Detail Penelitian


Keren! Inovasi Tea Set dari Biokomposit Ini Bakal Jadi Cinderamata Khas Nusantara

Tahun 2024 Ketua: Eko Agung Syaputra, M.Ds. | Anggota : Eko Agung Syaputra, M.Ds. , Ade Wahyu Yusariarta P. P., S.T., M.T. , Nia Febrianti, S.T., M.T. dan Gunanda Tiara Maharany, S.Ds., M.Ds. Smart City
Keren! Inovasi Tea Set dari Biokomposit Ini Bakal Jadi Cinderamata Khas Nusantara

Penelitian ini berfokus pada pengembangan cinderamata pariwisata berkelanjutan dengan memanfaatkan material biokomposit berbahan dasar limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi mendukung branding Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai ibu kota paling ramah lingkungan di dunia. Limbah TKKS, yang melimpah dari hasil produksi kelapa sawit, diolah menjadi material biokomposit yang memiliki sifat unggul seperti ringan, tahan panas, kuat, serta 100% dapat terurai secara alami. Material ini dipilih karena potensinya sebagai solusi ramah lingkungan untuk menggantikan kayu hutan dalam pembuatan cinderamata.

 

Melalui metode Design-Driven Material Innovation (DDMI), penelitian ini mencakup lima tahap utama: sensing, sensemaking, specifying, setting up, dan placing. Tahapan ini menghasilkan desain inovatif berupa prototipe set teh yang mencerminkan identitas budaya Indonesia sekaligus memenuhi prinsip keberlanjutan. Produk ini tidak hanya estetis tetapi juga memiliki fungsi simbolik, sehingga cocok untuk pasar internasional dan kebutuhan diplomasi.

 

Selain mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) seperti inovasi industri, pola konsumsi bertanggung jawab, dan pelestarian ekosistem darat, penelitian ini juga berkontribusi pada peningkatan daya saing UMKM lokal. Hasilnya diharapkan mampu mengurangi deforestasi, memperkuat citra Indonesia sebagai negara peduli lingkungan, serta membuka peluang pengembangan skala industri dan inovasi desain produk di masa depan.

 

 

Gambar 1. First Idea Sketch

 

 

 

Gambar 2 : Second Idea Sketch

 

 

Gambar 3. Final Prototpe

 

 

           

Gambar 4. Proses Pembuatan Biokomposit

Manfaat

 

1. Mendukung Keberlanjutan Lingkungan Penelitian ini berperan dalam mengurangi dampak kerusakan lingkungan melalui pemanfaatan material biokomposit yang berasal dari limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Material ini memiliki sifat ramah lingkungan, mudah terurai secara hayati, dan mampu mengurangi penggunaan kayu dari hutan, sehingga berkontribusi pada pelestarian ekosistem daratan.

2. Mendukung Ekonomi Lokal Pembuatan cinderamata berbahan dasar limbah TKKS dalam penelitian ini mampu meningkatkan daya saing UMKM lokal. Produk-produk tersebut dapat menjadi ikon oleh-oleh khas yang merepresentasikan identitas Indonesia sekaligus memiliki peluang untuk menembus pasar internasional.

3. Mendukung Branding IKN Produk inovatif, seperti set teh yang terbuat dari material TKKS, mendukung promosi Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai ibu kota ramah lingkungan di dunia. Hal ini turut memperkuat citra IKN sebagai kota yang berfokus pada prinsip keberlanjutan.

4. Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Penelitian ini selaras dengan beberapa tujuan SDGs, meliputi inovasi industri melalui pengembangan material baru, pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta pelestarian kehidupan darat dengan menekan deforestasi dan menjaga keanekaragaman hayati.

5. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Produk yang dihasilkan berfungsi sebagai sarana edukasi untuk menyampaikan pentingnya keberlanjutan kepada konsumen, sehingga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.