Pada setiap organisasi menggunakan berbagai barang peralatan dan perlengkapan kantor yang sangat banyak, baik dalam bentuk barang bergerak maupun dalam bentuk barang tidak bergerak. Dalam penata usahaan pengelolaan barang, biasanya masih menggunakan sistem pencatatan manual dengan menggunakan Spreadsheet. Menyusun daftar inventaris kantor dengan sistem manual tersebut membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang tinggi serta waktu yang relatif lama. Data juga tersebar dan tidak terintegrasi sehingga sulit untuk mencari data yang paling Aktual dan menghambat dalam proses pembuatan laporan. Disamping itu, dengan semakin meningkatnya jumlah barang inventaris, semakin banyak staf yang diperlukan untuk mengelolanya dan semakin luas juga tempat penyimpanan yang dibutuhkan, sementara ruang penyimpanan dan jumlah staf terbatas. Karena itu, perlu dibangun suatu sistem informasi inventaris barang yang menggunakan teknologi QR Code yang di-generate dan akan ditempelkan pada barang. Penelitian ini bertujuan untuk membangun Sistem Informasi Inventaris Barang menggunakan QR Code.
Penelitian ini mengadaptasi metode Iconix Process yang Pada tahap Requirement dilakukan pendefinisian Functional Requirement untuk menentukan hal yang dapat dilakukan oleh Sistem. Kemudian Domain Modeling yaitu membuat Domain model yang menjadi Fondasi dalam pembuatan Class Diagram. Selanjutnya melakukan Behavioral Requirement dengan mendesain GUI Storyboard dan membuat Use Case first-pass. Untuk menentukan bagaimana pengguna dan sistem berinteraksi, dibuat GUI Storyboard dan Use Case first-pass. Storyboard yang dihasilkan, skenario dimana barang baru di adakan dan barang yang sudah ada. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi perkembangan dan efektivitas program tertentu yang dimana fokus utama penelitian adalah menganalisis indikator kinerja, efektivitas implementasi program, serta hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan. Penelitian menggunakan metode ICONIX Process, Teknik ini digunakan untuk memastikan hasil evaluasi yang komprehensif dan terukur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian program telah mencapai target sesuai dengan indikator kinerja yang ditetapkan. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki untuk mencapai target maksimal. Keberhasilan sebagian besar program didukung oleh kolaborasi yang baik antar tim, pemanfaatan sumber daya yang optimal, serta koordinasi yang efektif dengan pihak-pihak terkait.
Penelitian menemukan adanya hambatan dalam pelaksanaan program, seperti keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya alokasi waktu yang memadai, serta kendala teknis di lapangan. Hambatan ini berdampak pada pencapaian target secara keseluruhan. Kegiatan monitoring dan evaluasi dinilai cukup efektif dalam mengidentifikasi masalah dan memastikan program berjalan sesuai rencana. Namun, diperlukan peningkatan frekuensi dan metode monev agar hasilnya lebih akurat.
Penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam alokasi sumber daya, peningkatan pelatihan bagi tim pelaksana, serta penggunaan teknologi pendukung dalam proses implementasi program agar lebih efisien.
Penelitian ini menegaskan pentingnya monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan dalam memastikan efektivitas program. Capaian 70% menunjukkan progres yang baik, tetapi perbaikan di berbagai aspek perlu dilakukan agar pelaksanaan program lebih optimal dan berkelanjutan.
1. Tertib administrasi pengelolaan barang
2. Efesiensi pengunaan staf yang bekerja
3. Efesiensi waktu dengan mempercepat proses pencatatan dan pelaporan inventaris barang