Pemanfaatan Komposit Konduktif sebagai Material Penyerap Gelombang: Perspektif Baru dari Penelitian ITK

  • Fokus Riset: Kemaritiman

  • Ketua Peneliti: Agus Rifani
  • Tahun Penelitian: 2025

Deskripsi

Pengembangan material cerdas untuk pengendalian gelombang elektromagnetik terus menjadi bidang yang menarik bagi banyak peneliti. Kebutuhan akan material yang mampu meredam atau menyerap gelombang, seperti pada perangkat komunikasi dan sistem radar, semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi. Di tengah konteks inilah penelitian yang dilakukan oleh tim Institut Teknologi Kalimantan (ITK)—Agus Rifani, Fadli Robiandi, dan Dian Mart Shoodiqin—memberikan kontribusi menarik melalui kajian mereka terhadap komposit berbasis CuO, polianilin (PANI), dan grafit. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan komposit keramik–polimer, sebuah metode yang banyak digunakan untuk memadukan sifat-sifat unik dari masing-masing komponen. CuO sebagai keramik berpermittivitas tinggi dikombinasikan dengan PANI dan grafit sebagai material konduktif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan filler konduktif dalam jumlah kecil sudah mampu meningkatkan nilai konduktivitas material secara signifikan.

 

Peningkatan ini tidak hanya menunjukkan respons kelistrikan yang lebih baik, tetapi juga memberikan gambaran bahwa interaksi antara PANI dan grafit berperan dalam membentuk jalur konduktif di dalam matriks CuO. Temuan seperti ini sejalan dengan konsep dasar perkolasi pada material komposit, di mana terbentuknya jaringan mikro dapat memengaruhi sifat listrik secara keseluruhan. Selain peningkatan konduktivitas, penelitian ini juga menunjukkan bahwa komposit tetap menunjukkan perilaku yang stabil ketika diuji pada medan listrik tertentu. Stabilitas ini penting untuk memastikan bahwa material dapat mempertahankan karakteristiknya dalam kondisi pemakaian yang bervariasi. Meskipun pengujian dilakukan pada skala laboratorium, hasil ini memberikan indikasi awal bahwa komposit tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut pada aplikasi yang membutuhkan kestabilan sifat listrik. Pengujian lain memperlihatkan bahwa komposit mampu mendisipasikan energi listrik menjadi panas. Karakteristik ini merupakan salah satu indikator yang relevan dalam menilai potensi material sebagai penyerap gelombang elektromagnetik. Namun, perlu ditekankan bahwa evaluasi lebih lanjut, terutama pada frekuensi kerja spesifik dan kondisi lingkungan operasional, tetap diperlukan sebelum material dapat diterapkan secara luas. Dengan kombinasi sifat konduktif dan stabilitas termal yang dimiliki, material komposit seperti ini berpotensi digunakan pada beberapa bidang, misalnya:

 

  • pelapisan untuk meredam interferensi elektromagnetik,
  • sistem perlindungan peralatan komunikasi,
  • material pendukung pada teknologi radar,
  • dan komponen pelapis berbasis epoxy untuk keperluan teknis tertentu.

 

Sifat material yang dapat disesuaikan melalui variasi komposisi juga menjadikannya fleksibel untuk pengembangan lebih lanjut. Penelitian yang dilakukan oleh tim ITK ini menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan sederhana dalam rekayasa material dapat menghasilkan temuan yang relevan dan aplikatif. Dengan memanfaatkan bahan yang relatif mudah diperoleh dan proses pencampuran yang tidak rumit, penelitian ini membuka peluang untuk dilakukan pengembangan lanjutan, baik dari sisi karakterisasi frekuensi tinggi maupun integrasi ke dalam sistem coating berbasis resin. Lebih jauh lagi, penelitian ini memperlihatkan peran perguruan tinggi daerah seperti ITK dalam memberikan kontribusi nyata pada bidang material maju. Inisiatif seperti ini memperkaya khasanah penelitian nasional dan mendorong lahirnya lebih banyak inovasi yang dapat mendukung perkembangan teknologi di Indonesia.

 

 


Manfaat

Pertahanan kemaritiman

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya