Peramalan Harga Saham Sektor Pertambangan di Daerah Penyangga IKN Dengan Metode Double Exponential Smoothing dan Analisis Kinerja Saham Dengan Discounted Cash Flow Untuk Mendukung Smart Economy

  • Fokus Riset: Smart City

  • Ketua Peneliti: Isti Kamila, S.Pd., M.Si.
  • Tahun Penelitian: 2025

Deskripsi

Pada pertengahan 2019, Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo mengumumkan rencana pemindahan Ibu Kota Negara ke luar Pulau Jawa. Lokasi ibu kota baru ini mencakup sebagian besar wilayah administrasi Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur[1]. Salah satu tujuan utama dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang tertera pada UU RI No 3 Tahun 2022 Tentang Ibu Kota Negara yaitu sebagai penggerak ekonomi Indonesia pada masa depan: progresif, inovatif, dan kompetitif dalam hal teknologi, arsitektur, tata kelola, dan sosial. Pendekatan strategi ekonomi superhub untuk memastikan sinergi paling produktif antara tenaga kerja, infrastruktur, sumber daya, dan jaringan serta untuk memaksimalkan peluang untuk semua[2]. Oleh karena itu, IKN menjadi studi kasus yang relevan untuk menganalisis strategi pemerataan pembangunan, pengembangan ekonomi berkelanjutan, dan transformasi sosial di Indonesia.

Hadirnya Ibu Kota Nusantara membawa dampak positif pada investasi di Kalimantan Timur. Tercatat realisasi investasi pada triwulan pertama januari hingga maret 2023, meningkat sebesar 3.03% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sektor pertambangan merupakan sektor yang paling mendominasi dibandingkan sektor lainnya, dengan 42.21% untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 21.5% Penanaman Modal Asing (PMA)[3]. Sektor pertambangan berperan penting dalam perekonomian di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur 2023 menunjukkan bahwa 43,19% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Timur berasal dari sektor pertambangan[4].

Peningkatan penanaman modal di sektor pertambangan mengakibatkan investasi saham di sektor pertambangan menjadi hal yang menarik bagi investor. Namun, Fluktuasi harga saham sektor pertambangan yang dinamis menyebabkan risiko yang dapat mengakibatkan kerugian finansial [5]. Oleh karena itu, peramalan harga saham sangat penting untuk meningkatkan optimisme investor dalam membeli saham emiten sektor pertambangan yang menjadi penggerak ekonomi di daerah IKN. Peramalan harga saham dengan metode yang tepat penting dilakukan karena dapat menjadi bahan pertimbangan para investor dalam membeli saham sektor pertambangan. Dengan analisis berbasis data, peramalan harga saham sektor pertambangan dapat memberikan kejelasan, mengurangi ketidakpastian, dan menyoroti potensi pertumbuhan. Hal ini berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan IKN, salah satunya adalah sebagai penggerak ekonomi Indonesia pada masa depan.

Salah satu metode yang dapat digunakan dalam meramalkan harga saham adalah Double Exponential Smoothing (DES). Metode DES sangat efektif dalam meramalkan harga saham karena mampu menangani tren data dengan baik, satu untuk level dan satu untuk tren [6]. Hal ini sesuai dengan pergerakan harga saham yang seringkali memiliki tren (naik atau turun) yang perlu dipertimbangkan dalam meramalkan harga saham.

Selain meramalkan harga saham, cara lain untuk meminimalkan kerugian finansial adalah dengan cara menganalisis kinerja saham untuk memastikan bahwa emiten saham sektor pertambangan di daerah penyangga IKN memiliki prospek yang baik dan mendapatkan keuntungan sesuai harapan. Analisa kinerja saham pada penelitian ini menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF). Metode ini dipilih karena dapat menghubungkan nilai aset terhadap nilai kini dari harapan future value arus kas dari aset tersebut sehingga membantu menilai kesehatan keuangan secara menyeluruh [7].

Data yang digunakan pada penelitian ini adalah harga saham penutupan dan laporan keuangan lima emiten saham sektor pertambangan yang tercatat pada Papan Utama Sektor Energi pada web IDX yang berasal dari yahoo finance dan web IDX. Lima emiten tersebut adalah  ABMM, ADRO, BUMI, BYAN, dan DEWA.

 

Gambar 1. Grafik Peramalan Harga Saham Emiten ABMM [8]

Gambar 1 menunjukkan hasil peramalan harga saham ABMM dengan DES yang ditandai dengan grafik berwarna merah. Nilai MAPE dari hasil peramalan ini adalah sebesar 0,8%  yang berarti hasil peramalan sangat akurat. Grafik tersebut menggambarkan kondisi saham diramalkan mengalami fluktuasi dan di akhir pengamatan diramalkan trennya turun[8].

 

 

Gambar 2. Grafik Peramalan Harga Saham Emiten ADRO[8]

Hasil peramalan harga saham ADRO ditandai dengan grafik berwarna merah muda pada Gambar 2. Nilai MAPE dari hasil peramalan ini adalah sebesar 0,7% yang berarti hasil peramalan sangat akurat. Grafik tersebut menggambarkan kondisi saham diramalkan mengalami fluktuasi dan di akhir pengamatan diramalkan trennya turun[8].

 

Gambar 3. Grafik Peramalan Harga Saham Emiten BUMI[8]

Kondisi peramalan saham BUMI berdasarkan Gambar 3 yang ditandai dengan grafik berwarna jingga mengalami tren naik. Nilai MAPE dari hasil peramalan ini adalah sebesar 1,1%  yang berarti hasil peramalan sangat akurat.

 

 

Gambar 4. Grafik Peramalan Harga Saham Emiten BYAN

Gambar 4 menunjukkan hasil peramalan harga saham BYAN yang ditandai dengan grafik berwarna merah. Nilai MAPE dari hasil peramalan ini adalah sebesar 0,7% yang berarti hasil peramalan sangat akurat. Grafik tersebut menggambarkan kondisi saham diramalkan mengalami fluktuasi dan di akhir pengamatan diramalkan trennya berpotensi naik[8].

 

 

 

Gambar 5. Grafik Peramalan Harga Saham Emiten DEWA

Tren peramalan harga saham DEWA yang ditandai dengan grafik berwarna merah pada Gambar 5. Nilai MAPE dari hasil peramalan ini adalah sebesar 0,9% yang berarti hasil peramalan sangat akurat.

Kriteria Hasil Analisa Kinerja Saham dengan Metode DCF untuk saham ABMM, BUMI, BYAN, DEWA adalah undervalue. Hal ini berarti, keputusan investor adalah membeli dan rekomendasi untuk perusahaan adalah meningkatkan kinerja perusahaan[8]. Sedangkan ADRO memiliki kriteria overvalued yang berarti keputusan investasi bagi yang belum memiliki saham hindari membeli saham tersebut.

 

 

Anggota :

Indrawan, S.Pd., M.Si. 
Muhammad Azka, S.Si., M.Sc. 
Brema Sembiring


Manfaat

1. Landasan Keputusan Investasi Sektor Pertambangan yang Cerdas (Smart Investment) 
2. Katalisator Pembangunan Ekonomi Inklusif (Inclusive Economy)

 

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya