Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fase penting dalam perkembangan anak, terutama pada usia 4–6 tahun, di mana anak sangat responsif terhadap media pembelajaran yang visual dan interaktif. Kota Balikpapan memiliki potensi wisata dan budaya lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual. Pengenalan wisata sejak dini tidak hanya menambah wawasan anak, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah serta memperkuat identitas budaya.
Seiring perkembangan teknologi, media digital interaktif menjadi sarana pembelajaran yang relevan bagi anak usia dini. Dukungan pemerintah daerah terhadap pemanfaatan teknologi di PAUD membuka peluang besar untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan efektif.
Tujuan dari penelitian ini adalah merancang media pembelajaran yang bermanfaat untuk mengenalkan wisata Balikpapan kepada anak usia dini. Pemanfaatan media digital interaktif diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif dan menyenangkan, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendukung pendidikan karakter dan promosi pariwisata daerah secara berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Design Thinking, yaitu metode perancangan yang berfokus pada pengguna sebagai pusat solusi. Melalui proses yang bersifat iteratif, metode ini mendorong peneliti untuk memahami kebutuhan dan pengalaman pengguna secara mendalam sebelum merancang solusi. Tahapan Design Thinking meliputi proses empati terhadap pengguna, pendefinisian masalah, pengembangan ide, pembuatan prototipe, hingga pengujian, sehingga solusi yang dihasilkan lebih relevan, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Perancangan ini menghasilkan sebuah prototipe game edukasi berjudul RAUN yang dikembangkan menggunakan Figma dan ditujukan untuk anak usia dini. Game ini dirancang sebagai media pembelajaran interaktif untuk mengenalkan berbagai destinasi wisata di Kota Balikpapan. Melalui RAUN, anak diajak mengikuti petualangan karakter “Adik” bersama orang tuanya menjelajahi tempat-tempat wisata seperti Pantai Manggar, Pasar Tumpah Pringgodani, hingga Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) atau Pusat Beruang Madu.

Tidak hanya mengenalkan wisata lokal, RAUN juga menyisipkan edukasi tentang lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Anak diperkenalkan pada satwa khas seperti Beruang Madu, pentingnya menjaga kebersihan, serta belajar berhitung sederhana melalui berbagai aktivitas bermain. Beragam gameplay interaktif ditawarkan, mulai dari mencocokkan puzzle, memberi makan hewan, hingga permainan memilah sampah, sehingga proses belajar terasa lebih menyenangkan dan bermakna.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa prototipe game edukasi ini memiliki alur permainan yang cukup mudah dipahami oleh anak usia dini. Anak-anak menunjukkan respons yang positif, baik secara emosional maupun verbal, yang menandakan tingkat ketertarikan dan keterlibatan yang baik selama bermain. Sebagian besar anak juga dapat memahami cara berinteraksi dengan game, seperti menggeser objek untuk menyelesaikan permainan. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala teknis karena prototipe dikembangkan menggunakan Figma. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan game edukasi interaktif memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran yang menarik bagi anak usia dini, sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut agar game dapat diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan dalam kegiatan belajar di sekolah.
Tim Peneliti:
1. Anggis Rizky Wiyaringtyas
2. Hesti Rosita Dwi Putri
3. Nursanti Novi Arisa
4. Imelda Marcelle Junita
5. Adinda Erin Nur Anggita
6. Nada Fathi Nuraini
7. Nobertino Eurakha Nandatoti
1. Membantu anak usia dini mengenal wisata Kota Balikpapan melalui media bermain yang menyenangkan.
2. Mendorong pemanfaatan teknologi digital secara positif dalam pembelajaran anak usia dini.
3. Mendukung guru dan sekolah dalam menyampaikan materi lokal secara visual, interaktif, dan mudah dipahami.
4. Menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap budaya serta wisata daerah sejak usia dini.
5. Berkontribusi pada upaya promosi pariwisata Balikpapan melalui edukasi generasi muda.