Deskripsi

Balikpapan, 22 September 2024. Dalam upaya memajukan sektor pertanian melalui teknologi, berbagai inovasi telah diterapkan untuk mengatasi tantangan-tantangan dalam pengolahan bahan hasil pertanian. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah penggunaan plasma dingin, yang awalnya lebih dikenal dalam konteks medis dan pengawetan pangan. Namun, teknologi ini memiliki potensi lebih luas, termasuk dalam meningkatkan laju difusi partikel bahan pertanian dalam air. Di sinilah muncul gagasan untuk merancang dan membangun alat plasma dingin yang dapat digunakan secara spesifik pada kunyit (Curcuma longa), dengan tujuan meningkatkan laju difusi partikel kunyit dalam air.

 

Plasma dingin adalah bentuk ionisasi gas yang diciptakan pada suhu rendah dan mengandung berbagai partikel reaktif yang dapat memengaruhi struktur molekul di sekitarnya. Di dunia pertanian, teknologi ini menawarkan potensi besar dalam berbagai aplikasi, mulai dari menghambat pertumbuhan bakteri hingga memperpanjang masa simpan produk pangan. Namun, aplikasi yang kurang dieksplorasi adalah kemampuannya untuk mempercepat laju difusi partikel organik seperti kunyit, yang memiliki banyak manfaat kesehatan dan telah digunakan dalam pengobatan tradisional selama berabad-abad.

 

Penelitian ini, yang dilakukan oleh mahasiswa Jesika Br. Ginting di bawah bimbingan dosen-dosen berpengalaman seperti Dian Mart Shoodiqin, Fadli Robiandi, dan Agus Rifani, bertujuan untuk mengeksplorasi lebih jauh bagaimana plasma dingin dapat diterapkan pada kunyit. Kunyit memiliki banyak senyawa bioaktif yang penting, seperti kurkumin, yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Namun, dalam bentuk alami, partikel kunyit sulit larut dalam air, yang membuat proses ekstraksi senyawa aktifnya menjadi kurang efisien. Dengan menggunakan alat plasma dingin yang dirancang khusus, partikel kunyit yang telah dikeringkan dan diproses diharapkan dapat lebih cepat berdifusi dalam air, sehingga senyawa aktifnya lebih mudah terserap.

 

Proses penelitian dimulai dengan merancang alat plasma dingin yang dapat menghasilkan plasma menggunakan tegangan tinggi. Alat ini kemudian digunakan untuk memaparkan plasma pada partikel kunyit yang sudah melalui proses penghalusan menggunakan metode ball milling. Ball milling adalah teknik fisik untuk mengurangi ukuran partikel hingga mikroskopis, yang juga diharapkan dapat memaksimalkan efek paparan plasma dingin. Dengan melakukan pengujian secara bertahap, alat ini diharapkan mampu meningkatkan kecepatan difusi partikel kunyit dibandingkan dengan metode pengolahan konvensional.

 

Salah satu aspek menarik dari penelitian ini adalah potensinya untuk diaplikasikan lebih luas dalam teknologi pengolahan bahan pangan. Selain untuk kunyit, teknologi ini dapat diadaptasi untuk berbagai produk pertanian lainnya yang menghadapi tantangan serupa dalam difusi atau ekstraksi senyawa bioaktif. Dalam jangka panjang, pengembangan alat plasma dingin ini bisa memberikan nilai tambah bagi industri pangan lokal, mengurangi limbah, serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk-produk berbasis tanaman.

 

Manfaat langsung dari penelitian ini sangat penting, terutama dalam konteks teknologi hasil pertanian. Dengan adanya alat ini, petani dan pengusaha yang bergelut dalam industri pengolahan kunyit dan tanaman obat dapat memanfaatkan teknologi yang lebih efektif dan efisien. Teknologi ini juga dapat membantu memaksimalkan hasil olahan kunyit, sehingga produk yang dihasilkan lebih bernilai dan memiliki masa simpan lebih lama.

 

Melalui penelitian ini, diharapkan inovasi penggunaan plasma dingin tidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga membawa dampak nyata pada kesejahteraan petani dan produsen lokal. Pada akhirnya, penggunaan teknologi canggih seperti plasma dingin di sektor pertanian akan membantu meningkatkan produktivitas, meminimalkan kerugian, dan menciptakan produk yang lebih berkualitas tinggi di pasaran.

 

Penelitian ini adalah contoh nyata bagaimana sinergi antara ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memberikan solusi praktis dan inovatif dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di sektor pertanian yang sangat penting bagi perekonomian banyak.

 

 


Manfaat

Teknologi Pengolahan Hasil Pangan

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya