Meningkatkan Keamanan dan Efisiensi Distribusi Slip Gaji di Perguruan Tinggi

  • Fokus Riset: Pendukung

  • Ketua Peneliti: Riska Kurniyanto Abdullah | Anggota : Syamsul Mujahidin dan Ramadhan Paninggalih
  • Tahun Penelitian: 2024

Deskripsi

Di era digital saat ini, institusi pendidikan seperti perguruan tinggi semakin memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja administratif dan akademik. Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah pengelolaan dan pendistribusian slip gaji bagi tenaga kependidikan maupun staf dosen. Pendekatan manual, seperti mencetak slip gaji dalam bentuk fisik dan membagikannya secara langsung, tidak hanya memakan waktu dan biaya, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah keamanan dan keterlambatan informasi.

 

Institut Teknologi Kalimantan (ITK), sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang berkembang pesat, berupaya mencari solusi untuk mendistribusikan slip gaji secara lebih efisien, aman, dan cepat. Kebijakan menuju digitalisasi ini tidak hanya bertujuan menghemat kertas, tetapi juga meningkatkan transparansi, melindungi data sensitif, dan mempermudah akses bagi para pegawai.

 

Namun, transformasi menuju distribusi slip gaji digital tidaklah sederhana. Data gaji merupakan informasi yang sangat sensitif; kebocoran atau akses tidak sah dapat menimbulkan dampak serius, termasuk masalah privasi dan potensi penyalahgunaan. Oleh karena itu, pengembangan sistem yang aman menjadi prioritas utama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem distribusi slip gaji digital dengan keamanan tingkat lanjut, memanfaatkan enkripsi hibrida (AES-RSA) dan autentikasi multi-faktor (MFA) berbasis Time-Based One-Time Password (TOTP).

 

Mengapa Keamanan Sangat Penting?

 

Dalam konteks distribusi slip gaji, data yang dipertukarkan mencakup informasi penghasilan, tunjangan, potongan, dan detail lain yang sangat pribadi. Jika data ini jatuh ke tangan orang yang tidak berwenang, konsekuensinya dapat serius: mulai dari masalah hukum, pencurian identitas, hingga penipuan finansial. Sebagai lembaga pendidikan tinggi, ITK bertanggung jawab untuk memastikan data pegawainya terlindungi dengan baik.

Sistem keamanan yang memadai mencakup dua hal utama: kerahasiaan dan integritas data. Kerahasiaan memastikan bahwa hanya pihak yang berhak yang dapat membaca informasi. Integritas menjamin data tidak dimodifikasi atau dirusak selama proses pengiriman. Selain itu, aspek otentikasi juga penting: kita harus yakin bahwa pihak yang mengakses slip gaji adalah orang yang semestinya.

 

 

Pendekatan Enkripsi Hibrida: AES dan RSA

Salah satu tantangan terbesar dalam mengamankan data adalah bagaimana mengenkripsi dan mendekripsi informasi secara efisien serta memastikan kunci enkripsi didistribusikan dengan aman. Penelitian ini menggunakan pendekatan enkripsi hibrida, menggabungkan kekuatan AES (Advanced Encryption Standard) dan RSA (Rivest–Shamir–Adleman).

  • AES (Simetris): AES dikenal cepat dan efisien. Dengan kunci simetris, data dapat dienkripsi dan didekripsi menggunakan kunci yang sama. Hal ini cocok untuk mengenkripsi data dalam jumlah besar, seperti file slip gaji yang mungkin terdiri dari banyak baris dan kolom informasi. AES sangat andal untuk menangani tugas enkripsi massal dengan waktu proses yang relatif singkat.
  • RSA (Asimetris): RSA menggunakan pasangan kunci publik dan privat. Keunggulannya adalah kunci publik dapat didistribusikan secara bebas, sementara kunci privat disimpan aman oleh penerima. Dalam sistem ini, RSA tidak digunakan untuk mengenkripsi data slip gaji secara langsung, karena RSA lebih lambat dan kompleks. Sebaliknya, RSA digunakan untuk mengenkripsi kunci AES itu sendiri. Begitu kunci AES diamankan dengan kunci publik penerima, hanya penerima yang memiliki kunci privat RSA dapat mendekripsi kunci AES tersebut, dan selanjutnya digunakan untuk mendekripsi data slip gaji.

 

Pendekatan ini memberikan keseimbangan: AES menangani data dengan cepat, RSA memastikan kunci AES terlindungi dan hanya bisa diakses oleh pihak berwenang. Secara praktik, prosesnya adalah sebagai berikut:

  1. Server menerima data slip gaji yang diunggah oleh bagian Keuangan.
  2. Server membangkitkan kunci AES secara acak.
  3. Data slip gaji dienkripsi dengan AES.
  4. Kunci AES yang digunakan untuk enkripsi data kemudian dienkripsi kembali menggunakan kunci publik RSA penerima (pegawai yang bersangkutan).
  5. IV (Initialization Vector) yang digunakan AES juga diamankan menggunakan kunci rahasia (APP_KEY) di sisi server.
  6. Data tersimpan aman di database. Ketika pegawai ingin mengunduh slip gaji, sistem akan mendekripsi kunci AES menggunakan kunci privat RSA milik pegawai tersebut, lalu mendekripsi data slip gaji.

Dengan demikian, bahkan jika database bocor, data tetap terenkripsi. Tanpa kunci privat RSA milik penerima, slip gaji tidak dapat dibaca. Ini adalah tingkat perlindungan yang jauh lebih baik dibandingkan sekadar menyimpan data dalam bentuk teks biasa.

 

 

Autentikasi Multi-Faktor (MFA) Dengan TOTP

Autentikasi berbasis kata sandi saja seringkali tidak cukup, mengingat penjahat siber dapat membobol password melalui brute force, phishing, atau serangan lain. Solusinya adalah menerapkan Multi-Factor Authentication (MFA), yaitu menambahkan lapisan verifikasi tambahan di luar sekadar password.

Salah satu metode MFA yang populer adalah TOTP (Time-Based One-Time Password). TOTP menghasilkan kode OTP yang berubah setiap beberapa detik (biasanya 30 detik). Pengguna memerlukan aplikasi autentikasi di perangkat selulernya untuk menghasilkan kode ini. Setiap kali melakukan aksi sensitif, seperti mengunduh slip gaji atau mengubah pengaturan keamanan, pengguna diminta memasukkan kode TOTP selain password. Jika pengguna tidak memiliki akses ke perangkat autentikasi atau kode yang valid, mereka tidak dapat melanjutkan.

 

Keuntungan TOTP adalah:

  • Kode OTP bersifat dinamis, berubah terus-menerus, sehingga serangan replay (menggunakan kode lama) tidak berguna.
  • Meski password dicuri, tanpa kode TOTP terkini, penyerang tidak dapat mengakses akun pengguna.
  • TOTP mudah diimplementasikan dan diadopsi oleh banyak layanan, sehingga pegawai dapat menggunakan aplikasi autentikator standar seperti Google Authenticator.

Dengan menambahkan MFA TOTP, sistem keamanan menjadi jauh lebih tangguh. Faktor tambahan ini memastikan bahwa hanya pegawai yang benar-benar memegang perangkat autentikator yang dapat mengakses slip gaji mereka.

 

 

Proses Pengembangan dengan Scrum dan Laravel

Selain aspek teknis keamanan, penelitian ini juga memperhatikan proses pengembangan agar sistem dapat dibangun secara efisien, adaptif, dan sesuai kebutuhan pengguna. Metodologi Scrum, salah satu kerangka kerja Agile, dipilih karena memiliki ciri iteratif, kolaboratif, dan responsif terhadap perubahan. Dalam Scrum, pengembangan dibagi menjadi sprint-sprint pendek. Di akhir setiap sprint, fitur yang telah selesai dapat ditinjau dan dievaluasi. Jika ada kebutuhan tambahan atau perbaikan, dapat dimasukkan ke sprint berikutnya.

Kerangka kerja Laravel digunakan untuk pengembangan aplikasi web. Laravel mempermudah pengelolaan struktur kode, routing, pengaksesan database, serta penerapan fitur keamanan. Beberapa alasan pemilihan Laravel antara lain:

  • Arsitektur Model-View-Controller (MVC) yang memisahkan logika bisnis, tampilan, dan pemodelan data, menjadikan kode lebih mudah dikelola.
  • Tersedia banyak fitur bawaan dan paket eksternal untuk integrasi API, autentikasi, enkripsi, serta pengamanan input.
  • Komunitas Laravel yang luas dan dokumentasi yang lengkap membantu pengembang mengatasi masalah teknis dengan cepat.

Dengan Scrum dan Laravel, tim pengembang dapat beradaptasi dengan cepat terhadap masukan pengguna. Misalnya, jika setelah uji coba awal pegawai mengusulkan perbaikan antarmuka atau tambahan fitur tertentu, hal tersebut dapat dimasukkan ke sprint selanjutnya tanpa mengganggu keseluruhan jadwal proyek. Fleksibilitas ini penting dalam proyek pengembangan perangkat lunak yang berurusan dengan kebutuhan yang bisa berubah-ubah.

 

 

Hasil Pengujian dan Pembahasan

 

Gambar 1. Pengujian Enkripsi

 

Setelah sistem dikembangkan, uji coba dilakukan untuk mengukur kinerja enkripsi, autentikasi, serta respon sistem terhadap beban tertentu.

  1. Kinerja Enkripsi Hibrida:

Hasil pengujian menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mengenkripsi data slip gaji menggunakan AES sangat cepat. Meskipun jumlah pesan meningkat, waktu eksekusi bertambah secara hampir linear, tetapi tetap dalam kisaran yang dapat diterima. Proses dekripsi kunci AES dengan RSA memang lebih lambat, namun ini tidak menjadi masalah karena RSA hanya digunakan sekali ketika pegawai ingin mendekripsi kunci AES, bukan untuk setiap blok data slip gaji.

  1. Keamanan Akses dengan TOTP:

Uji coba autentikasi dua faktor menunjukkan bahwa setiap kali pengguna ingin mengakses data sensitif, sistem meminta kode TOTP. Jika pengguna salah memasukkan kode atau tidak memiliki kode tersebut, akses ditolak. Ini meningkatkan tingkat keamanan secara signifikan. Bahkan jika password bocor, tanpa kode TOTP yang valid, penyerang tidak dapat memperoleh slip gaji.

  1. Metodologi Pengembangan dan Efisiensi Kerja:

Dengan Scrum, tim dapat mengiterasi proses pengembangan dan mengimplementasikan perbaikan berdasarkan umpan balik. Laravel mempermudah penambahan fitur baru, integrasi dengan API eksternal, serta pengelolaan konfigurasi keamanan. Kombinasi ini membuat pengembangan menjadi lancar dan adaptif.

  1. Skalabilitas dan Potensi Pengembangan Lanjutan:

Meskipun penelitian ini berfokus pada pengelolaan slip gaji, pendekatan yang digunakan dapat diterapkan pada skenario lain yang membutuhkan keamanan data tingkat tinggi. Sistem dapat diperluas untuk menangani lebih banyak data, menambah fitur audit log, mendeteksi anomali akses, atau bahkan mengintegrasikan algoritma enkripsi yang lebih kuat jika diperlukan di masa mendatang.

 

 

Manfaat Bagi Institusi Pendidikan

Penerapan sistem ini di ITK dapat menjadi model bagi perguruan tinggi lain yang menghadapi tantangan serupa. Beberapa manfaat yang dapat diraih antara lain:

  • Efisiensi dan Penghematan Biaya: Tanpa perlu mencetak slip gaji fisik, institusi dapat menghemat kertas, tinta, dan waktu distribusi. Slip gaji dapat diakses secara online oleh pegawai dari mana saja dan kapan saja.
  • Keamanan yang Lebih Baik: Dengan enkripsi hibrida AES-RSA, data gaji terlindungi dengan baik. Ditambah MFA TOTP, akses tidak sah menjadi sangat sulit dilakukan. Hal ini meningkatkan kepercayaan pegawai terhadap sistem penggajian yang transparan dan aman.
  • Fleksibilitas dan Integrasi yang Mudah: Berbasis web dan dikembangkan dengan Laravel, sistem ini dapat diintegrasikan dengan sistem lain seperti SIAKAD, sistem kepegawaian, atau portal ITK. Pengembangan berkelanjutan dapat dilakukan tanpa mengulang dari awal, cukup menambahkan fitur baru melalui sprint Scrum berikutnya.
 

 

Tantangan dan Rekomendasi Lanjutan

Meskipun penelitian ini menunjukkan hasil yang menjanjikan, masih terdapat beberapa tantangan dan area yang dapat diperbaiki:

  1. Skalabilitas untuk Beban Tinggi: Jika jumlah pegawai dan data slip gaji meningkat drastis, pengujian perlu dilakukan pada skenario beban tinggi untuk memastikan sistem tetap responsif.
  2. Audit Keamanan dan Deteksi Anomali: Menambahkan fitur log aktivitas, pelacakan perubahan data, serta pendeteksian perilaku anomali dapat meningkatkan keamanan sistem ke tingkat yang lebih tinggi. Jika seorang penyerang berhasil menembus lapisan keamanan, audit log akan membantu melacak jejak dan sumber masalah.
  3. Pembaruan Algoritma Kriptografi: Meskipun AES-128 dan RSA-2048 saat ini dianggap aman, standar keamanan dapat berubah seiring waktu. Peneliti atau pengembang di masa depan dapat mempertimbangkan penggunaan algoritma yang lebih kuat atau tahan terhadap serangan komputasi kuantum, seperti AES-256 atau post-quantum cryptography.
  4. Pengalaman Pengguna (UX): Sisi keamanan sudah kuat, namun pengalaman pengguna (misalnya, bagaimana staf mengunduh slip, bagaimana admin mengelola akun, dan sebagainya) dapat terus ditingkatkan agar sistem tidak hanya aman, tetapi juga mudah digunakan.

Kesimpulan

Penelitian ini membuktikan bahwa sistem distribusi slip gaji digital yang aman, efisien, dan adaptif dapat dicapai dengan memadukan enkripsi hibrida (AES-RSA) dan autentikasi multi-faktor (TOTP), serta menerapkan metodologi pengembangan perangkat lunak Scrum dan framework Laravel. Hasil uji menunjukkan bahwa data slip gaji dapat terenkripsi dengan efisien, kunci AES dapat diamankan dengan RSA tanpa membebani kinerja secara signifikan, dan MFA TOTP menambah lapisan keamanan yang efektif.

Melalui pendekatan iteratif yang didorong oleh Scrum, penyesuaian sistem berdasarkan umpan balik pengguna dapat dilakukan secara cepat. Laravel mendukung pengembangan yang terstruktur, memudahkan integrasi fitur kriptografi dan autentikasi. Dengan begitu, penelitian ini dapat menjadi acuan bagi institusi lain dalam mengelola data sensitif, seperti slip gaji, secara digital dan aman.

Ke depannya, perluasan fitur, peningkatan skala, serta pemantauan keamanan yang lebih lanjut dapat dilakukan untuk menjamin sistem tetap tangguh dan mampu menghadapi tantangan serta ancaman keamanan yang terus berkembang.

 


Manfaat

Efisiensi dan Penghematan Biaya: Tanpa perlu mencetak slip gaji fisik, institusi dapat menghemat kertas, tinta, dan waktu distribusi. Slip gaji dapat diakses secara online oleh pegawai dari mana saja dan kapan saja.

Keamanan yang Lebih Baik: Dengan enkripsi hibrida AES-RSA, data gaji terlindungi dengan baik. Ditambah MFA TOTP, akses tidak sah menjadi sangat sulit dilakukan. Hal ini meningkatkan kepercayaan pegawai terhadap sistem penggajian yang transparan dan aman.

Fleksibilitas dan Integrasi yang Mudah: Berbasis web dan dikembangkan dengan Laravel, sistem ini dapat diintegrasikan dengan sistem lain seperti SIAKAD, sistem kepegawaian, atau portal ITK. Pengembangan berkelanjutan dapat dilakukan tanpa mengulang dari awal, cukup menambahkan fitur baru melalui sprint Scrum berikutnya.
 

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya