Institut Teknologi Kalimantan merupakan perguruan tinggi yang memiliki visi berperan aktif dalam pembangunan nasional untuk menunjang kebutuhan dunia industri. Pada saat ini ITK telah memiliki telah memiliki website profil, perwalian, website prodi, pembelajaran online (e-learning), dan layanan TI lainya dalam menunjang proses akademik maupun non-akademik. Namun pada website profil ITK terdapat hal yang dapat dikembangkan yaitu konten yang diberikan masih bersifat umum. Konten tersebut masih berupa teks, gambar dan video. Konten seperti itu telah cukup dalam memperkenalkan ITK secara umum, namun hal tersebut kurang mendukung dalam melakukan pengenalan lingkungan kampus ITK khususnya lab terpadu secara spesifik dan interaksi antara pengguna hanya sebatas melihat konten. Dari hasil diskusi yang telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut menghasilkan solusi dengan melakukan rancang bangun metaverse berbasis website. Dengan diimplementasikanya sistem metaverse pada website profil ITK bertujuan untuk memberikan gagasan baru terkait pengenalan lingkungan Lab Terpadu ITK. Selain itu dibangunya metaverse ini kedepannya dapat menunjang aspek akademik lainya di ITK.
Implementasi metaverse ini dibangun dengan metode multimedia development life cycle dan menggunakan tech stack seperti blender, threejs, react, nextjs dan pendistribusian menggunakan vercel. Dari penelitian yang dilakukan menghasilkan sebuah simulasi virtual berbasis website yang menampilkan lingkungan lab terpadu ITK dengan aset berupa bangunan gedung, ruangan lab, barang-barang di dalam lab, fasilitas dalam lab, dan karakter sebagai avatar pengguna. Sistem ini memiliki fitur interaksi dengan asset 3d dengan dua mode yaitu first person perspective dan immersive VR. Dengan sistem ini pengguna dapat lebih merasakan pengalaman interaktif melalui simulasi virtual pada lab terpadu ITK dan menjadi media alternatif yang digunakan ITK dalam memperkenalkan lingkungan kampus
1. Pengalaman Immersif: Pengunjung dan mahasiswa baru bisa merasakan pengenalan lab secara interaktif dan mendalam.
2. Akses Lebih Luas: Memungkinkan akses dari mana saja, tanpa harus hadir langsung di kampus.
3. Efisiensi Biaya dan Waktu: Menghemat waktu dan biaya baik bagi kampus maupun pengunjung.
4. Daya Tarik Calon Mahasiswa: Menarik minat calon mahasiswa dengan teknologi canggih.
5. Peningkatan Branding Kampus: Memperkuat citra kampus sebagai institusi berteknologi tinggi.