Balikpapan — Pembangunan infrastruktur kota yang pesat menuntut adanya evaluasi yang terukur dari sudut pandang pengguna utama, yaitu masyarakat. Sebuah penelitian terbaru yang didanai oleh LPPM Institut Teknologi Kalimantan (ITK) berhasil memetakan kualitas layanan infrastruktur di Kota Balikpapan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI). Riset ini menyoroti adanya disparitas atau ketimpangan kualitas layanan antar wilayah yang perlu segera dibenahi untuk memberikan gambaran objektif mengenai kepuasan masyarakat, bergeser dari sekadar laporan fisik proyek menjadi penilaian berbasis persepsi pengguna akhir di setiap sudut kota. Penelitian ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat dengan total 183 sampel responden yang tersebar secara representatif di seluruh kelurahan yang ada di Kota Balikpapan.
Metode yang digunakan memiliki dua tahapan analisis:
1. Pengumpulan Data: Menggunakan kuesioner berbasis skala Likert untuk menangkap persepsi awal responden terhadap berbagai aspek infrastruktur.
2. Konversi CSI: Data tersebut kemudian diolah menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI). Nilai CSI dihitung per kelurahan, kemudian diagregasi untuk mendapatkan nilai rata-rata kepuasan di tingkat kecamatan. Pendekatan ini dinilai lebih akurat dalam menyimpulkan tingkat kepuasan menyeluruh dibandingkan analisis deskriptif biasa.
Berdasarkan hasil survei dan pengolahan data, penelitian ini mengungkap kondisi nyata kepuasan publik:
Menanggapi hasil tersebut, tim peneliti menekankan pentingnya perubahan strategi pembangunan bagi Pemerintah Kota Balikpapan.
Rekomendasi utama dari penelitian ini adalah:
Anggota Tim:
Memberikan pemahaman kepada masyarakat luas dan pemerintah mengenai kondisi infrastruktur di kota balikpapan