Peningkatan Kemampuan Literasi Siswa Melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Pemahaman Teks di SMK Cendekia Balikpapan

  • Fokus Riset: Smart City

  • Ketua Peneliti: Mega Pratiwi, M.Pd.
  • Tahun Penelitian: 2025

Deskripsi

Kemampuan literasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan akademik siswa, terutama pada jenjang pendidikan menengah. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga mencakup keterampilan memahami, menafsirkan, serta menganalisis informasi secara kritis. Penguatan literasi menjadi semakin relevan dalam konteks pendidikan abad ke-21, di mana siswa dituntut mampu mengolah informasi yang kompleks dan beragam. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kemampuan memahami struktur teks, menemukan ide pokok, dan mengidentifikasi informasi utama memiliki kontribusi signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dan hasil belajar secara keseluruhan (Putri & Wicaksono,2023).

Di Indonesia, tantangan literasi masih menjadi perhatian serius. Beberapa studi melaporkan bahwa sebagian siswa membutuhkan dukungan tambahan dalam memahami makna bacaan, menganalisis informasi, serta menghubungkan gagasan di dalam teks terutama pada jenjang SMK yang memiliki orientasi pembelajaran vokasional. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang secara sistematis melatih pemahaman teks dinilai dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kompetensi literasi siswa.

SMK Cendekia merupakan sekolah di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Al-Izzah yang berlokasi di Jl. Sei Wain KM 15, Balikpapan Utara. Sebagai sekolah yang baru memiliki tiga angkatan, tahun ini menjadi momentum penting karena angkatan pertama, yakni kelas XII, tengah mempersiapkan diri menghadapi Ujian Sekolah dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Pada fase transisi ini, siswa memerlukan penguatan akademik, khususnya dalam aspek literasi, untuk menghadapi asesmen yang menuntut kemampuan memahami teks, menentukan ide pokok, serta mengidentifikasi kalimat utama dalam berbagai jenis bacaan.

Hasil observasi dan diskusi dengan pihak sekolah menunjukkan bahwa siswa kelas XII masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut dalam memahami teks bacaan secara mendalam. Kebutuhan ini bukan merupakan kelemahan sekolah, tetapi merupakan dinamika wajar pada institusi pendidikan yang sedang berkembang dan terus menyesuaikan kurikulum, pola belajar, serta media pembelajaran. Terlebih lagi, lingkungan pesantren yang menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan gawai menjadikan siswa lebih bergantung pada bahan belajar cetak yang tersedia di kelas. Sekolah telah menyediakan sumber belajar sesuai kurikulum, namun adanya kebutuhan media tambahan yang lebih ringkas, visual, dan dapat digunakan secara mandiri menjadi peluang pengembangan program literasi.

Sebagai bentuk penguatan, pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis pemahaman teks dipilih sebagai intervensi yang relevan dengan kebutuhan siswa. Pendekatan ini menekankan latihan terstruktur dalam menemukan ide pokok, memahami hubungan antarparagraf, serta menyimpulkan makna bacaan keterampilan yang terbukti memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan literasi siswa menurut berbagai studi empiris. Selain itu, pembentukan ruang literasi melalui Pojok Literasi juga dirancang untuk memberikan lingkungan belajar yang lebih mendukung, menarik, dan mendorong siswa untuk berinteraksi dengan teks secara lebih intens (Suarjaya, 2025).

Dengan demikian, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran berbasis pemahaman teks terhadap peningkatan kemampuan literasi siswa kelas XII SMK Cendekia Balikpapan. Fokus utama penelitian mencakup kemampuan menentukan ide pokok dan kalimat utama dalam teks, yang merupakan aspek fundamental dalam kompetensi literasi. Melalui pendekatan kuantitatif deskriptif dan analisis pre-test dan post-test, penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran empiris mengenai kontribusi strategi pembelajaran terhadap peningkatan literasi siswa serta menawarkan model intervensi yang dapat direplikasi di sekolah lain dengan karakteristik serupa.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif deskriptif karena berfokus pada pengukuran serta analisis data numerik terkait hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis literasi. Pendekatan ini digunakan untuk melihat perubahan kemampuan siswa setelah mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran yang telah dirancang. Di kelas tersebut terdapat enam siswa kelas XII SMK Cendekia yang mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai bagian dari persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis berbentuk soal pilihan ganda yang mengukur kemampuan siswa dalam menentukan ide pokok dan kalimat utama pada teks bacaan. Pengumpulan data dilakukan melalui dua tahap tes, yaitu:

  1. Pre-test, untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum penerapan strategi pembelajaran berbasis teks.
  2. Post-test, untuk mengukur peningkatan kemampuan siswa setelah kegiatan pembelajaran.

Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, dengan menghitung rata-rata (mean), selisih skor pre-test dan post-test, serta persentase peningkatan kemampuan siswa. Hasil analisis ini digunakan untuk menggambarkan perubahan kemampuan literasi siswa setelah penerapan pembelajaran. Kemudian periksa asumsi normalitas terhadap selisih nilai post-test dan pre-test menggunakan uji normalitas dengan membandingkan skewness dan kurtosis, karena ukuran sampel kecil (n = 6). Jika data selisih berdistribusi normal (p > 0,05), maka uji t berpasangan dapat digunakan. Selanjutnya, untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test, dilakukan uji t berpasangan (paired-sample t-test) dengan tingkat signifikansi α = 0,05 (dua arah). Uji ini dipilih karena data berasal dari dua pengukuran yang dilakukan pada kelompok subjek yang sama.

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Analisis deskriptif dilakukan untuk melihat gambaran umum peningkatan kemampuan literasi siswa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia. Kemampuan literasi yang diukur mencakup dua aspek, yaitu menentukan ide pokok dan menemukan kalimat utama dalam teks bacaan. Berikut adalah tabel statistika deskriptif dari hasil nilai pre-test dan post-test materi memahami ide pokok dan kalimat utama dalam teks bacaan.

 

 

 

Berdasarkan hasil perhitungan, nilai rata-rata pre-test untuk materi ide pokok sebesar 68,5 dan meningkat menjadi 84,33 pada post-test, yang berarti terdapat kenaikan 15,83 poin setelah pembelajaran diberikan. Pada materi kalimat utama, nilai rata-rata pre-test sebesar 72 juga mengalami peningkatan menjadi 88,33 pada post-test dengan selisih 16,33 poin. Peningkatan pada kedua aspek ini menunjukkan bahwa siswa mengalami perkembangan kemampuan dalam memahami isi teks, khususnya dalam mengidentifikasi ide pokok dan kalimat utama setelah mengikuti pembelajaran yang menekankan latihan membaca pemahaman dan analisis teks. Secara keseluruhan, hasil deskriptif tersebut menggambarkan adanya peningkatan kemampuan literasi siswa setelah mengikuti pembelajaran berbasis teks, yang mengindikasikan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan efektif membantu siswa memahami struktur dan isi teks secara lebih mendalam sebagai bekal penting dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data selisih antara hasil pre-test dan post-test berdistribusi normal. Uji ini penting karena salah satu asumsi dasar dalam penggunaan uji t berpasangan (paired sample t-test) adalah bahwa selisih skor antar pasangan data harus berdistribusi normal. Jika asumsi ini terpenuhi, maka uji t dapat memberikan hasil yang valid secara statistik.

Dalam penelitian ini, uji normalitas tidak menggunakan uji Shapiro–Wilk karena jumlah sampel yang kecil (n = 6) dapat membuat hasil uji statistik tersebut kurang stabil. Oleh karena itu, normalitas diuji menggunakan pendekatan skewness dan kurtosis, yang merupakan ukuran bentuk distribusi data.

Secara umum, kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah data berdistribusi normal adalah:

  • Nilai skewness berada dalam rentang –2 hingga +2
  • Nilai kurtosis berada dalam rentang –3 hingga +3

            Dalam penelitian ini, normalitas diuji menggunakan pendekatan skewness dan kurtosis, yang merupakan ukuran bentuk distribusi data. Pada data materi uji “Ide Pokok”, nilai skewness untuk selisih skor materi ujian ‘Ide Pokok’ adalah –0.56, sedangkan nilai kurtosis sebesar –1.31. Nilai skewness negatif menunjukkan distribusi data sedikit condong ke kanan (positif), namun nilai ini masih jauh di dalam batas normal (–2 sampai +2). Nilai kurtosis negatif menunjukkan bentuk distribusi yang agak lebih “rata” (platykurtic) dibanding distribusi normal, namun tetap dalam batas wajar (–3 sampai +3). Dengan demikian, data selisih skor materi ujian ‘Ide Pokok’ dapat disimpulkan berdistribusi normal. Hal ini menandakan bahwa peningkatan skor dari pre-test ke post-test pada aspek ide pokok berlangsung relatif seimbang di antara peserta.

 

Pada materi ujian “Kalimat Utama, nilai skewness yang diperoleh adalah –0,36 dan nilai kurtosis sebesar 0,83. Nilai skewness yang mendekati nol menunjukkan bahwa sebaran data cenderung simetris, sedangkan kurtosis yang sedikit positif mengindikasikan bahwa bentuk distribusi agak lebih “runcing” dibandingkan distribusi normal, namun masih berada dalam rentang yang dapat diterima. Dengan demikian, selisih nilai pada materi “Kalimat Utama”  dapat dikategorikan berdistribusi normal. Sebagai pendukung penjelasan tersebut, disajikan pula histogram selisih data dari materi “Ide Pokok” dan “Kalimat Utama.”

 

 

Karena nilai skewness dan kurtosis keduanya berada dalam rentang –2 hingga 2 dan –3 hingga 3, maka data dianggap berdistribusi normal. Hal ini juga didukung oleh hasil histogram yang memperlihatkan pola sebaran mendekati kurva normal. Dengan demikian, asumsi normalitas terpenuhi, dan data dapat dianalisis lebih lanjut ke tahap analisis uji t berpasangan (paired sample t-test) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test.

 

Uji t Berpasangan

Penilaian efektivitas kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa dilakukan menggunakan uji t berpasangan (paired sample t-test). Pengujian ini digunakan karena membandingkan rata-rata dua pengukuran, yaitu pre-test dan post-test, pada kelompok subjek yang sama. Tujuannya adalah menentukan apakah terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata kedua hasil tersebut, yang akan menunjukkan pengaruh nyata kegiatan pembelajaran terhadap peningkatan literasi. Hasil uji t berpasangan untuk materi ujian 'Ide Pokok' disajikan dalam tabel berikut:

 

Tabel 2 Hasil Uji t Berpasangan Materi ‘Ide Pokok’

 

Hasil analisis paired sample t-test pada materi “Ide Pokok” menunjukkan nilai t hitung yang diperoleh sebesar -5,193 dengan derajat kebebasan (df) = 5, sedangkan nilai t tabel pada taraf signifikansi 5% adalah 2,571. Karena nilai |t hitung| > t tabel (5,193 > 2,571), maka hipotesis nol (H₀) ditolak. Hal ini juga didukung oleh nilai p-value (two-tail) sebesar 0,003 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia yang diterapkan berhasil memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan siswa dalam menemukan ide pokok bacaan.

Hasil ini menunjukkan bahwa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran yang berfokus pada latihan memahami isi teks, siswa mengalami peningkatan pemahaman dalam mengidentifikasi ide pokok paragraf. Hal ini relevan dengan tujuan pembelajaran literasi Bahasa Indonesia, yaitu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memahami struktur teks secara mendalam. Temuan ini juga mendukung efektivitas strategi pembelajaran berbasis teks dalam meningkatkan kesiapan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), yang menuntut keterampilan memahami dan menganalisis teks bacaan. Selain itu, ukuran efek yang diperoleh (Cohen’s d ≈ 2,12) termasuk kategori sangat besar, yang menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan siswa bukan hanya signifikan secara statistik. Dengan demikian, penerapan strategi pembelajaran literasi terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi pemahaman bacaan siswa di SMK Cendekia.

 

Selanjutnya, akan dilakukan uji t berpasangan pada materi ujian ‘Kalimat Utama’. Berikut adalah tabel hasil dari uji t berpasangan pada materi ujian ‘Kalimat Utama’.

 

 

Hasil analisis paired sample t-test pada materi ujian ‘Kalimat Utama’ diperoleh nilai t hitung sebesar -9,919 dengan derajat kebebasan (df) = 5, sedangkan nilai t tabel pada taraf signifikansi 5% adalah 2,571. Karena |t hitung| > t tabel (9,919 > 2,571), maka hipotesis nol (H₀) ditolak. Nilai p-value (two-tail) sebesar 0,00018 < 0,05 juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Artinya, pembelajaran Bahasa Indonesia yang diterapkan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan siswa dalam menentukan kalimat utama dalam sebuah teks bacaan.

 

Hasil ini menunjukkan bahwa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran berbasis teks dan latihan memahami isi bacaan, siswa menjadi lebih terampil dalam mengidentifikasi kalimat utama yang mengandung ide pokok suatu paragraf. Hal ini selaras dengan tujuan penguatan literasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, yaitu mengembangkan kemampuan memahami isi teks secara mendalam dan kritis. Dengan peningkatan rata-rata sebesar 16,33 poin, dapat dikatakan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan efektif tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga memperkuat keterampilan berpikir analitis siswa. Ukuran efek (Cohen’s d ≈ 4,05) termasuk kategori sangat besar. Hasil ini memperkuat temuan sebelumnya pada materi “Ide Pokok” bahwa pembelajaran berbasis pemahaman teks mampu meningkatkan kemampuan literasi siswa secara komprehensif, terutama sebagai persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

 

 

Tim Peneliti :

1. Mega Pratiwi M.Pd (Matematika/FSTI)
2. Aprilina Melati Azzahra (Matematika/FSTI)
3. Billi Sigit Felani (Matematika/FSTI)
4. Mercy Novita Maharani (Matematika/FSTI)
5. Nurzannaya Rasyisyah (Matematika/FSTI)
6. Serina Ami Hariyani (Matematika/FSTI)
7. Tegar Dwi Nugraha (Matematika/FSTI)
8. Wulandari Aryannisa (Matematika/FSTI)
9. Martha Pasha Amelia Sinaga (Teknik Kimia/FRTI)
9. Muhammad Athala Romero (Sistem Informasi/FSTI)
10. Raditya Yudianto (Sistem Informasi/FSTI)


Manfaat

Penelitian ini bermanfaat untuk menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis pemahaman teks dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa, khususnya dalam menemukan ide pokok dan kalimat utama. Hasil penelitian ini dapat membantu guru merancang pembelajaran yang lebih efektif dan mendukung sekolah dalam memperkuat budaya literasi melalui kegiatan membaca dan penyediaan pojok literasi. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi acuan bagi peneliti lain yang ingin mengembangkan studi terkait peningkatan literasi di sekolah dengan kondisi serupa.

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya