Rancang Bangun Alat Deteksi Etilen Glikol pada Obat Batuk

  • Fokus Riset: Pendukung

  • Ketua Peneliti: Muhammad Agung Nursyeha,S.T, M.T. | Anggota : Mifta Nur Farid, S.T., M.T.; Adi Mahmud Jaya Marindra, S.T., M.Eng., Ph.D.
  • Tahun Penelitian: 2024

Deskripsi

Obat batuk merupakan produk yang sering digunakan oleh masyarakat untuk meredakan gejala batuk yang mengganggu. Namun, tidak semua obat batuk aman untuk dikonsumsi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan bahwa beberapa pelarut dalam obat batuk, seperti etilen glikol dan dietilen glikol, berbahaya dan dapat menyebabkan gagal ginjal akut (acute kidney injury/AKI). Sebaliknya, pelarut yang diizinkan untuk digunakan adalah propilen glikol. Meski propilen glikol diperbolehkan, penggunaannya sebagai pelarut dalam obat batuk juga memiliki batasan konsentrasi yang harus diperhatikan.

 

Dalam dunia farmasi, sangat penting untuk melakukan identifikasi kandungan obat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem polarimeter yang memanfaatkan sensor intensitas cahaya. Polarimeter akan mengukur polarisasi cahaya dalam senyawa tertentu, di mana sensor akan menentukan sudut optik polarisasi yang dilewati oleh etilen glikol dan propilen glikol. Data rotasi optik yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengklasifikasikan jenis pelarut dalam obat batuk dan mengukur konsentrasinya, baik itu etilen glikol maupun propilen glikol. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu mendeteksi pelarut obat yang berbahaya sehingga dapat mencegah dampak negatif bagi kesehatan akibat penggunaan pelarut yang tidak aman.

 

Diagram blok sistem polarimeter untuk deteksi pelarut berbahaya dapat ditunjukkan melalui Gambar 1. Cahaya yang telah terpolarisasi dilewatkan sampel yang terdapat pada cuvet. Sampel memutar arah polaritas cahaya. Polarimeter mencari arah perputaran polaritas cahaya menggunakan motor stepper. Cahaya yang diteruskan oleh polarisator ditangkap fotodetektor, sehingga didapatkan grafik intensitas cahaya terhadap sudut polarisasi yang dapat ditunjukkan melalui Gambar 2.

 

 

Gambar 1. Diagram blok sistem polarimeter untuk deteksi etilen glikol pada obat batuk sirup.

 

 

Gambar 2. Intensitas terhadap arah polarisasi cahaya pada berbagai sampel pelarut.

 

Dokumentasi :

1. Dokumentasi purwarupa polarimeter untuk deteksi pelarut berbahaya pada obat batuk sirup.

 

 

2. Dokumentasi simulasi pembuatan obat batuk sirup

 


Manfaat

1. Metode yang sederhana untuk mendeteksi keberadaan kandungan berbahaya pada obat batuk sirup.

2. Mengetahui sifat optik dari bahan berbahaya pada obat batuk sirup.

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya