Peneliti ITK Kembangkan Inhibitor Korosi Hijau dari Sabut Buah Lontar

  • Fokus Riset: Energi

  • Ketua Peneliti: Dr. Eng. Yunita Triana, M.Si.
  • Tahun Penelitian: 2026

Deskripsi

Balikpapan – Tim peneliti dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) berhasil mengembangkan inhibitor korosi hijau berbasis ekstrak sabut buah lontar (Borassus flabellifer Linn.) untuk melindungi baja ST37 dari korosi dalam lingkungan asam. Inovasi ini memanfaatkan sumber daya hayati lokal sebagai alternatif inhibitor korosi berbasis bahan kimia sintetis yang lebih ramah lingkungan.

 

Peneliti yang dipimpin Dr. Eng. Yunita Triana, M.Si. dari Program Studi Teknik Material dan Metalurgi ITK ini memanfaatkan ekstrak sabut buah lontar sebagai green corrosion inhibitor pada Baja ST37 dalam larutan HCl karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan alkaloid yang mampu berinteraksi dengan permukaan baja melalui mekanisme adsorpsi. Molekul-molekul aktif tersebut membentuk lapisan pelindung pada permukaan baja sehingga mengurangi kontak langsung dengan ion agresif H⁺ dan Cl⁻ serta menghambat proses transfer muatan yang memicu korosi.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 100 ppm merupakan kondisi optimum, dengan efisiensi inhibisi mencapai 88,40% berdasarkan pengujian weight loss. Pengujian polarisasi Tafel menunjukkan densitas arus korosi menurun dari 479,12 menjadi 121,86 µA·cm⁻², sedangkan laju korosi turun dari 5,62 menjadi 1,43 mm/tahun. Hasil Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) juga menunjukkan peningkatan charge transfer resistance dari 41,72 menjadi 190 Ω·cm², yang menandakan terbentuknya lapisan pelindung yang mampu menghambat transfer muatan pada permukaan baja. Hasil SEM dan AFM turut menunjukkan bahwa permukaan baja pada konsentrasi 100 ppm lebih halus dan memiliki kerusakan korosi yang lebih rendah dibandingkan sampel tanpa inhibitor.

 

Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak sabut buah lontar berpotensi dikembangkan sebagai green corrosion inhibitor untuk perlindungan baja dalam lingkungan asam, khususnya pada proses pickling. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa biomassa lokal dapat dikembangkan menjadi material fungsional bernilai tambah untuk mendukung teknologi perlindungan material yang lebih berkelanjutan. Hasil penelitian ini ditargetkan untuk dipublikasikan pada jurnal internasional Corrosion Science (Q1), serta dikembangkan lebih lanjut melalui optimasi formulasi, identifikasi senyawa aktif, dan pengujian pada kondisi yang mendekati aplikasi industri.

 

 

Penulis: Tim Riset Elektrokimia ITK


Manfaat

Penelitian ini menghasilkan alternatif inhibitor korosi berbasis bahan alam yang efektif melindungi baja ST37, sekaligus mendorong pemanfaatan sabut buah lontar sebagai sumber biomassa lokal bernilai tambah dan mendukung pengembangan teknologi perlindungan material yang lebih ramah lingkungan.

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya