Pengembangan Permainan Edukasi “Lilu’s Village Chronicles” dengan Fitur Buta Warna Guna Mendukung Pembangunan Desa Berkelanjutan

  • Fokus Riset: Pendukung

  • Ketua Peneliti: Nisa Rizqiya Fadhlian | Anggota : Rizky Amelia dan Wahyuni Lasniah
  • Tahun Penelitian: 2024

Deskripsi

Pembangunan desa yang berkelanjutan menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan Negara Indonesia. Desa yang berkembang dan maju tentunya akan semakin mendukung sektor pertumbuhan ekonomi Indonesia. Saat ini, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Nasional (BPS) masih terdapat banyak desa yang dikategorikan desa tertinggal. Salah satu permasalahan yang menjadi penghambat percepatan pembangunan desa adalah masih terdapat masyarakat yang kurang peduli dan paham mengenai pentingnya hal tersebut, yang bisa jadi disebabkan kurangnya penyebaran informasi mengenai pembangunan desa yang berkelanjutan ke masyarakat.

Penyebaran informasi saat ini bukanlah hal yang sulit, karena sudah banyak dukungan teknologi informasi yang bisa dimanfaatkan. Akan tetapi perlu strategi yang tepat agar informasi yang ingin disampaikan lebih mudah diterima oleh semua kalangan masyarakat. Salah satunya pemanfaatan teknologi guna mendukung penyebaran informasi dan pemahaman masyarakat dengan cara yang interaktif adalah melalui permainan digital untuk edukasi.

Dosen dan Mahasiswa Program Studi Informatika ITK melakukan penelitan untuk pengembangan permainan edukasi guna mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Permainan yang dikembangkan mengangkat cerita dari seorang gadis yang memiliki keinginan untuk membangun desanya yang tertinggal. Tokoh utama dalam permainan ini diberi nama “Lilu”, dimana si Lilu akan mengajarkan masyarakat di desanya untuk menambah keterampilan dan pengetahuan sehingga nantinya bisa memajukan desanya.

 

 

Gambar 1. Gaya Tampilan Permainan

 

Simulasi permainan yang dikembangkan juga memberikan fitur buta warna bagi pemain yang mengalami keterbatasan dalam melihat varian warna. Tujuan dari fitur buta warna aini agar pemain tetap bisa melihat dan membedakan objek-objek dalam permainan tanpa kebingungan karena warna yang terlihat mirip.

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2. Fitur Buta Warna

 

Permainan yang dikembangkan ini juga mengajarkan berbagai konsep, mulai dari teknik pertanian tradisional seperti menanam padi menggunakan alat pembajak sawah modern hingga penggunaan teknologi canggih seperti mesin pemanen, sistem penghijauan, musim apa saja yang cocok untuk menanam dan sebagainya. Selain itu, permainan ini juga akan mengajarkan cara-cara praktis dalam menanam tanaman menggunakan pipa, memasak makanan sehat dan bergizi dari hasil pertanian, dan bahkan memberikan nilai nilai kehidupan yang berguna bagi masyarakat.


Manfaat

1. Memahami proses pengembangan atau pembanguna desa, sehingga bisa mengatur strategi dalam merencanakan dan mengimplementasikan. 

2. Meningkatkan kretifitas dalam pengembangan permainan edukasi yang interkatif dan menarik.

3. Masyarakat memahami pentingnya peran dari setiap orang dalam turut serta pembangunan desa.

4. Memahami implementasi machine learning pada Non Player Character (NPC) dalam game edukasi
 

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya