Institut Teknologi Kalimantan (ITK) merupakan salah satu perguruan tinggi yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur. Letaknya yang dekat dengan pelabuhan, bandara, serta jalur utama menuju pusat kota, menjadikan ITK sebagai bagian dari koridor vital yang menghubungkan berbagai daerah di Kalimantan Timur (RTRW Kota Balikpapan, 2023-2043). Sebagai kampus yang berada di pusat kawasan yang tengah berkembang, khususnya dengan adanya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), pengembangan desain gerbang kampus ITK menjadi salah satu elemen strategis yang perlu diperhatikan.
ITK sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Balikpapan mengalami dinamika serupa. Seiring bertambahnya jumlah fakultas dan program studi, pembangunan gedung dan fasilitas terus berlanjut untuk memenuhi kebutuhan akademik dan operasional. Namun, berdasarkan pengamatan awal menunjukkan bahwa sistem petunjuk arah di kampus ITK masih belum optimal. Hal ini terlihat dari kesulitan yang dialami oleh pengunjung baru dalam mengenali lokasi dan menentukan arah di lingkungan kampus. Dalam konteks ITK, gerbang kampus sebagai titik masuk utama memiliki potensi strategis untuk menjadi elemen awal sistem wayfinding yang efektif. Menurut Lynch (1960), elemen-elemen seperti path, node, dan landmark sangat berpengaruh dalam membentuk citra mental suatu tempat. Gerbang kampus dapat berfungsi sebagai node dan landmark yang memperkuat orientasi spasial dan identitas visual kampus (Darmawan & Rachmaniyah, 2021).
Sistem wayfinding menjadi pendekatan strategis dalam perancangan gerbang kampus, karena mampu mengintegrasikan aspek desain, informasi, dan pengalaman pengguna secara holistik. Wayfinding didefinisikan sebagai proses seseorang mengenali posisi dirinya di suatu tempat dan menentukan arah tujuan melalui pengumpulan informasi dan pengambilan keputusan (Hantari, 2020). Dalam konteks arsitektur, penerapan wayfinding mencakup perencanaan tata ruang, sistem sirkulasi, dan komunikasi visual yang mendukung orientasi pengguna secara intuitif (Hantari, 2020). Dengan menerapkan prinsip-prinsip wayfinding, gerbang kampus tidak hanya menjadi landmark visual, tetapi juga menjadi orientasi yang memudahkan mobilitas dan meningkatkan kenyamanan pengunjung. Atas alasan tersebut, rancangan gerbang kampus ITK menggunakan basis pendekatan wayfinding merupakan langkah krusial dalam membantu transformasi ITK menjadi pusat inovasi teknologi dan edukasi.
Kawasan perencanaan terletak di sepanjang Jl. Akses TPK Kariangau KM.13, Kecamatan Balikpapan Utara, Kalimantan Timur. Area ini memiliki posisi strategis sebagai koridor penghubung antara kampus ITK, fasilitas pelayanan publik, dan kawasan permukiman. Secara spasial, kawasan berbatasan dengan kampus di utara, Kantor Damkar di timur, Perumahan Korpri di barat, serta Laboratorium Polda Kaltim di selatan. Karakteristik ini menunjukkan potensi integrasi fungsi pendidikan, pelayanan, dan hunian, sehingga relevan dikembangkan sebagai ruang publik yang mendukung mobilitas, interaksi sosial, serta memperkuat identitas kelembagaan ITK.

Perancangan gerbang Kampus ITK ditujukan untuk menghadirkan identitas kelembagaan sekaligus sistem wayfinding yang jelas. Gerbang berfungsi sebagai simbol representasi visual, misi, dan budaya akademik, serta menjadi titik orientasi utama bagi civitas maupun pengunjung. Dari sisi teknis, gerbang harus memenuhi standar keamanan dengan pos satpam, gate-barrier, dan sistem kontrol akses digital sesuai ketentuan Permen PUPR No. 20 Tahun 2021 dan PP No. 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung.
Integrasi estetika diwujudkan melalui lanskap hijau, pencahayaan hemat energi, dan elemen arsitektural yang menarik, sejalan dengan prinsip green design. Selain itu, penerapan ornamen lokal dan nilai-nilai institusi mampu memperkuat konteks budaya dan membedakan ITK dari perguruan tinggi lain. Dengan demikian, gerbang kampus tidak hanya berperan sebagai fasilitas fisik, tetapi juga sebagai ikon arsitektural yang mengintegrasikan fungsi identitas, orientasi, keamanan, estetika , dan lokalitas, sebagaimana ditegaskan dalam kajian akademik mengenai sistem wayfinding dan penanda identitas ruang luar.

Hasil perancangan gerbang Kampus Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dilakukan secara bertahap melalui transformasi desain. Tahapan desain dimulai dari bentuk dasar berupa struktur miring yang terinspirasi dari kemiringan atap bangunan ITK, kemudian berkembang menjadi massa arsitektural yang monumental, hingga penyempurnaan fasad dengan material Aluminium Composite Panel (ACP) berwarna biru dan kuning sebagai identitas kampus.
a. Tahap Konseptual
Bentuk dasar miring digunakan untuk menciptakan gesture visual yang dinamis dan futuristik. Hal ini sejalan dengan prinsip wayfinding yang menekankan keterbacaan bentuk dan orientasi visual.
b. Tahap Fungsional
Penambahan massa beton dan podium bertingkat memperkuat kesan monumental sekaligus menghadirkan ruang transisi publik. Elemen ini sesuai dengan standar ruang terbuka publik yang diatur dalam Permen PUPR No. 20 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung Fungsi Khusus.
c. Tahap Konstruktif
Pemasangan rangka baja hollow sebagai sub-struktur fasad ACP menunjukkan peralihan dari gagasan visual menuju sistem konstruksi yang realistis. Pendekatan ini mendukung prinsip desain berkelanjutan dengan material ringan dan tahan cuaca.
d. Tahap Penyempurnaan
Pemasangan panel ACP berwarna biru dan kuning, penambahan logo ITK, serta penerapan pencahayaan LED strip memperkuat identitas kampus sekaligus meningkatkan visibilitas gerbang sebagai titik orientasi utama. Hal ini sejalan dengan kajian signage dan wayfinding di lingkungan kampus yang menekankan integrasi visual dengan sistem orientasi.

Dari sisi teknis, struktur utama menggunakan kolom beton bertulang (150x100 cm untuk kolom utama dan 60x60 cm untuk kolom miring), dengan fasad ACP berukuran 100x100 cm yang ditopang rangka baja hollow. Integrasi pencahayaan LED strip pada sudut dalam mendukung fungsi keamanan sekaligus estetika malam hari.
Desain ITK Tower kemudian dikembangkan sebagai elemen lanjutan dari gerbang utama kampus, berfungsi sebagai landmark sekaligus pathfinder yang memperkuat sistem wayfinding dan identitas kelembagaan. Menurut kajian wayfinding, keberadaan landmark vertikal yang jelas berperan penting dalam membantu orientasi pengguna dan memperkuat identitas kawasan pendidikan (Arsitektura UNS, 2021). Rancangan dimulai dengan pembentukan ruang dasar berukuran 3x3 meter sebagai base tower, kemudian dikembangkan menjadi struktur setinggi 12 meter. Tinggi tower ini ditetapkan agar dapat berfungsi sebagai pathfinder yang mudah dikenali dari jarak jauh, sesuai dengan prinsip keterbacaan visual dalam sistem wayfinding (Zonasi UPI, 2020).

Selanjutnya, tower dirancang sebagai bangunan empat lantai. Lantai dasar berfungsi sebagai ruang kontrol panel kelistrikan dan lanskap kawasan, sementara lantai dua hingga empat digunakan sebagai pemancar cahaya dengan material membran ETFE yang disisipkan lampu LED. Integrasi pencahayaan ini mendukung fungsi penerangan umum sekaligus memperkuat identitas visual kampus pada malam hari. Keempat sisi tower dirancang dengan secondary skin yang menampilkan simbolisme ITK. Sisi selatan tulisan “INSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTAN” sebagai identitas utama. Sisi timur simbol empat pusat penelitian ITK, enam elemen budaya Kalimantan (telawang, enggang, batang garing), serta representasi gedung kampus yang sudah ada. Sisi utara slogan “SPECTA” dengan logo ITK terbaru dan motif pin point sebagai spot foto pengunjung. Sisi barat logo ITK dan fakultas yang telah terbentuk FRTI (merah), FPB (hijau), dan FSTI (biru terang).

Struktur utama menggunakan sistem konsol kolom dan balok beton bertulang dengan finishing exposed material berlapis clear coating. Fasad menggunakan panel ACP berukuran 120x120 cm dan 240x240 cm, dengan rangka baja hollow 10x10 cm berlapis duco paint. Material membran ETFE pada sisi dalam disisipkan lampu LED untuk mendukung fungsi penerangan.
Desain dilanjutkan dengan perancangan post satpam dan gate barrier yang ditempatkan secara strategis di depan gerbang, dengan visibilitas penuh terhadap jalur masuk dan keluar kendaraan. Penempatan dan orientasi pos satpam dirancang agar tidak mengganggu alur sirkulasi, namun tetap menjadi titik kontrol utama bagi pengunjung dan kendaraan. Gate barrier otomatis dipasang pada jalur kendaraan, dilengkapi dengan sistem sensor, RFID, dan kontrol digital. Sistem ini memungkinkan pengaturan akses masuk secara selektif, mendukung keamanan kawasan, serta memberikan pengalaman pengguna yang efisien dan teratur.

Secara visual, elemen post satpam dan gate barrier dirancang menyatu dengan komposisi gerbang secara keseluruhan. Lanskap pendukung seperti pepohonan, pencahayaan jalan, dan tempat duduk turut memperkuat kesan ramah dan teratur. Penambahan signage yang terintegrasi dengan lampu jalan mempertegas identitas kelembagaan dan memperkuat fungsi orientasi visual. Dengan demikian, hasil perancangan menunjukkan bahwa pos satpam dan gate barrier bukan sekedar elemen teknis, tetapi bagian integral dari sistem wayfinding dan citra kawasan.
Secara keseluruhan, hasil perancangan gerbang, tower pos satpam, dan gate barrier merupakan satu kesatuan desain yang mendukung sistem wayfinding kampus. Elemen-elemen ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas fisik, tetapi juga sebagai medium komunikasi visual yang memperkuat identitas kelembagaan, mendukung mobilitas, serta merepresentasikan semangat akademik dan kearifan lokal Kalimantan Timur.
Anggota :
1. Sarah Membala
2. Diah Oktaffenti
3. Nadia Puspita Ayu Ningtyas
4. M. Irfan Santoro
Sebagai data dukung landasan ilmiah terkait perencanaan Koridor dan Gerbang kampus Institut Teknologi Kalimantan.