Investasi cerdas memerlukan pemahaman mendalam tentang risiko dan pengembalian. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana menentukan portofolio saham yang optimal dengan fokus pada dua emiten tambang terkemuka di Indonesia: PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
Portofolio saham optimal adalah kombinasi saham yang memberikan pengembalian terbaik dengan risiko terkecil. Untuk mencapainya, investor harus menganalisis data pengembalian harian saham dan menghitung tingkat risiko menggunakan standar deviasi.
Kedua perusahaan ini dikenal di sektor tambang batubara dengan reputasi pembagian dividen yang konsisten. Ini membuat saham mereka menarik bagi investor yang mencari keuntungan jangka panjang.
Penelitian ini menggunakan data harga saham harian dari Agustus 2019 hingga Agustus 2022. Dengan simulasi berbasis data, ditemukan kombinasi alokasi portofolio yang optimal untuk memaksimalkan pengembalian sekaligus mengelola risiko.
1. Pengembalian Tertinggi:
Alokasi 100% pada saham BSSR memberikan pengembalian harian rata-rata sebesar 0,155%. Namun, risikonya lebih tinggi dengan standar deviasi 3,909%.
2. Kombinasi Seimbang:
Alokasi 50% untuk BSSR dan 50% untuk ITMG menghasilkan pengembalian harian rata-rata 0,146%. Tingkat risiko lebih rendah dengan standar deviasi 2,729%.
Dengan memahami cara kerja portofolio saham, investor dapat membuat keputusan yang lebih bijak. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan analisis yang tepat, Anda dapat memaksimalkan pengembalian tanpa mengambil risiko yang tidak perlu.
Menentukan portofolio saham optimal memerlukan analisis data yang cermat. Studi ini membuktikan bahwa kombinasi saham yang tepat, seperti BSSR dan ITMG, dapat memberikan pengembalian yang menguntungkan sesuai profil risiko Anda.
Ingin investasi lebih cerdas? Mulailah dengan memahami data dan memilih portofolio yang sesuai!
Dengan memahami cara kerja portofolio saham, investor dapat membuat keputusan yang lebih bijak. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan analisis yang tepat, Masyarakat dapat memaksimalkan pengembalian tanpa mengambil risiko yang tidak perlu.