Balikpapan – Institut Teknologi Kalimantan melalui dua orang dosen Perencanaan Wilayah dan Kota dan enam mahasiswa melaksanakan penelitian “model spasial struktur ruang kota balikpapan berdasarkan aspek place branding, urban behavior, dan urban energy resilience”. Penelitian Tim Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota ITK tersebut lolos pendanaan Penelitian Sumber Daya Kalimantan Tahun ke 3.
Ketiga dosen tersebut adalah Mega Ulimaz, S.T., M.T., Elin Diyah Syafitri, S.T., M.Sc., dan Dwiana Novianti Tufail, S.T., M.T.. serta enam orang mahasiswa sebagai tim pendukung. Latar belakang dari penelitian ini adalah Kota Balikpapan dengan berbagai perubahan yang dinamis telah menjadi kota dengan banyak ruang publik yang dalam kajian branding dapat difokuskan pada place branding sebagai pemasaran wajah kota. Penataan ruang sendiri memiliki peran yang sangat signifikan sebagai instrumen perwujudkan kota yang berkelanjutan. Mobilisasi pengguna ruang dan penggunaan ruang publik yang berkelanjutan harus mempertimbangkan ketahanan energi kota. Sementara struktur kota saat ini belum mempertimbangkan aspek ketahanan energi.
Berdasarkan isu dan dinamika di atas, maka dilakukan suatu tahapan analisis mengenai model spasial ketahanan energi Kota Balikpapan untuk arahan struktur ruang kota yang dinamis. Variabel yang diteliti adalah aksesibilitas, building site coverage, floor area ratio, konektivitas kawasan usia bangunan publik, dan desain pasif. Teknologi pemanfaatan big data digunakan sebagai bahan validasi hasil observasi yang kemudian diolah dalam model analisis spasual berbasis GIS.
Gambar Peta Analisis Model Spasial Tingkatan Ketahanan Energi Kota di Kota Balikpapan (kiri) dan Diseminasi Hasil Penelitian pada Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang Kota Balikpapan
Kecamatan dengan ketahanan energi rendah, seperti Balikpapan Utara cenderung mengalami tekanan infrastruktur dan kebutuhan energi yang tinggi akibat padatnya aktivitas perkotaan akan tetapi terbatas dalam menyediakan lingkungan yang stabil. Hal terebut berdampak pada produktivitas dan fungsi ruang kota. Sebaliknya, wilayah dengan ketahanan energi lebih tinggi, seperti Balikpapan Tengah dan Balikpapan Selatan, memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pusat-pusat baru yang mendukung fungsi kota sehingga dapat mengurangi tekanan di pusat kota. Dalam struktur ruang kota, ketahanan energi juga mendukung transportasi dan konektivitas antarwilayah. Ketahanan energi yang baik memungkinkan Kota Balikpapan untuk menyusun struktur ruang yang lebih terhubung, efisien, dan berkelanjutan untuk menciptakan struktur ruang yang lebih seimbang antar kecamatan. Output dari kegiatan penelitian ini adalah Peta Zona Ketahanan Energi Kota yang telah didiseminasikan kepada Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang Kota Balikpapan.
Untuk memberikan perspektif berbeda dalam penentuan struktur ruang kota, yaitu berdasarkan Place Branding, Urban Behaviour dan Urban Energy Resilience.