Potret Infrastruktur Balikpapan Berbasis Customer Satisfaction Index (CSI): Riset Ungkap Adanya Ketimpangan Layanan Antar Wilayah

  • Fokus Riset: Smart City

  • Ketua Peneliti: Dhyah Puspita Dewi
  • Tahun Penelitian: 2025

Deskripsi

Balikpapan — Pembangunan infrastruktur kota yang pesat menuntut adanya evaluasi yang terukur dari sudut pandang pengguna utama, yaitu masyarakat. Sebuah penelitian terbaru yang didanai oleh LPPM Institut Teknologi Kalimantan (ITK) berhasil memetakan kualitas layanan infrastruktur di Kota Balikpapan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI). Riset ini menyoroti adanya disparitas atau ketimpangan kualitas layanan antar wilayah yang perlu segera dibenahi untuk memberikan gambaran objektif mengenai kepuasan masyarakat, bergeser dari sekadar laporan fisik proyek menjadi penilaian berbasis persepsi pengguna akhir di setiap sudut kota. Penelitian ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat dengan total 183 sampel responden yang tersebar secara representatif di seluruh kelurahan yang ada di Kota Balikpapan.

 

Metode yang digunakan memiliki dua tahapan analisis:

1.  Pengumpulan Data: Menggunakan kuesioner berbasis skala Likert untuk menangkap persepsi awal responden terhadap berbagai aspek infrastruktur.

2.  Konversi CSI: Data tersebut kemudian diolah menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI). Nilai CSI dihitung per kelurahan, kemudian diagregasi untuk mendapatkan nilai rata-rata kepuasan di tingkat kecamatan. Pendekatan ini dinilai lebih akurat dalam menyimpulkan tingkat kepuasan menyeluruh dibandingkan analisis deskriptif biasa.

 

Berdasarkan hasil survei dan pengolahan data, penelitian ini mengungkap kondisi nyata kepuasan publik:

  • Nilai CSI di mayoritas kecamatan berada pada kategori "Cukup Puas" dan "Kurang Puas". Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun infrastruktur dasar tersedia, performanya belum optimal dalam memberikan kenyamanan dan keandalan bagi warga.
  • Temuan paling krusial dari riset ini adalah terungkapnya ketimpangan kualitas infrastruktur antar wilayah. Nilai CSI menunjukkan variasi yang cukup signifikan antar kecamatan mauun kelurahan. Ketimpangan tersebut menandakan bahwa distribusi kualitas pembangunan belum merata di seluruh Kota Balikpapan.

Menanggapi hasil tersebut, tim peneliti menekankan pentingnya perubahan strategi pembangunan bagi Pemerintah Kota Balikpapan.

 

Rekomendasi utama dari penelitian ini adalah:

  1. Pemerintah kota didorong untuk memprioritaskan alokasi anggaran dan perbaikan fisik di kelurahan atau kecamatan yang memiliki nilai CSI terendah.
  2. Pembangunan harus menyentuh seluruh wilayah pemukiman terutama yang selama ini merasa "kurang puas" terhadap layanan infrastruktur.
  3. Penggunaan metode CSI disarankan untuk dilakukan secara periodik sebagai indikator kinerja keberhasilan pembangunan infrastruktur kota.

 

Anggota Tim:

  1. Dhyah Puspita Dewi, S.T., M.P.W.K.
  2. Priyo Wibisono, S.T., M.T
  3. Dwiana Novianti Tufail, S.T., M.T.
  4. Siti Kurniasyih, S.T.

Manfaat

Memberikan pemahaman kepada masyarakat luas dan pemerintah mengenai kondisi infrastruktur di kota balikpapan

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya