Karakteristik Invasi dan Fleksibilitas Ruang Masyarakat Sempadan Sungai Karang Mumus, Samarinda

  • Fokus Riset: Smart City

  • Ketua Peneliti: Ar. Rizky Nur Rahman, S.Ars., M.Ars
  • Tahun Penelitian: 2025

Deskripsi

Permukiman di sepanjang Sungai Karang Mumus di Samarinda sejak lama dikenal sebagai kawasan yang dinamis, padat, dan sangat hidup. Pola ruang yang terbentuk di tepi sungai tidak hanya dipengaruhi kondisi fisik kawasan, tetapi juga terbentuk dari kebiasaan, kebutuhan, dan cara warga berinteraksi satu sama lain. Keunikan inilah yang menjadi fokus penelitian yang dilakukan tim dosen dan mahasiswa Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Kalimantan.

 

Penelitian ini berusaha memahami bagaimana masyarakat memanfaatkan ruang di lingkungannya, terutama melalui dua konsep utama: invasi ruang dan fleksibilitas ruang. Kedua konsep ini muncul secara alami dalam kehidupan sehari-hari masyarakat tepi sungai, yang hidup dengan keterbatasan lahan namun memiliki aktivitas sosial dan ekonomi yang sangat padat.

 

Penelitian dilakukan pada dua titik permukiman dengan karakter fisik berbeda, yaitu kawasan gang padat di sisi darat dan kawasan rumah panggung di atas air. Dari kedua area tersebut, tim peneliti melakukan observasi lapangan, pemetaan aktivitas, serta wawancara mendalam dengan warga untuk menangkap bagaimana ruang digunakan, dinegosiasikan, dan ditafsirkan oleh masyarakat.

 

Salah satu temuan penting penelitian ini adalah adanya praktik invasi ruang, yakni meluasnya aktivitas domestik, sosial, maupun ekonomi ke area di luar batas rumah. Kegiatan seperti menjemur pakaian, menjajakan dagangan, berkumpul, hingga mengadakan acara komunal sering terjadi di teras, gang, atau bahkan tepian sungai. Ruang yang seharusnya publik atau semi publik, dalam praktiknya sering bekerja sebagai perpanjangan dari ruang privat. Fenomena ini menunjukkan bahwa warga memiliki mekanisme adaptasi ruang yang sangat lentur.

 

Selain invasi, penelitian juga menemukan bahwa ruang hunian masyarakat tepi sungai menunjukkan tingkat fleksibilitas yang tinggi. Satu ruang bisa berubah fungsi berkali-kali dalam sehari. Ruang keluarga digunakan untuk berkumpul, tidur, makan, hingga menyimpan barang. Teras rumah menjadi ruang serbaguna: tempat menerima tamu, tempat kerja, ruang usaha, area bermain anak, bahkan tempat kegiatan komunal yang melibatkan banyak warga. Sementara ruang publik seperti jalan kampung berfungsi sebagai jalur sirkulasi sekaligus lokasi berdagang atau ruang berkegiatan bersama.

 

Fleksibilitas dan invasi ini membentuk pola ruang yang tidak kaku, tetapi selalu berubah sesuai aktivitas dan waktu. Batas antara privat, semi privat, dan publik menjadi sangat cair — bukan ditentukan oleh dinding atau pagar, tetapi oleh pemahaman bersama dan kebiasaan sosial warga.

 

Temuan ini memiliki implikasi besar terhadap program relokasi masyarakat tepi sungai menuju rumah susun. Struktur ruang hunian vertikal yang lebih tetap, terkotak, dan memiliki batas privat–publik yang tegas sering kali tidak sejalan dengan pola hidup masyarakat di bantaran sungai. Banyak kebiasaan, ruang usaha, dan pola interaksi yang mereka miliki saat ini tidak dapat dipindahkan begitu saja ke dalam unit rusun. Hal ini membuat sebagian warga kurang menerima relokasi karena merasa hunian baru tidak mampu menampung cara hidup mereka.

 

Melalui penelitian ini, tim peneliti menegaskan bahwa memahami perilaku ruang masyarakat tepi sungai sangat penting dalam merancang hunian yang lebih adaptif. Hunian vertikal ke depan perlu mempertimbangkan ruang transisi yang lebih fleksibel, area komunal yang kuat, serta kemungkinan perubahan fungsi ruang sesuai kebutuhan warga. Rumah bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga wadah untuk interaksi, usaha, dan keberlanjutan gaya hidup masyarakat.

 

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengambil kebijakan dan perancang kota dalam pengembangan hunian kolektif yang lebih manusiawi, adaptif, dan sesuai dengan karakter budaya masyarakat tepi air.

 

 

Tim Dosen :
- Ir. Rulliannor Syah Putra, S.T., M.Ars. (Arsitektur/JTSP) 
- Megan Afkasiga Ririhena, S.T., M.Arch (Arsitektur/JTSP) 

Tim Mahasiswa :
1. Melda Rizki Amaliah 15231028/Arsitektur
2. Muhammad Aldi Kurniawan 15231030/Arsitektur
3. Muhammad Sarma Hidayat 15231036/Arsitektur
4. Muhammad Yassar Febrian P 15231040/Arsitektur
5. Naura Arum Rahmadani 15231042/Arsitektur

 


Manfaat

Hasil penelitian mengenai invasi dan fleksibilitas ruang masyarakat sempadan Sungai Karang Mumus memberikan sejumlah manfaat penting bagi pengembangan hunian dan perencanaan kota. Penelitian ini membantu memperlihatkan bagaimana cara warga memaknai ruang sehari-hari, sehingga memberikan gambaran nyata tentang kebutuhan, kebiasaan, serta pola hidup yang selama ini sering tidak terakomodasi dalam rancangan hunian vertikal. Dengan memahami bagaimana aktivitas domestik, sosial, dan ekonomi meluas ke luar batas rumah serta bagaimana ruang dapat berubah fungsi secara cepat, penelitian ini memberikan dasar pengetahuan yang kuat tentang pentingnya merancang ruang yang tidak kaku.

 

Manfaat lain yang muncul adalah kontribusinya terhadap kebijakan relokasi. Temuan penelitian menunjukkan alasan-alasan sosial dan budaya yang membuat warga sulit menerima rumah susun, sehingga pemerintah dapat menjadikannya sebagai pertimbangan dalam merancang model Rusunawa yang lebih sesuai dengan pola hidup masyarakat bantaran sungai. Penelitian ini juga memberi wawasan bagi arsitek dan perencana kota tentang pentingnya menyediakan ruang transisi, ruang komunal, dan area serbaguna yang fleksibel, sehingga hunian vertikal dapat lebih adaptif terhadap kebutuhan warga. Secara lebih luas, penelitian ini menjadi dasar yang relevan bagi pengembangan konsep lingkungan tepi air yang berkelanjutan dan manusiawi, karena menempatkan aspek budaya dan perilaku masyarakat sebagai elemen penting dalam desain dan perencanaan kawasan.

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya