Inovasi Energi Kampus Untuk Masyarakat: Penerapan Teknologi Charging Station Tenaga Surya untuk Motor Listrik

  • Fokus Riset: Energi

  • Ketua Peneliti: Happy Aprillia
  • Tahun Penelitian: 2025

Deskripsi

Era kendaraan listrik kini telah tiba, membawa angin segar bagi upaya pelestarian lingkungan. Sejalan dengan perkembangan ini, kebutuhan akan infrastruktur pendukung, khususnya stasiun pengisian daya (charging station), menjadi sangat krusial.

 

Penjelasan kali ini hadir untuk memberikan wawasan tentang bagaimana teknologi Charging Station Tenaga Surya dapat diterapkan secara efektif, tidak hanya di lingkungan kampus sebagai pusat inovasi, tetapi juga di tengah masyarakat, membuka jalan menuju kemandirian dan energi yang lebih bersih.

 

Mengapa Tenaga Surya?

Indonesia, sebagai negara tropis yang dilimpahi sinar matahari sepanjang tahun, memiliki potensi energi surya yang sangat besar. Memanfaatkan energi matahari untuk mengisi daya motor listrik adalah langkah strategis yang menawarkan solusi win-win: ramah lingkungan dan ekonomis dalam jangka panjang.

Charging Station Tenaga Surya (sering disebut PV-Based Charging Station atau SPKLU Tenaga Surya) adalah fasilitas yang mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik untuk mengisi ulang baterai kendaraan listrik.

 

 

 

 

Komponen Utama dan Cara Kerja

Penerapan teknologi ini melibatkan beberapa komponen inti yang bekerja secara terintegrasi. Memahami komponen ini penting bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian dan masyarakat mitra yang terlibat dalam pengadaan atau pemeliharaan.

  1. Panel Surya (Photovoltaic/PV Module):
    • Berfungsi sebagai penangkap cahaya matahari.
    • Mengubah energi cahaya (foton) menjadi listrik arus searah (DC).
  2. Solar Charge Controller (SCC):
    • Mengatur arus listrik dari panel surya ke baterai penyimpanan.
    • Mencegah overcharging (pengisian berlebih) dan deep discharging (pengosongan terlalu dalam) baterai, sehingga memperpanjang usia pakai baterai.
  3. Baterai Penyimpanan (Accumulator):
    • Menyimpan energi listrik DC yang dihasilkan oleh panel surya.
    • Memastikan pengisian daya tetap dapat dilakukan pada malam hari atau saat cuaca mendung.
  4. Inverter (Opsional, tergantung kebutuhan):
    • Jika charging station dirancang untuk pengisian daya AC (Arus Bolak-Balik) standar, Inverter dibutuhkan untuk mengubah listrik DC dari baterai menjadi AC.
    • Namun, untuk motor listrik, pengisian daya sering kali menggunakan arus DC secara langsung, sehingga dapat menghilangkan kebutuhan akan inverter, membuat sistem lebih efisien (tergantung jenis charger motor).

Secara sederhana, energi dari matahari ditangkap oleh panel, diatur oleh SCC, disimpan dalam baterai, dan kemudian dialirkan ke motor listrik untuk pengisian daya.

 

Manfaat Penerapan di Lingkungan Kampus dan Masyarakat

Penerapan teknologi Charging Station Tenaga Surya membawa dampak positif yang luas bagi institusi pendidikan maupun komunitas di sekitarnya.

Manfaat Utama:

  • Mendukung Gerakan Energi Bersih:
    • Sistem ini menghasilkan listrik tanpa emisi gas rumah kaca, secara signifikan mengurangi jejak karbon kampus dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen global terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin energi bersih dan aksi iklim.
  • Pengurangan Biaya Operasional Jangka Panjang:
    • Setelah biaya investasi awal, energi listrik yang dihasilkan dari matahari pada dasarnya gratis. Hal ini dapat mengurangi tagihan listrik kampus atau biaya operasional bagi masyarakat, mewujudkan kemandirian energi.
  • Fasilitas Edukasi dan Penelitian (di Kampus):
    • Charging station ini berfungsi sebagai laboratorium hidup (living lab), menjadi media pembelajaran praktis bagi mahasiswa Teknik Elektro, Mesin, dan Energi Terbarukan. Mereka dapat melakukan penelitian, mulai dari optimalisasi sudut panel, manajemen daya baterai, hingga sistem monitoring berbasis IoT.
  • Media Sosialisasi dan Peningkatan Kesadaran Masyarakat:
    • Kehadiran fasilitas ini di ruang publik atau desa mitra dapat menjadi contoh nyata penerapan teknologi terbarukan. Hal ini mendorong masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik dan memahami pentingnya energi ramah lingkungan.
  • Peningkatan Kualitas Layanan Kampus dan Publik:
    • Menyediakan kemudahan bagi pengguna motor listrik dan juga dapat dimanfaatkan untuk mengisi daya gawai (smartphone, laptop), menciptakan ruang komunal yang nyaman dan modern bagi mahasiswa, dosen, maupun masyarakat sekitar.

 

Peran Mahasiswa dan Mitra Masyarakat

Penerapan teknologi ini tidak hanya soal pemasangan perangkat keras, tetapi juga melibatkan kolaborasi aktif:

Untuk Mahasiswa:

  • Riset dan Pengembangan: Mahasiswa dapat terlibat dalam perancangan, perhitungan kebutuhan daya, dan pengujian prototipe.
  • Inovasi Digital: Pengembangan sistem monitoring energi menggunakan Internet of Things (IoT) untuk memantau kinerja real-time dan menganalisis efisiensi.
  • Desain Ergonomis: Merancang struktur charging station yang kuat, aman, dan mudah diakses oleh pengguna, serta mempertimbangkan estetika lingkungan.

Untuk Mitra Masyarakat:

  • Adopsi Teknologi: Menjadi pengguna pertama dan memberikan umpan balik (feedback) yang konstruktif untuk perbaikan sistem.
  • Perawatan Lokal: Berperan aktif dalam pemeliharaan rutin (cleaning panel, pengecekan visual) setelah mendapatkan pelatihan dari pihak kampus, sehingga menjamin keberlanjutan fungsi alat.
  • Penyebaran Informasi: Membantu sosialisasi manfaat dan cara penggunaan kepada warga lain, mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas di komunitas.

 

Penutup

Charging Station Tenaga Surya untuk Motor Listrik adalah jembatan nyata antara inovasi teknologi di kampus dan kebutuhan energi bersih di masyarakat. Melalui sinergi antara akademisi dan mitra, kita dapat menciptakan infrastruktur energi yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mendidik generasi muda tentang masa depan energi terbarukan.

Dengan langkah ini, kampus tidak hanya mencetak lulusan yang unggul, tetapi juga menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan kemandirian energi nasional.


Manfaat

Penerapan teknologi Charging Station Tenaga Surya membawa dampak positif yang luas bagi institusi pendidikan maupun komunitas di sekitarnya.
Manfaat Utama:
1. Mendukung Gerakan Energi Bersih:
2. Pengurangan Biaya Operasional Jangka Panjang:
3. Fasilitas Edukasi dan Penelitian (di Kampus):
4. Media Sosialisasi dan Peningkatan Kesadaran Masyarakat:
5. Peningkatan Kualitas Layanan Kampus dan Publik:

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya