Balikpapan – Institut Teknologi Kalimantan melalui dua dosen Perencanaan Wilayah dan Kota dan satu dosen Teknik Sipil bersama lima mahasiswa melaksanakan penelitian bertema lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan dengan judul “Menuju Kalimantan Timur yang Aman dan Berkelanjutan : Investigasi Penerapan 1.5 Degree Lifestyles di Kota Balikpapan (Studi Kasus Perumahan Balikpapan Regency)”.
Tim peneliti terdiri dari Ir. Rahmat Aris Pratomo, S.T., M.T., M.Sc., ASEAN Eng., APEC Eng., sebagai ketua tim, bersama dua dosen anggota yaitu Ariyaningsih, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D. dan Ir. Riyan Benny Sukmara, S.T., M.T. Lima mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota turut terlibat sebagai pendukung pelaksanaan penelitian, mulai dari pengumpulan data hingga pengolahan hasil. Penelitian Ini mengangkat isu penting mengenai perubahan iklim yang semakin berdampak pada kenyamanan perkotaan, terutama di Kota Balikpapan yang berfungsi sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara dan memiliki tingkat urbanisasi sangat tinggi mencapai 94,43 persen. Laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,34 persen mendorong peningkatan aktivitas energi, konsumsi barang dan makanan, serta mobilitas masyarakat sehingga menimbulkan emisi karbon yang semakin besar.
Konsep 1.5 Degree Lifestyles yang menekankan perubahan perilaku sehari-hari untuk menahan kenaikan suhu bumi di bawah 1,5°C digunakan sebagai perspektif utama dalam penelitian ini. Perumahan Balikpapan Regency dipilih sebagai wilayah studi karena karakteristiknya sebagai kawasan hunian menengah ke atas dengan intensitas aktivitas dan konsumsi energi yang relatif tinggi. Aktivitas masyarakat di kawasan tersebut diasumsikan berperan signifikan dalam pembentukan jejak karbon rumah tangga tingkat urban.
Pengumpulan data dilakukan melalui survei primer terhadap 312 rumah tangga menggunakan metode random sampling. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengidentifikasi jejak karbon dari tiga sektor konsumsi utama, yaitu mobilitas, perumahan, dan makanan. Perhitungan dilakukan menggunakan metodologi Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) serta pendekatan perhitungan emisi dari WRI Indonesia (EMISI). Setiap responden mencatat pola penggunaan listrik, jarak tempuh kendaraan, konsumsi bahan makanan, serta aktivitas rumah tangga lainnya selama satu tahun terakhir.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa total emisi karbon di Perumahan Balikpapan Regency mencapai 4.800.187,17 kg CO₂/tahun. Dari tiga sektor yang dianalisis, sektor perumahan menjadi penyumbang emisi terbesar dengan nilai 2.971.923,58 kg CO₂/tahun. Kontribusi terbesar berasal dari penggunaan perangkat elektronik berdaya tinggi dan berdurasi penggunaan panjang, khususnya AC, yang menyumbang lebih dari 1,6 juta kg CO₂/tahun. Temuan ini menguatkan hasil studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa konsumsi listrik rumah tangga merupakan salah satu kontributor utama emisi karbon di kawasan permukiman urban.
Pada sektor makanan, total emisi tercatat sebesar 1.632.858,33 kg CO₂/tahun. Konsumsi daging sapi menjadi penyumbang emisi paling dominan akibat tingginya faktor emisi dari komoditas pangan tersebut. Selain itu, sampah makanan juga menjadi sumber emisi signifikan, terutama pada kategori bahan makanan yang dibuang sebelum diolah. Fenomena ini sejalan dengan penelitian di Shanghai yang menekankan bahwa tahap produksi pangan dan pembuangan limbah makanan merupakan dua fase paling berkontribusi terhadap total emisi karbon rumah tangga.
Sementara itu, sektor mobilitas menjadi kontributor terendah dengan total 195.405,26 kg CO₂/tahun. Meskipun nilainya lebih rendah dibandingkan dua sektor lainnya, pola mobilitas masyarakat Balikpapan Regency masih didominasi oleh kendaraan pribadi berbahan bakar fosil. Kondisi ini berpotensi meningkatkan emisi di masa mendatang apabila tidak diimbangi dengan penyediaan transportasi publik, insentif kendaraan rendah emisi, atau perubahan perilaku mobilitas masyarakat.
Penelitian ini memberikan gambaran empiris bahwa gaya hidup masyarakat urban memiliki hubungan langsung dengan peningkatan emisi karbon. Dengan demikian, upaya mitigasi yang diperlukan mencakup efisiensi energi pada peralatan rumah tangga, perubahan pola konsumsi pangan menuju diet rendah emisi, pengurangan limbah makanan, serta peralihan bertahap menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan. Temuan ini diharapkan dapat memperkuat arah pembangunan Kalimantan Timur menuju wilayah yang aman, modern, dan berkelanjutan, terutama dalam konteks kesiapan sebagai provinsi penyangga Ibu Kota Nusantara.
Nama Anggota (Dosen):
1. Ariyaningsih., S.T., M.T., M.Sc., P.hD.
2. Ir. Riyan Benny Sukmara, S.T., M.T.
Nama Anggota (Mahasiswa):
1. Nadia Nur Mahardhika
2. Berly Gizela Putri Pramesti
3. Firda Nevira Putri
4. Muhammad Fauzan Putra
5. Ratih Pratiwi
Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan gambaran empiris mengenai besarnya jejak karbon masyarakat di Perumahan Balikpapan Regency pada tiga domain utama, yaitu perumahan, makanan, dan mobilitas sehingga memperlihatkan sektor mana yang paling berkontribusi terhadap emisi karbon.