Tim peneliti dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) berhasil menyelesaikan penelitian inovatif berjudul “Perancangan dan Pengembangan Teknologi Pendinginan Ikan dengan Sistem Manajemen Baterai Berbasis Energi Surya pada Kapal Penangkap di Laut”.
Penelitian ini dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Kharis Sugiarto, S.ST., M.T., dengan kolaborasi dari Dr. Eng. Samsu Dlukha Nurcholik dan Happy Aprillia, S.ST., M.T., M.Eng., Ph.D. Penelitian bertujuan untuk menghadirkan solusi pendinginan ikan yang ramah lingkungan dan hemat energi bagi kapal nelayan di laut.
Teknologi yang dikembangkan menggunakan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid dengan kapasitas daya sebesar 300 watt, didukung dua modul surya berkapasitas masing-masing 200 Wp, MPPT 48 V 100 A, dan baterai 12 volt 45 Ah yang diatur dalam sistem seri. Prototipe yang dirancang mampu menghasilkan daya rata-rata sebesar 83 Wh dengan efisiensi tinggi dan rasio kinerja (Performance Ratio) sebesar 89,41%.
Salah satu komponen kunci adalah Battery Management System (BMS), yang memastikan kinerja baterai tetap optimal. Sistem ini memanfaatkan sensor canggih untuk memantau parameter seperti suhu, tegangan, dan arus listrik. Uji coba prototipe menunjukkan hasil memuaskan saat diuji dengan coolbox ikan berbeban 200 watt.
“Dengan sistem ini, nelayan dapat menjaga kesegaran ikan lebih lama, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan mengoptimalkan pemanfaatan energi matahari,” ujar Kharis Sugiarto. Penelitian ini didanai oleh ITK dengan alokasi Rp 24.900.000, dan merupakan bagian dari tema riset Teknologi Penguatan Infrastruktur Maritim dan sub-tema Pengurangan Efek Rumah Kaca. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung keberlanjutan sektor perikanan dan kemaritiman Indonesia.

Gambar 1. Desain dan perancangan PLTS untuk CoolBox Ikan pada Kapal dilaut.

Gambar 2. Pengujian sistem PLTS dengan beban Coolbox 200 Watt