Pada aplikasi sistem monitoring dan pengendalian energi listrik ini digunakan untuk memantau penggunaan daya listrik secara real-time dan secara perbulannya berdasarkan data yang sudah terekam. Selain itu, pada aplikasi ini digunakan untuk dapat mengendalikan mati dan hitupnya suatu perangkat elektronik yang terhubung pada saklar listrik dari jarak jauh melalui website yang telah dikembangkan.
Pada aplikasi ini merupakan pengembangan dari smart home system untuk pengendalian dan monitoring secara realtime pada saklar listrik berbasis IoT. Namun pada pengembangan sebelumnya hanya dapat menampilkan data penggunaan yang sedang berlangsung, pengguna tidak dapat melakukan pemantauan yang data-data yang sudah terekam pada bulan bulan sebelumnya. Pada versi ini, dikembangkan pemantauan data energi listrik yang dapat menyimpan data historis penggunaan listrik untuk dapat dianalisis efisiesi energi listrik.
Dengan demikian, pada versi ini tidak hanya dapat berfungsi untuk alat bantu secara teknis, namun dapat juga sebgai inovasi efisiesi dan manajemen energi listrik, baik pada rumah tangga maupun pada industri. Adapun hasil dari rangkaian alat yang dikembangkan dapat dilihat pada gambar 1. Selain itu, hasil dari sitem monitoring dan pengendalian energi listrik dapat dilihat pada gambar 2, gambar 3, dan gambar 4.


D.1. Keunggulan Aplikasi
Adapun keunggulan yang dapat diberikan pada pengembangan aplikasi ini, yaitu seperti berikut.
1. Menyediakan informasi penggunaan energi listrik secara real-time.
2. Menyediakan informasi perbandingan penggunaan listrik dan total biaya konsumsi listrik berdasarkan perbulannya.
3. Memberikan informasi historis berdasarkan bulan penggunaan dengan memberikan informasi rata-rata penggunaan dalam perharinya.
4. Memudahkan pengguna dapat menganilisis penggunaan listrik agar dapat menghemat energi listrik kedepannya.
5. Meningkatkan keamanan rumah maupun industri ketika terdapat kasus lupa mematikan listrik pada saklar.
D.2. Kebaruan Aplikasi
Adapun kebaruan atau fitur terbaru pada sistem pengendalian dan monitoring energi listrik berbasis IoT ini, yaitu seperti berikut.
1. Pemantauan konsumsi energi listrik dan biaya penggunaan yang sedang berlangsung.
2. Pemantauan konsumsi energi listrik dan biaya penggunaan yang terdapat pada tiap bulannya.
3. Memberikan visual perbandingan berdasarkan rata-rata penggunaan energi listrik perbulannya.
4. Memberikan visual perbandingan berdasarkan total biaya dari penggunaan energi listrik perbulannya.
5. Memberikan management internet connection untuk iinternet connection pada alat IoT saklar listrik.
6. Memberikan antarmuka pengguna yang lebih mudah dipahami dalam menganalisis, dan lebih intuitif.
Adapaun pembanding fitur-fitue yang ada pada aplikasi lain yang memiliki fungsi yang sama, seperti berikut.
1. SmartThings : memberikan pengendalian saklar listrin dan perangkat IoT lainnya, namun tidak menyediakan informasi terkatin penggunaan energi listrik
2. HomeKit : hanya dapat diakses pada perangkat Apple.
3. Wemo : hanya kompatibel dengan saklar listrik wemo.

D.4. Algoritma Aplikasi
Adapun algoritma fungsi utama pada aplikasi ini seperti sistem pengendalian dan sistem monitoring. Algoritma tersebt dapat dilihat pada 5.

Berdasarkan gambar diatas yang merupakan arsitektur atau algoritma dari sistem monitoring & pengendalian listrik berbasis IoT, bahwa setiap layer memiliki tahapan seperti berikut.
1. Sensing layer, pada lapisan ini akan dimulai dengan mengumpulkan data dari sensor yang ada. Pengumpulan data ini dicoba dengan menggunakan alat IoT tersebut pada berbagai alat elektronik, seperti kipas angin, lampu belajar, komputer, dll.
2. Network Layer, pada lapisan ini dilakukan proses pengiriman data yang telah dikumpulkan pada sensing layer. Proses pengiriman data ini akan dikirimkan oleh Gateway IoT yang merupakan sebagai perantara jaringan perangkat IoT lokal dengan cloud server.
3. Data processing Layer, pada lapisan ini dilakukan proses pengelolaan data yang telah dikirimkan, namun sebelum itu data yang dikirim sebelumnya pada network layer akan diterima oleh API sebagai perantara proses data yang diterima dan dikirimkan pada database atau cloud server. Selanjutanya, akan dilanjutkan proses pengelolaan data sehingga menghasilkan informasi yang lebih jelas dan tersusun, seperti data listrik yang sedang terjadi, dan tren data penggunaan listrik yang sudah terjadi pada bulan-bulan sebelumnya.
4. Application Layer, pada lapian terakhir ini dilakukan proses visualisasi dari data-data yang sudah diolah. Visualisasi yang diberikan dapat berupa tren data penggunaan listrik dan biaya listrik berdasarkan rentan waktu tertentu agar dapat dianalisis oleh penggunanya.
D.5 Cara Penggunaan Aplikasi
Adapun cara penggunaan aplikasi ini, dapat dilihat pada urutan dan gambar berikut.
1. Login berdasarkan akun yang sudah terdaftar.

2. Masuk kedalam halaman dashboard, pengguna dapat melihat overview biaya konsumsi penggunaan listrik.

3. Ketika ingin melihat data yang sedanga berlangsung bisa klik pada monitoring realtime.

4. Pengguna dapat melihat informasi penggunaan konsumsi listrik baik dalam numerik dan chart.

5. Ketika pengguna ingin melihat data perbulan yang telah tersimpan, pengguna bisa klik pada monitoring histori.

6. Pengguna dapat melihan informasi penggunaan konsumsi listrik yang telah tersimpan pada bulan sebelumnya, pada halaman ini juga pengguna dapat melihat overview rata rata penggunaan listrik.

7. Ketika pengguna ingin menyalakan atau mematikan saklar dari jarak jauh, pengguna bisa klik menu switches

8. Pengguna dapat mengendalikan mati dan hidup dari tiap saklar listrik pada alat IoT.

Tim Peneliti:
1. Hendy Indrawan Sunardi, S. Kom., M.Eng. (Sistem Informasi)
2. Aidil Saputra Kirsan, S.ST., M.Tr. Kom. (Sistem Informasi)
3. Irma Fitria, S.Si., M.Si. (Statistika)
1. Efisiensi energi dan penghematan biaya listrik - Sistem monitoring memungkinkan identifikasi perangkat yang boros energi secara akurat, sehingga pengguna dapat mengoptimalkan pemakaian dan mengurangi tagihan listrik hingga 25-30%.
2. Pemantauan dan kontrol real-time dari jarak jauh - Pengguna dapat memantau konsumsi listrik dan mengontrol saklar/perangkat listrik dari mana saja melalui smartphone atau aplikasi web, meningkatkan kenyamanan dan fleksibilitas.
3. Meningkatkan kesadaran energi (energy awareness) - Data historis dan visualisasi konsumsi listrik membantu menciptakan kesadaran di kalangan pengguna untuk berperilaku lebih hemat energi dan mendukung upaya energi berkelanjutan.
4. Otomatisasi dan penjadwalan perangkat listrik - Fitur penjadwalan dan auto-off pada saklar pintar membantu menghindari pemborosan energi akibat lupa mematikan perangkat, serta mengatur pengoperasian alat sesuai kebutuhan.
5. Analisis pola konsumsi untuk optimalisasi sistem - Data yang terkumpul dapat digunakan untuk menganalisis beban puncak, tren konsumsi, dan perencanaan kapasitas daya yang lebih baik dalam ekosistem smart home.
6. Pengembangan sistem yang cepat dan adaptif dengan metode Extreme Programming - Pendekatan iteratif XP memungkinkan pengembangan responsif terhadap perubahan kebutuhan pengguna, mengurangi kesalahan pencatatan data, dan meningkatkan keakuratan sistem secara berkelanjutan.
7. Mendukung integrasi ekosistem smart home dan IoT - Sistem dapat dikembangkan lebih lanjut untuk integrasi dengan berbagai perangkat IoT lainnya, menciptakan pengelolaan energi rumah tangga yang lebih cerdas, terpusat, dan skalabel.