Inovasi Berkelanjutan: Diseminasi Pengembangan Bioplastik dari Limbah Pertanian Kelapa Sawit dan Singkong untuk Kemasan Makanan

  • Fokus Riset: Pertanian dan Pangan

  • Ketua Peneliti: Nia Sasria, S.Si., M.T. | Muthia Putri Darsini Lubis, S.T., M.T. dan Dr.Eng. Yunita Triana, M.Si.
  • Tahun Penelitian: 2024

Deskripsi

Penggunaan plastik kemasan makanan terus meningkat, karena umur pemakaiannya yang panjang. Plastik tidak dapat terurai secara hayati, namun membakar plastik akan membentuk dioksin sehingga tidak ramah lingkungan. Menurut data BPS Lingkungan Hidup pada tahun 2015, perkiraan produksi sampah di Balikpapan sebanyak 2.187,23 m3/hari dan hanya 1.749,78 m3 yang dapat ditanggulangi, dimana 15% di antaranya berupa sampah plastik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik yaitu dengan membuat kantong plastik yang mudah terdegradasi di alam yaitu bioplastik. Bahan yang dapat digunakan untuk membuat bioplastik adalah selulosa dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) karena mengandung sebanyak 30-40% selulosa yang merupakan limbah pertanian kelapa sawit. Selain itu, pati dari kulit singkong juga dapat digunakan sebagai filler karena mengandung amilosa dan amilopektin. Bioplastik juga membutuhkan komponen lain untuk memperkuat sifat mekanisnya, seperti seng oksida (ZnO) karena bersifat biokompatibilitas. Selain itu, bioplastik juga harus bersifat elastis sehingga diperlukan plasticizer, seperti gliserol.

 

Penelitian ini dilakukan oleh dosen program studi Teknik Material dan Metalurgi yang diketuai oleh Ibu Nia Sasria, S.Si., M.T. dengan kedua dosen lainnya sebagai anggota yaitu Ibu Muthia Putri Darsini Lubis, S.T., M.T. dan Ibu Yunita Triana, Ph.D. dan dibantu oleh tim mahasiswa yang diketuai oleh Saudari Dini Indrawati. Penelitian ini bertujuan untuk membuat prototype dan menguji kelayakan bioplastik sebagai kemasan pangan menggunakan larutan etanol 10%, 20%, 50% pada suhu yang bervariasi sesuai PBPOM No.20 Tahun 2019 seperti yang ditunjukkan pada Gambar.

 

 

Hasil penelitian ini berupa hasil uji kelayakan, dimana prototype bioplastik TKKS ini dapat digunakan sebagai kemasan makanan pada suhu dingin dan normal, namun hanya selama 1-2 hari saja dan tidak disarankan untuk digunakan lebih dari satu kali, karena jika lebih dari itu atau penggunaan pada suhu panas, sampel akan mulai berimigrasi ke bahan makanan yang menempatinya. Kemudian hasil tersebut didiseminasikan ke Masyarakat dalam bentuk seminar Internasional yaitu 5th Borneo International Conference (BICAME) di Balikpapan pada tanggal 18 September 2024


Manfaat

a. Edukasi pengolahan limbah TKKS menjadi produk bioplastik kemasan makanan perlu diberikan kepada masyarakat di Kalimantan Timur.

b. Diversifikasi limbah kelapa sawit menjadi produk bioplastik sebagai kemasan makanan mendorong terciptanya inovasi baru dalam bidang pangan

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya