Keputusan Repair dan Replacement komponen paket baterai: Pertimbangkan Risk Priority Number dan Remanufacturing Cost

  • Fokus Riset: Energi

  • Ketua Peneliti: Muqimuddin, S.T.,M.T. | Anggota : Faishal Arham Pratikno, S.T.,M.T. dan Christopher Davito Prabandewa Hertadi, S.Si., M.T.
  • Tahun Penelitian: 2024

Deskripsi

Penggunaan kendaraan listrik terus meningkat, termasuk di Indonesia. Seiring pertumbuhan ini, kebutuhan akan baterai dan jumlah limbah yang dihasilkan juga akan bertambah. Untuk memastikan keberlanjutan penggunaan baterai, penerapan konsep ekonomi sirkular menjadi hal penting. Salah satu solusi yang dapat mendukung konsep ini adalah remanufaktur paket baterai kendaraan listrik. Namun, tantangan utama dalam proses ini terletak pada tahap awal, yaitu melakukan seleksi komponen pada paket baterai yang dapat digunakan kembali, diperbaiki, atau didaur ulang dengan tepat. Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan dampak terhadap kinerja dan keamanan baterai.

 

Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan, Muqimuddin,S.T., M.T. dan Tim penelitiannya bermaksud menganalisis keputusan terkait tindakan repair dan replacement new part pada komponen paket baterai. Dalam penelitiannya juga memberikan gambaran mengenai biaya remanufaktur paket baterai berdasarkan keputusan tersebut. Untuk mencapai tujuan ini, metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) akan digunakan dan diintegrasikan dengan model biaya remanufaktur paket baterai.

 

 

Potensi Biaya Remanufaktur Paket Baterai

 

Sebagaimana Gambar diatas, Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya remanufaktur dapat mencapai Rp6.286.602, atau sekitar 54,48% dari harga baterai baru. Biaya tersebut terjadi jika proses remanufaktur melibatkan penggantian 80 sel, sementara komponen lainnya digunakan kembali. Dengan pengurangan biaya hingga 40% dari harga baru, keputusan untuk mengganti seluruh sel masih dapat dianggap menguntungkan dalam remanufaktur paket baterai, terlepas dari tingkat kerusakan yang terjadi.


Manfaat

 

1. Pelaku remaufaktur atau industri terkait dapat mengdobsi keputusan ini dalam melakukan remanufaktur paket, yang mana memberikan rujukan dalam penentukan tindakan repair dan replacement new part

2. Tidak hanya itu, penelitian ini dapat menjadi trigger penelitian selanjutnya terutama dalam menambahkan kriteria lainnya dalam penentuan keputusan sehingga, keputusan yang diambil lebih objektif dan efesien.

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya