Inovasi pangan bergizi saat ini menjadi fokus penting dalam menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. Tren gaya hidup praktis mendorong tingginya konsumsi makanan instan, termasuk bumbu tabur yang banyak digunakan pada berbagai produk pangan seperti mie, keripik, popcorn, hingga lauk pendamping. Namun, sebagian besar bumbu tabur di pasaran masih didominasi oleh garam, MSG, gula, dan perisa sintetis yang minim nilai gizi. Melihat kebutuhan tersebut, tim peneliti dari Teknologi Pangan, Institut Teknologi Kalimantan mengembangkan Super Bumbu Tabur Kaya Gizi berbasis ikan bandeng, rumput laut Kappaphycus alvarezii, dan rempah nusantara. Inovasi ini menawarkan alternatif food complementary yang tidak hanya meningkatkan cita rasa tetapi juga memberikan asupan gizi tambahan yang signifikan.
Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan komoditas unggulan pesisir Indonesia, termasuk wilayah Kalimantan Timur. Ikan bandeng kaya akan protein, asam lemak Omega-3, mineral kalsium, fosfor, vitamin A dan D, serta mudah diperoleh sepanjang tahun. Di sisi lain, rumput laut Kappaphycus alvarezii mengandung serat larut, kalsium, magnesium, serta senyawa bioaktif seperti karagenan yang berfungsi sebagai prebiotik alami. Menggabungkan bandeng dan rumput laut dalam bentuk bumbu tabur menjadi strategi inovasi pangan yang potensial. Ditambah dengan rempah-rempah lokal seperti bawang merah, ketumbar, dan lada, produk ini menjadi super seasoning yang tidak hanya lezat tetapi juga menyehatkan.
Pengembangan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi pengeringan bahan baku, penghalusan, formulasi, uji sensori, dan uji proksimat untuk menilai kandungan protein, serat, mineral, dan karakteristik mutu lainnya. Hasil uji sensori menunjukkan seluruh formulasi memiliki tingkat penerimaan yang baik, dengan cita rasa gurih alami tanpa tambahan MSG.
Inovasi ini berpotensi besar untuk dihilirkan sebagai produk komersial UMKM, suvenir pangan khas daerah, maupun produk pendamping program gizi di sekolah. Produk Super Bumbu Tabur ini tidak hanya memberikan peningkatan nilai gizi pada makanan sehari-hari, tetapi juga menjadi wujud kontribusi ITK dalam pemanfaatan sumber daya lokal, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan pangan fungsional berbasis kekayaan alam pesisir.
Tim Peneliti:
1. Gevbry Ranti Ramadhani Simamora, S.Pi., M.Si (Teknologi Pangan/FRTI)
2. Ni’matus Sholihah, S.TP., M.T.P (Teknologi Pangan/FRTI)
3. Siti munfarida, S.T., M.T (Teknologi Pangan/FRTI)
Pengembangan Super Bumbu Tabur ini memiliki manfaat utama sebagai berikut:
1. Menciptakan produk bumbu tabur yang tinggi gizi sebagai pendamping makanan (food complementary) untuk meningkatkan asupan nutrisi masyarakat.
2. Mengoptimalkan pemanfaatan komoditas lokal seperti ikan bandeng dan rumput laut Kalimantan sebagai bahan baku bernilai tambah tinggi.
3. Menjadi alternatif bumbu tabur yang lebih sehat, rendah garam dan bebas bahan sintetis seperti pengawet dan MSG.
4. Mendukung ketahanan pangan dan diversifikasi pangan lokal, khususnya produk pangan fungsional berbasis pesisir.